Kamis, 20 November 2014

Pulau Biawak

Yuhuuuu...Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Saatnya kita explore pulau paling jauh di Kepulauan Seribu. Sudah tidak sabar kami menantikan liburan di Pulau Biawak. Suatu pulau yang jarang terjamah oleh wisatawan.
Rencana Saya (Dian), Ema dan Mike pun akhirnya terlaksana juga. Kami merayakan Birthday Party di pulau ini. Satu pulau di blocking hanya untuk kelompok saya saja. Hasil kami bernegosiasi pun bisa terselesaikan dengan cepat berkat bantuan Imin, Agung dan Rully. Yah setidaknya saya tidak nego sendirian dengan orang pulaunya. Hihihii...

Saya nego dengan orang Pulau ditemani Imin, Agung dan Rully
Thank You Kaliaaannn

Sabtu, 15 November 2014
Di Whatsapp, Group special event pun telah ramai dan penuh dengan chat mereka dari malam sabtu hanya dengan membahas barang bawaan dan tempat kami bertemu di Muara Angke. Sampai akhirnya waktu pun telah menunjukkan pukul 04.00 AM, saya terbangun dari tidur yang lelap untuk segera bergegas merapikan barang bawaan selama trip 2 hari 1 malam. Terlalu cepat waktu berlalu, saya pun baru saja akan berangkat menuju Muara Angke dan bbm pun berbunyi, ada pesan masuk dari Rully untuk ajak saya bareng ke Muara Angke dengan menggunakan motor. Oke saya pun setuju dengan tawaran Rully, dari pada minta dianter bokap. Kan kasian juga bokap harus bolak balik ke Muara Angke terus lanjut pulang lagi ke Ciledug. Mendingan sekalian jalan bareng Rully. Karena dia yang membantu saya dalam koordinir liburan kami selama di Pulau Biawak. Satu motor bawa tenda, carrier, nesting dan perlengkapan lainnya. Banyak sekali bawaan kami, tapi kami tetap melanjutkan perjalanan menuju Muara Angke.

Kata Mas Anang " Ichan lagi naik Tuk Tuk "
BUAHAHAHHAHHAAAA

06.15 AM Kami telah tiba di Muara Angke, ternyata baru Mas Anang dan Ichan yang sudah menunggu di Muara Angke dari jam setengah enam. Hahaha cepat sekali mereka sampainya karena takut kena macet. Teman lainnya belum ada yang datang karena terjebak macet di pintu masuk Muara Angke. Memang dari dulu Pintu Masuk Muara Angke tidak pernah sepi dari aktivitas orang Jakarta yang haus akan liburan #halah

06.40 AM Beberapa dari teman saya sudah naik kapal duluan, karena kami harus cari tempat agar kebagian ruang yang cukup luas untuk tiduran. Dan benar saja, kapal sudah penuh penumpang, Untung saja di dek bawah masih kosong, jadi kami pun kebagian tempat yang cukup luas disana.

Macetnya Muara Angke ya gini nih -_-"



Pintu masuk Muara Angke dikenakan retribusi Rp. 2.000

Keramaian dilihat dari atas kapal

Inilah spot kami selama 3 jam perjalanan

Karena menunggu hal yang membosankan.
Usselfie lah yang membantu jadi tidak bosan

Mas Anang, imin dan Ichan kebawah, Sekarang bagian Agung yang nemenin gw
Dan kita "Do Selfie" ditengah keramaian kapal

Ini foto paling atasnya kapal

Setelah puas foto diatas kapal, saatnya foto didalam kapal

07.15 Kapal sudah mulai jalan, kami pun siap untuk menmpuh perjalanan selama 3 jam didalam kapal. Ada yang sudah minum antimo, ada yang bawa pasmina untuk selimut, ada juga yang bawa oglio olio untuk sarapan pagi dan ada juga yang sudah tertidur pulas didalam kapal. Berbagai macam yang mereka lakukan selama didalam kapal.

Well...baru juga jalan udah pada tepaaarrr

nah ini cewe - cewe yang tepar karena antimo

Kasian si Blondong gak kebagian tempat. Buahahahaha :p

Ni meysaroh rajin banget cabut bulu keteknya kajul. Hadeeuuhh..

