Kamis, 05 Maret 2015

Gagal ke Curug Naga

Whatsapp pun berbunyi tanda pesan masuk dari Agung " ian lo udah pernah ke curug naga? | Dimana tuh? | Bogor juga kok, ada river trekkingnya | Wah seru tuh, tapi tar dulu deh males gw. Masih ujan | Aaahh tar elo jalan kaga ngajak gw lg | Hahahaa gimana tar yaaa :p".
Yap begitulah awal mula kenapa saya tau Curug Naga. Memang kalo lagi labil gini musimnya jadi suka angot-angotan kalo mau jalan. Bukannya apa-apa, Bogor itu kan kota hujan ya. Pasti disana ujan mulu deh.

Setelah beberapa hari kemudian, gak sengaja saya mengajak teman-teman lainnya kesana dan terkumpullah 10 orang. Tapi sayangnya mobil yang kami gunakan hanya cukup untuk ber 8 orang. Walhasil 2 orang pun gak jadi ikut bergabung. Waktu yang ditetapkan pun telah diputuskan bersama pada hari Minggu, 1 Maret 2015 dengan biaya 120.000 perorang untuk bensin, tol, cemilan, tiket masuk dan biaya river trekking.

Minggu, 1 Maret 2015

06.18 am saya telah sampai di sevel blok M Plaza. Sebenarnya janjian kumpul jam 06.20 am. Tapi tetep aja belum ada yang datang dengan waktu yang telah dijanjikan. Setelah waktu menunjukkan pukul 07.30 am semuanya sudah tiba juga. Tapi karena masih ada yang sarapan dulu jadi perjalanan dimulai pada pukul 08.00 am.

Farid, Sendy dan Dian datang lebih awal

Dede, Avia & Irma

Dari belakang Cewe : Sendy, Farid, Agung, Kedepan cowo Rendy, Dian & Avia


Selama di tol jalanan lancar jaya tapi setelah keluar tol, macet sudah. Yah walaupun macet, masih jalan dikit-dikitlah kaya keong. Sesampainya dipertigaan Megamendung dengan patokan samping kiri ada masjid berwarna hijau dan disampingnya ada pangkalan ojeg. Kami melipir dulu di salah satu tempat makan untuk bekal selama disana. Karena pastinya gak akan ada deh yang jualan makanan di tempat itu.

Perjalanan awal masih mulus bahkan mobil ferari pun melintas di jalanan yang sempit. Gak tau deh tu orang mikirnya apa, tapi yang jelas berani banget bawa ferari kejalanan yang sempit. Jalanan terus berkelok disertai dengan pemandangan hutan pinus di seberang jurang, belum lagi kami bertemu dengan binatang super lucu seperti Rakun. Bertubuh gembul, berbulu lebat dan memiliki buntut seperti komoceng bercorak. Binatang itu jalan dengan santainya di depan mobil, kami pun tidak menganggu hewan itu berjalan bahkan mengikuti perlahan-lahan dari belakang saking terkesima dengan bintang tersebut. Tapi Rakun itu pun sadar, kalo sedari tadi mobil kami terus mengikuti dia. baru dia loncat ke arah semak-semak samping kanan.

Semakin menanjak, semakin hancur jalanan menuju Curug Naga. Banyak bebatuan sepanjang jalan, belum lagi lubang ada dimana-mana. Memang perjalanan menuju Curug Naga sama seperti ke Curug Panjang tapi bedanya adalah Saat pertigaan Curug naga jalan menurun kebawah dan ada Plang yang bertuliskan Curug Naga 

Plang Curug Naga

Perjalanan menuju Curug Naga, Tanjakannya pun curam


Sampai juga diparkiran yang lumayan gak terlalu luas, disana ada penjaga tiket dengan biaya Rp. 9.000/orang untuk masuk ke wisata religi Curug Naga. Masih harus berjalan lagi kebawah sekitar kurang lebih 100meter jalan menurun menuju tempat peristirahatan sejenak. Sesampainya disana untuk melakukan river trekking dikenakan biaya Rp. 35.000/orang hanya untuk Curug Barong saja dan Rp. 50.000/orang untuk Curug Barong dan Curug Naga. Dikarenakan Bogor dari kemarin hujan terus menerus, jadi kami tidak diperbolehkan ke Curug naga karena bahaya. Debit air sangat deras dan tidak memungkinkan untuk kami melakukan perjalanan kesana. Dengan berat hati kami pun harus terima konsekuensinya. Tidak harus semua perjalanan yang kami lakukan berhasil seperti apa yang sudah di list sebelumnya. Mungkin next time kami bisa melakukan perjalanan ke Curug Naga lagi. Bukan sekarang tapi bulan selanjutnya disaat cuaca sudah mendukung.