Saya emang orang yang paling gak bisa tidur di kapal pada pagi hari 

Nongkrong di jendelnya kapal, eeehhh anisa ikut nongkrong juga di jendela

10.30 AM Sampai juga di Pulau Harapan, kami berkumpul di taman terpadu Pulau Harapan. Istirahat sejenak disana dan saya pun sibuk cari perlengkapan untuk kebutuhan kami selama di Pulau Biawak. Beruntungnya saya punya banyak teman di Pulau Harapan, jadi kalau mau cari perlengkapan apapun bisa diantar naik motor untuk cari kebutuhan yang saya perlukan. Teman saya, Mas Elung antar saya cari kebutuhan itu dan mencarikan ikan kakap putih untuk Barbeque di Pulau. Lalu Bang Revi dan Rully mempersiapkan perlengkapan untuk snorkeling. Dan makan siang kami pun telah tersedia di taman, namun kami mau makan di Pulau Biawak. Setelah perlengkapannya sudah ada, kami lanjut pergi ke Pulau Biawak.
Cuaca siang yang cerah sekali dan dapat info kalau di Jakarta hujan deras

Cewe-cewe yang nunggu saya kelar mempersiapkan perlengkapan

Neng...Ngantuk neng. Kasian bangeettt :p

Ni anak-anak antri buat rebutan kue -__-"

Avia bawa kue rum chocolate. Yummieeee...

Pukul 11.40 AM Kami menuju Pulau Biawak dengan menggunakan kapal kecil, memakan waktu sekitar 50 menit sampai Pulau Biawak. Sesampainya di Pulau Biawak, kami sempat kaget karena ada tulisan Dilarang Berkemah. Sempet hopeless karena gak mungkin acara ini batal gitu aja dan cari tempat lain. Akhirnya perbincangan alot pun terjadi antara saya, Rully,  Imin, Agung dan Penjaga Pulau. Setelah nego dengan penjaga pulaunya, kami dapat izin juga untuk mendirikan tenda. Thank youuuu pak " ..... " ( maaf saya tidak bisa sebutkan namanya ). Akhirnya kami bisa juga bermalam di pulau ini dan spesialnya lagi, hanya kami saja yang bisa bermalam di Pulau Biawak. Karena sebenarnya mereka sudah menolak berkali-kali agar tidak mendirikan tenda di pulau itu.

Kapal ini yang menemani kami selama 2 hari

Siap meluncuuurrr

Sampai juga di Pulau Biawak

Posisi samping Dermaga Pulau Biawak

Pulau Biawak dari kejauhan

 Dermaga Pulau Biawak

Setelah perbincangan alot, entah kenapa perut saya keram seperti diremas-remas dan ada benjolan dikit dibagian perut. Yup baru engeh, asam lambung saya naik. Memang saya punya penyakit maag turun temurun dari nyokap. Jadi kalo telat makan pasti langsung kambuh. Muka pucet, badan dingin tapi keringat terus ngucur. Saya sudah minum Tolak Angin tapi gak ngaruh. Akhirnya saya minta obat maag, untungnya Mike bawa mylanta. Jadi setelah saya paksakan untuk makan walaupun sedikit, langsung saya minum obatnya. Karena meysaroh liat tangan saya gemetaran saat makan, jadi mey yang nyuapin makan. Makasiiiii meysarooohhhh...baik banget ciiiii kamu *kecup*. Ema balurin punggung pake minyak kayu putih sambil dipijit. Ternyata Ema dikantornya tukang pijit, pantesan aja enak banget mijitnya. hahahhaa...Thank you Emaaaaa *cipok*.

Baru sampe langsung jepret

Meysaroh (Kemeja jeans biru) nyuapin gw makan

Semua barang bawaan kami dititipkan dirumah penjaga pulau. Karena kesepakatannya adalah kami bisa mendirikan tenda dari jam 4 sore. Tidak boleh dari siang hari, agar tidak ada pengunjung lain yang berdatangan ke Pulau Biawak. Kami pun sepakat dengan awal perjanjian.

Entah ini pulau apa. Cantik!!!

Pukul 13.29 PM mulai explore beberapa pulau di Kepulauan Seribu. Sekarang ini perjalanan kami menuju Pulau Gusung Perak untuk bersnorkeling ria. Tapi sayangnya di spot ini jarang ada ikan. Biasanya banyak ikan yang berkerumun untuk makan biskuit atau nasi yang telah dicampur air didalam botol. Tapi kali ini hanya sedikit saja ikan yang bermain-main dengan kita :(

Yuk hunting-hunting

Before Snorkeling

Karena gak ada ikan, jadi foto gaya andalan kalo nemu air

Scorpio Girls





Lanjut cari spot baru untuk cari ikan lucu-lucu



Lanjut lagi perjalanan menuju Pulau Sepa, kami tidak melipir ke Pulau Sepanya. kami hanya snorkeling aja disana. Lagipula yang penting itu adalah bisa foto bareng saat berenang dilaut bersama teman - teman lainnya.

Ala-ala Sunbathing

Bocan a.k.a Bobo Cantik

Nah ini lagi gosip di laut hahaa...

Cuma gw doang yang paling eksis. Hah!!

Candid Loh ini

Semuanya snorkeling, kecuali mas anang dan Agung yg lagi ngewine

Alright then..Waktu telah menunjukkan pukul 15.07 PM. Kami melanjutkan ke Pulau Papatheo untuk santai-santai sejenak menikmati keindahan Pulau Papatheo. Ternyata di pulau itu banyak yang ngecamp juga. Ada beberapa tenda yang telah didirikan disana dan ada juga diantara mereka yang sedang berjemur, main gitar, mkana-makan dan banyak lagi. Kami hanya mengitari pulau sebentar lalu foto-foto disana. Karena Pulau Papatheo ini juga cantik sekali. Sempat kami mau pindah untuk bermalam di Pulau Papatheo tapi kan gak enak yah. Masa udah nego sama orang Pulau Biawak lalu pindah ke lain Pulau. Kan kasian mereka udah kasih satu pulau buat acara Birthday Party kami.

Haiii Papatheo Island dari kejauhan

Berasa ala model kalender -__-"

Inilah penampakan Pulau Papatheo

Turun dari Dermaga, beginilah jalan penghubung menuju Papatheo

Gaya Capit

Entah ini maksudnya apa ada perahunya

Banyak pohon kelapa disini

Let Us do Selfie

Lagi selfie ada yang motoin


Cuma kita yang sadar kamera

Dan akhirnya kita semua sadar kamera

Perhatikan saja belakangnya, Jalanan berpasir putih

Memandangi lautan Papatheo

Pemandangan samping Papatheo Island

I dunno who's that :p

Banyak yang lagi ngecamp di Pulau Papatheo

Tadinya mau menyusuri hutan tapi gak jadi

Cantik bukan?

Jump

Pose andalan tapi kok udah gak bisa lurus -_-

Wow Ema juga bisa loh

Dan ini kita disuruh tahan beberapa detik, saking gak kuatnya kita jatoh juga 

Karena pasirnya lembut, jadi males berdiri
Berasa kaya Princess Syahrini " I Feel Freeeeee"

Candid...sibuk masing-masing

 Ini pun candid juga..kita semua dengan aktifitasnya masing-masing


Dari mencar sampai akhirnya berkumpul

Sore di Papatheo


Indahnya ciptaan tuhan

Ciee...cieee..papa mama nungguin anaknya. cieee cieee

Hahahhaa...Mereka tepaarrr sehabis snorkeling

Kita doang yang bersisa dari mereka yang kecapean karena keliling Pulau

Baru juga turun jepret lagi

16.29 PM kembali menuju Pulau Biawak untuk mendirikan tenda, masak dan bersih-bersih. Karena sudah terlalu sore, jadi kami harus bergegas menuju Pulau biawak. Kalau sudah terlalu gelap, tar susah buat tendanya. Untungnya perjalanan menuju Pulau Biawak tidak terlalu jauh. Hanya memakan waktu 20 menit kami sudah tiba di private island. 