Tidak ada bunga dimana-mana

Sebelum melakukan river trekking, kami makan siang dulu agar aktivitas tidak terganggu karena lapar. Kami ber 7 melakukan river trekking sedangkan Deden tidak bisa ikut karena tidak bawa baju ganti. Jadi selama perjalanan kami menuju Curug Barong minus deden. dia hanya jaga tas saja di tenda peristirahatan sejenak.

Menuju tenda peristirahatan

Banyak pelampung yang siap menanti anda :p

Makan siang dulu sebelum melakukan aktivitas

Toilet dan Ruang Ganti

Seperti sedang ada di Playground yah :p

Persiapan sudah matang dan saatnya memilih pelampung yang nyaman dipakai, semua pelampung masih agak basah dan lembab karena baru saja dipakai oleh sekumpulan rombongan polisi entah dari mana. 


Persiapan River Trekking

Track menuju Curug Barong

Awal permulaan perjalanan menuju Curug Barong

Pemanasan dulu sebelum menuju Curug Barong

Ada yang loncat, ada yang nyantai dulu di bebatuan dan ada juga yang main air

Nah ini Avia dan Sendy orang yang pertama jalan menyusuri sungai

Beginilah kondisi kami saat menyusuri sungai dengan debit air yang cukup deras karena semalaman di Bogor hujan besar. Memang agak berbahaya, tapi selagi pemandu bilang masih aman. jadi kami tetap melanjutkan perjalanan. Moso udah jauh-jauh gagal total sih :(

Saatnya melawan arus air sungai

Rendy sibuk megangin tali

Lihat kondisi airnya


Irma dan Sendy harus menanjak dibebatuan dengan arus air yang deras

Well...kita semua dapat melalui arus air Curug Barong

Agak sulit sebenarnya kalau harus renang melawan arus air

Nah ini Agung malah sibuk selfie juga

Sebenarnya enakan gini sih, lebih menantang saat air semakin deras

Terus berjalan menuju Curug Barong

Kaki terus terbawa oleh air yang kencang, makanya pegangan batu terus

Avia sibuk selfie disaat yang lainnya menyusuri sungai

Berpuluh menit sudah kami menyusuri sungai dengan menahan kaki yang sudah linu karena kepentok batu, belum lagi ada yang luka, lebam-lebam, menggigil kedinginan dan berbagai macam rasanya. Tapi tetap saja kami merasa puas dengan perjalanan kami. Jujur saya ngos-ngosan untuk menyusuri sungai, bukan karena lari-larian yah, melainkan harus kuat menahan kaki agar tidak terbawa air yang yang deras mengalir. Sebentar lagi kami sampai di Curug Barong dan dapat berisitirahat sejenak disana.