Cantikkan sunsetnya

Baru sampe Pulau Biawak, tetep harus eksis

Candid banget iniiii

Antara yang sudah diedit dan belum di edit

Selagi yang laki-laki mendirikan tenda, kita yang cewe harus antri untuk mandi di sumur. Disana ada 2 sumur yang beratapkan langit. halah...tapi yang ada penghalangnya cuma satu sumur didekat rumah penjaga pulau, Jadi saya memutuskan untuk mandi disumur dekat rumah penjaga pulau. Sebelum mandi harus nimba dulu karena air yang tersedia didalam bak sudah menipis. Itulah perjuangan kami buat mandi aja. Dan satu lagi, kita mandi gak ada yang sendirian. Sekalinya mandi ada yang bertiga dan ada juga yang berdua. Agar menghemat waktu dan juga gak takut kalo mandi sendirian. Hahhaa..

Imin biasa aja kali ngangkangnya :p

Cewe emang cuma bisa mandorin aja. Tuh liat aja tuh kelakuan wanita

Hampir Selesai

Yup Sedikit lagi

Dan selesai juga, tapi itu mas Anang ngapain siii main sama kucing 

Beginilah perlengkapan kami yang masih berantakan

nah ini jalan menuju pantai belakang. Pantai yang dijadikan kajul buat puppy :p

Inilah tenda kami untuk bermalam

18.30 PM tenda sudah rapi dan cewe-cewe juga sudah mandi semua, kami pun siap memasak indomie untuk sekedar mengganjal perut. kami tidak masak nasi karena ribet juga kalau masak nasi. Udah lama plus gak enak pula kalau masak nasi di nesting. karena nestingnya kecil banget, sedangkan kami berjumlah 16 orang. Setelah makan malam lanjut ke barbeque, bakar 7 ikan kakap putih dengan bumbu alakadarnya dan rasanya pun tetep cihuuuyyy...enaklah buat ganjel perut dipinggir pantai. Angin sepoi-sepoi, belum lagi dengar canda tawa yang dilontarkan teman dan ditambah suara air laut yang tak pernah saya lupakan. membuat kami terlena dengan suasana pinggir pantai. Walaupun anginnya kencang tapi saya tidak merasakan dingin sama sekali.

Kalo kata anak-anak sosissipilis -_-"

22.00 PM Saya tidur duluan karena ngantuk. maklum kemana pun tujuan saya pergi, memang selalu jadi orang pertama yang tidur duluan. Gak tau kenapa, tidur itu emang harus lama. Hahhaa ngeles :p

02.00 AM Gerimis membasahi Pulau Biawak, saya pun yang sedang tertidur pulas malas untuk beranjak. Wong cuma gerimis ini kok, jadi gak terlalu khawatir. Tapi setelah hujan semakin deras, saya terbangun lagi. Liat jam dari handphone, ternyata sudah pukul 04.00 AM. Angin kencang disertai dengan air hujan membuat saya langsung terbangun dan ingat baju yang dijemur diluar kebasahan. Yasudahlah pasrah aja, tar juga hujannya berenti dengan sendirinya. Lumayan lama juga hujannya, sampai akhirnya Kak Julie terbangun dan berisik sekali. " Duh tendanya bocor, baju gw basah nih". Kak delly dengan mata yang masih terpejam menjawab celotehan Kak julie " Itu rembes juleeee...bukannya bocor. Udah gak apa-apa, tenda mah emang kaya gitu". Hahahhaa...dengar mereka berisik berdua, saya pun jadi tidak bisa tidur. Akhirnya kita malah ngobrol ngabisin waktu ditenda. Hujan sudah semakin reda, tetep dengan kehebohan kak Julie minta ditemenin puppy sama anisa ke laut. hahahhaa...beneran loh dia pup di air laut. Semoga aja gak ngambang yaaaa buhahahaha....piss kajul.

Tau deh ini siapa. Gak kenal

Cieeee...Ciiieeee...romantis beneeerrr

06.00 AM Cowo-cowo sudah mulai keluar dari tenda untuk cari makanan, semua kompor ternyata ada di tenda saya. Pantesan aja tu anak cowo pada ngerebutin tenda kita. Wong yang mereka cari kompor portable sama nesting buat bikin kopi dan masak mie. Dikirain mereka mau kasih makanan ke kita. hahahaa...
Beginilah kondisi tenda kami di pagi hari

Meysaroh pagi-pagi gosok gigi pake aqua galon

Setelah masak memasaknya selesai, saya keluar dari tenda dan eng ing eeeennnnggggg...SURPRIIIIISEEEEEEEE. Ada banner saya, Ema dan Mike digantungan. Hahahahaha...berasa caleg yang mau kampanye. So Cuteee....kalian niat sekali buat banner untuk kita. Terharu dengan effort mereka, padahal kalo diliat-liat tidak ada hal yang mencurigakan kecuali Niko yang keceplosan datang menghampiri agung dan bilang "Gung ini kadonya anak-anak, nih ambil. Udah selow ajaaa nyantai ajaaa". Saya pun bingung dan bertanya "itu apaan niko". Dan Niko pun speechless langsung kabur ke tenda. Buahahahhahaa...bodohnya kau naakkk naakkk. Hahhahaa pisss bang..piiiisssss. Padahal yaa si agung udah kasih aba-aba dengan mata yang dikedipin, tapi Niko gak engeh sama simbol-simbol yang diberikan Agung. Hahahhaa...kocak

Dapet foto di group, beginilah mereka menyiapkan banner

Berasa caleg kan kalo kaya gini Hahahaha...

Ema dan Mike pun juga ada bannernya

I made this especially for you. Even if you don't like it. Please act like you do

Surprise, tanda tangan dan makan-makannya sudah selesai, mereka mau berenang di kolam pribadi. Tapi saya harus bersihkan nesting bekas anak-anak makan. Makanya buru-buru deh saya ganti baju trus cuci nesting langsung nyebur ke kolam. Wohooooo nikmat banget berenang sambl mandi air ujan rintik-rintik.

Baru juga mau cuci nesting, ada yang motoin

Kalo ini gw yang minta fotoin, biar keliatan kerjanya hahahha :p

Dress hitam dari Sendy, Thank you cantiiiikkk. Luv it :p

Muka bantal semuaaa


Beginilah kalo tampak  belakang

Two Scorpio Girls

Let's jump dan siap disengat ubur-ubur

Avia udah kebal disengat ubur-ubur, jadi gak masalah loncat disitu juga

Liat deh ada ubur-ubur pura-pura mati. Kasian yah gak punya temen

Berasa di Kolam Probadi. Luaaasss dan bersih, bebas dari kaporit

Paginya mendung :(

Sudah puas bermain air di dermaga Pulau Biawak, kami pun ganti spot menuju belakngnya Pulau Biawak. Ituloh tempat kramat yang dijadikan Ka julie buat puppy. Iiiyuuuwwhhh...hahahhaa...Semoga terumbu karang gak mati dan ikan di laut juga gak mabok yah

Kelakuan Mas Anang, katanya model harus dipayungin biar gak kepanasam.
Lo pikiiiirrrrr panaaassss, lagi mendung Mas Ananganangaaaannn. Hahhaa..

Nah ini udah siap banget mau naek atas pohon, semoga gak jatoh

Beginilah hasilnya dari Hp siapa tau

Nah kalo ini udah pastinya dari Hp Sony, bagus yah teraaanggg

Tuhkan liat kelakuan Mas Anang. Makin menjadiiiiii...Hahaaa..

Dimana yang lainnya sibuk foto-foto di spot yang sama. Cuma saya dan Avia yang mutar keliling Pulau Biawak untuk cari spot foto yang lebih bagus. Karena sayang aja kalo kita ke suatu pulau terus pulaunya gak kita puterin. Nah selama kita keliling Pulau  Biawak, beruntungnya kita gak bertemu Biawaknya langsung. Tapi ketemu sama....Ubur-ubur lagiiiii, ubur-ubur lagi. Habis udah tangan, kaki dan punggung saya di sengat ubur-ubur. Gateeellll banget teman-temaaannnn