Disamping bebatuan ada rintikan air yang berjatuhan

Mau foto aja harus dipegangin ke bebatuan karena hampir kebawa air sungai

Sebelum gantian sama yang lain, saya dulu yang foto :p

Setelah itu, baru deh Rendy

Sendy pun merasakan hal yang sama, kesulitan saat menyebrangi bebatuan


Hal yang sama dirasakan oleh Irma, kesulitan menyebrang

Avia dan Agung a.k.a Anak Rimba dan Anak Utan

Lagi foto-foto, si akang pemandu ngajakin lebih dekat ke Curug Barongnya, karena disana bisa renang-renang cantik. Setelah pemandu sudah sampai didekat Curug Barong, Sendy dan Irma pun sudah mendekat menuju Curug itu. Tetiba si akang pemandu dengan wajah yang super panik bilang "Teteh cepet ke batu teh, airnya naik. Hayuk teh kita balik sekarang. bahaya teteh... | kenapa kang? | airnya naik teh, takut kita kejebak disini dan gak bisa balik | Whaattt gak bisa balik". oke dengan langkah seribu kami pun berusaha sekuat tenaga untuk cepat balik badan agar kami selamat diperjalanan. Karena liat raut wajah akang pemandu yang super panik, kami terus mengikuti apa yang diperintahkan si akangnya. Terlalu cepat mereka berjalan, mengakibatkan kaki terus tersandung di bebatuan. Menyebrangi air yang yang deras, menaiki bebatuan yang dapat kami lintasi dan harus loncat mengikuti arus air yang mengalir. Saat mengikuti arus air memang lebih mudah tapi resikonya adalah menabrak bebatuan yang tinggi dn tak terlihat. Seru dan deg-degan pun campur aduk jadi satu. But its oke, kami tetap bisa melewati rintangan yang telah diberikan oleh Curug Barong. Setelah selesai perjalan kami, sempat istirahat sejenak di bebatuan. Aneh nya lagi, si akang pemandu ini tetap siaga melihat kondisi air. "Kang lagi ngapain disana, duduk aja kang | gak bisa teh, saya harus liat air, takut dadakan naik biar teteh aman | oohh gitu..nuhun atuhnya kang". Begitulah percakapan kami dengan salah satu akang pemandu.



Akang pemandu yang siap siaga menjaga kami

Rendy baru naik ke bebatuan

Avia baru mulai bergabung ditengah bebatuan

Nah ini candid, belum ada yang siap kecuali Rendy dan Irma #LoL

Oke Avia...gw suka gaya lo!!!

Ini candid lagi nih, gak ada yang sadar lagi dijepret

Dan ini baru beneerrrr fotonya

Ceritanya foto diberbagai macam posisi
Pertama posisi dari Irma

Kedua Posisi dari Sendy

Sudah puas main air nya saatnya balik ke tenda peristirahatan sejenak, disana kita cuma ambil handuk masing-masing saja, setelah itu lanjut lagi turun kebawah untuk main air. Kata akangnya sih disana ada berupa kolam. Tapi pas kita kebawah bukan kolam melainkan aliran sungai yang mengalir deras. Saya gak nyemplung lagi karena udah kedinginan, palingan cuma Farid dan Agung aja yang nyemplung disana. 

Ini yang disebut kolam sama kakangnya -___-"

Agung dan Farid masih melanjutkan main air

Cuma ikutan foto-foto aja disini

Emang gak ada niatan loncat

Masih dari batu yang sama

Dian with Pacar :p

Sadar kamera = Avia, Dian dan Irma

Cewe versi lengkapnya

Selesai main airnya, lanjut makan lagi karena kelaparan

Ada yang sibuk ngaca pake hp


Sisa mereka berdua yang baru makan, yang lainnya sudah selesai makan

Persiapan pulang, tapi melipir dulu bentaran di Curug Panjang


Karena ada beberapa diantara kami yang belum pernah ke Curug Panjang, jadi kami melipir dulu sebentar disana. Sayangnya air curug disana juga lagi deras, ketinggiannya pun mencapai 7 meter dan dilarang berenang di Curug itu karena berbahaya. Jadi ya cuma foto-foto pemandangan disana aja


Gaya tidurnya kompakan

Avia di atas pepohonan

Keren yaaa fotonya

Dian, Avia & Irma


Eksis ya buuu sunglassesnya, walopun lagi mendung :p

Awas Irma jatoh loh liat kebawah segala

Aliran Curug Panjang

Selesai sudah perjalanan kami seharian, saatnya balik lagi ke Jakarta. Tapi karena Irma baliknya harus ke Cilember karena ada outing kantornya disana. Jadi kami harus tunggu dulu sampai jalan keatas dibuka. Hujan semakin deras, dari pukul 17.00 PM kami sudah berada di pom bensin untuk menunggu jalanan dibuka kembali. Tepat pukul 18.00 PM jalan keatas pun sudah dibuka. Saatnya anter neng Irma ke Cilember daaaannnn kita muter-muter disana karena Irma lupa belokannya dimana. Sampai-sampai penjaga villanya jemput Irma di ujung gang. Balik ke Jakarta pukul 19.00 PM sampai Jakarta pukul 21.20 PM. Lumayan cepet lah yah sampai Jakarta.

Okeee guys...Thanks for today and say yes to new adventures
Cheeeerrrrssss ^.^











1 komentar:

  1. Baru tau di Bogor ada Body Rafting
    Jadi pgn nyoba, kirain Green Canyon Pangandaran aja yg pny Body Rafting.
    Visit blog ku donk KK Body Rafting di Green Canyon
    www.jalan2donk.indonesiaz.com

    BalasHapus

Please Comment and Follow ya guys ^.^

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93