Awal Mula Perjalanan

Cantik yah

Dan ini emang benar-benar berada di hutan


Menyusuri pinggir pantai


Tadinya mau Yoga diatas pohon tapiiii gak bisa :p 

Walhasil pose nya duduk aja deh yang aman

Ini maksudnya bukan I Feel Free loh yaaa

Beneran Private island ini mah

Clear Water

Duuhhh gak tau istilahnya apa. Pokonya gitulah lah gayanya Yoga

Ini sih emang pose andalan gw

Kalo ini sih gegara liat IG nya Kharmakhare

Entahlah ini apa

Temen gw bilang ini Arm Balance

Ini adalah hasil Yoga nya Neng Avia

Inilah Pulau Biawak

Bener-bener harus nahan kena sengatan ubur-ubur #hiks

Cantiknya Pulau ini

Tak terasa sudah sejam kami keliling pulau sambil foto-foto berdua Avia. Ngakak dengan kelakuan kita masing-masing. Maksain gaya yoga yang lupa-lupa ingat. Itu pun gaya seingetnya aja diotak kita. Sampe Avia nyoba gaya andalan gw dan berhasiiillll. Hahhahaa....
Kita berdua puaaaasssss dengan foto aneh kita tapi not bad lah yaaa, belum lagi khayalan yang gak masuk diakal gegara biawak. Dan saya pun sampe nanya ke avia kalo biawak itu bisa renang gak yah. Maksud hati sih kalo ketemu biawak bisa lari kelaut. hahahhahahaa....
Udahlah pokonya gak beres deh pikiran kita selama keliling pulau. Sesampainya di dermaga, kajul dan Niko sudah rapi dan bersih. loh...kalian udah mandi dan beberes aja. Makanya saya dan avia buru-buru beresin barang bawaan lalu mandi berdua. Ternyata kita bukan orang terakhir yang mandi. masih ada Mas Anang yang belum selesai mandi setelah kita selesai mandi. Jadi yang lama itu ya nunggu mas anang mandi dulu. Setelah semuanya beres, kita gak sempet keliling pulau lagi, karena waktunya mepet sekali. Jadi kita putuskan untuk langsung ke Dermaga Pulau Harapan.

Cuaca pada pukul 10.20 AM

Ready to go to Hope Island a.k.a Pulau Harapan #halah

Belum siap udah di foto aja

Backpacker Seksiiiiii


Macam Shiloutte nya Jejak Petualang gak nih?

Perpaduan dari Shiloutee dan teraaanggg benderang

Mari Pulang :(

Sekali-kali berdiri, jangan duduk mulu

Saya bukan lagi merenungkan nasib loh yah

 Duduk didermaga itu emang hobi kita semua bukan?



Menuju Pulau Harapan memakan waktu sekitar 50 menit dari Pulau Biawak. Kita pun telah memprediksi waktu agar tidak tertinggal kapal menuju Muara Angke. karena kapal menuju Muara Angke hanya ada di siang hari. Jadi mau gak mau, ya jangan sampai tertinggal.

Asli...Imin sok imut banget. Hahhaa...najong 


Finally...sampai juga kita di Dermaganya Pulau Harapan. Tepat pada pukul 11.30AM sudah berada dikapal Raja Mas. Dan beruntungnya lagi kita dapat tempat persis dekat jendela, jadi tidak terlalu pengap juga. Kondisi kapal saat pulang ke Muara Angke sangat padat. Karena banyak yang memilih duduk dibawah ketimbang diatas. Mungkin karena takut hujan kali yah. Karena kan cuacanya agak mendung gitu.

Sering ke Pulau Harapan, baru kali ini bisa foto sendiri di Dermaga Pulau Harapan

Kondisi siang itu di Kapal Raja MAs, Padeeettt...

Mungkin Niko kasian liat gw cari tempat buat tidur gak nemu juga.
Akhirnya dia nawarin gw tidur disamping Avia. Tapi tetep tidurnya kebangun-bangun mulu

Niko, Dian, Avia dan Ema.
eeemmmmm..gak pengap ya bobonya ditutup topi

Imin dan pacarnya si Mala ( kenapa ditutupin pasmina si neng :p )

Love Bird banget nih mereka. Kemana-mana nempeell mulu 

Agung dan Mike terpisah oleh tumpukan manusia ini. Hahaayy gak bisa bobo bareng #ehhh


15.10 PM Sampai juga di Muara Angke, selesai sudah petualangan kami semua selama 2hari 1malam. Terima Kasih udah join di acara kita, Terima Kasih Surprisenya dan Terima Kasih sudah siap bersusah payah bersama-sama. Tanpa kalian acara kita gak akan serame ini. love you all




1 komentar:

  1. lain kali bakpacker banget Markocopo donk
    Check Instagramnya : @markocopo

    BalasHapus

Please Comment and Follow ya guys ^.^

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93