Senin, 28 September 2015

Rafting Cisadane


Saatnya melewati Arus liar
Line pun berbunyi menandakan ada pesan masuk. Setelah saya lihat ternyata ada yang mengirimkan foto seperti diatas. Okeeee good...Lo kirim pesan ke orang yang sangat tepat. Muhammad Nursan a.k.a Bogenk mengirimkan pesan tersebut.
Tanpa pikir panjang saya pun tertarik dengan ajakannya. Langsung dihari yang sama saya share ke beberapa socmed yang ada, kali aja ada yang tertarik. Ternyata Jo Sagala, Alelawati dan Bang Theo tertarik dan ingin join Rafting di Cisadane - Cianten. Untuk biaya ada perbedaan, berhubung saya masih mahasiswa Universitas Budi Luhur jadi hanya bayar 200k, sedangkan diluar mahasiswa 230k.


Persiapan sudah matang tapi bingung accesories apa yg tepat untuk gopro. Sebenarnya saya juga tau kalo pake headstrap lebih aman. Tapi gak seru kalo gak bisa liat ekspresi muka kita yang gak ke control. Sedangkan pake handstrap seperti foto diatas juga gak safety. Akhirnya saya putuskan untuk pakai Floating hand grip, Agar kamera gopro tetap mengambang saat terjatuh diair *amit-amit kalo misalkan sampe jatuh*


Sabtu, 26 September 2015
05.30AM Ada wasap dari bang Theo dan bilang kalo dia sudah sampe dikampus. Wooowww pagi sekaliiii...Sedangkan saya aja baru bangun tidur. Langsung saya pun buru-buru untuk mandi dan prepare apa aja barang yang mau dibawa. Memang sudah packing sih dari semalam. Tapi gak ada salahnya kalau kita check lagi. Setelah semua beres, Langsung cabut ke kampus. Untungnya dari rumah ke kampus deket. Jadi bisa sedikit lebih nyantailah


06.40AM saya pun tiba dikampus, Masih menunggu  kabar dari Alel dan Jo. Alel sudah jalan dari tadi tapi belum juga nongol batang hidungnya. Sedangkan Jo belum lama ngabarin, Ternyata sudah sampai di Tol Ciledug saja. Gak lama kemudian Jo sampe juga dikampus saya tercinta. Uhuuuyyy...
Karena Alel belum juga datang, Jadi kami menunggu Alel di Sekre Makopala Universitas Budi Luhur. Ternyata banyak juga participant nya. Ada 28 mahasiswa yang ikut bergabung dalam Rafting Cisadane. Baiklaaaahhhh...ditempat ini saya merasa seperti anak muda kembali. Hhahahahaa...

Jo tiba juga di Kampus

Pukul 07.05 AM Alel tiba juga dikampus. Emang sih rumahnya jauh juga di Kwitang, Tapi ni bocah bela-belain datang ke Ciledug dengan menggunakan Jasa Gojek. Lucunya lagi...Alel tanya ke Gojek yang mengantarkan ke Ciledug, Dia tahu tempatnya. Makanya Alel ngerasa nyantai aja dan tiak akan nyasar. Ternyataaaaa....ZONK, Alel diajak muter-muter sama tukang Gojeknya. Sampai Alel pun bilang kalau saya sampai ditinggal, bapak harus tanggung jawab anterin saya pulang lagi kerumah tapi gratis. Hahahahaha...ada-ada aja sih yaaaa pagi-pagi udah bikin spaneng. Tenang aja Alel, Namanya juga jam karet Indonesia. Jadi gak akan tepat waktu juga jalannnya.

Gak lama kemudian Alel  (Kaos Hitam) pun tiba di kampus

Pukul 07.15 AM Karena belum ada yang sarapan, Jadi kita mampir dulu di warteg terdekat dari kampus. Maklum sepagi itu cuma warteg aja yang udah buka. Makanya Alel dan Bang Theo isi perut dulu biar diperjalanan tidak kelaparan. Kalau saya dan Jo cuma temenin mereka makan aja.
Universitas Budi Luhur

Love this pic *candid*
Bus Kampus inilah yang mengantarkan kami ke Sungai Cisadane
Pukul 07.40AM Perjalanan kami dimulai jugaaaaaa. Karena penumpangnya overload, Jadi Bang Theo da Alel duduk dikursi tambahan dalam bus. Hahhahaaa...

Selama diperjalanan hampir semuanya tertidur pulas. Cuma saya, Jo, Alel dan Bang Theo yang masih aja ngobrol. Padahal mereka itu masih sangat baru saling kenal loh. Tapi mereka cepet banget akrabnya dan itulah yang saya suka tiap travelling kemana aja. Hampir banyak orang yang baru kita kenal bisa cepat akrabnya. Karena tidak ada istilah jaim atau intovert. Semuanya ngebaur seperti sudah kenal lama. Apapun pembicaraanya pasti kami selalu tertawa terbahak-bahak. Apalagi si Alelawati yang tingkahnya selalu ajaib dari yang lainnya.

Masih tetep ON dijalan juga
Alel cape duduk dikursi tambahan, Makanya pindah ke tangganya bus
Karena saya mau ngobrol sama Jo, Jadi saya pindah tempat dan Alel pindah ke kursi yang saya tempati

Dimana pun tempat duduknya yang penting narsis :p

Pukul 10.30AM Sampai juga di Sungai Cisadane. Telat setengah jam dari waktu yang sudah diperkirakan. Jadi kami keduluan oleh rombongan lain. Walhasil harus menunggu rombongan orang selesai terlebih dahulu. Sebelum melakukan kegiatan lainnya, Kami istirahat sejenak di saung yang telah dibuatkan oleh makopala. Disana ada yang lagi masak, ada yang lagi ganti baju di tenda dan ada juga yang lagi tidur-tiduran. Cuaca siang ini sangatlah terik, Panaaaasssnyaaaa lumayan bikin lepek. Bogornya pun juga tidak terasa sama sekali sejuknya.
C-Aventure Rafting
Beginilah saung seadanya, Kami istirahat sejenak dengan makan cemilan yang ada

Tempat konsumsinya gak tanggung-tanggung bawa kompor gas Hahaha...
Suasana Siang yang terik di saung-saung tedekat #halah
Bikin tenda di Kebon Hahahaa..

Untuk mengisi waktu, kami pergi menuju Prasasti Ciaruteun yang letaknya tidak jauh dari Sungai Cisadane. Butuh waktu 15menit sudah sampai di Prasasti tersebut. Namun keadaan di Prasasti tersebut dipenuhi Anak Pramuka yang sedang mendengarkan dongeng dari si Bapak yang menceritakan sejarah asal muasal batu prasasti tesebut. Di batu prasasti itu ada jejak kaki orang jaman terdahulu. 

Singkat cerita : Prasasti Ciaruteun atau Prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciaruteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor. Prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.
Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu:
  1. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut).
  2. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat (Sumber
Perjalanan menuju Prasasti Ciaruteun
Prasasti teletak diantara rumah warga
Prasasti Ciaruteun dipenuhi anak sekolah
Situs Ciaruteun
Bapak ini lah yang menceritakan sejarah Prasasti Ciaruteun
Saat adik-adik mendengarkan cerita, Saya mah cukup narsis disini aja yah. Bolehkaaann dik adik
Saat kami foto satu rombongan anak BL
Gak Lama kemudian, Anak-anak ini mau ikutan gabung difoto. So much fun \(^.^)/

Seruuuuuuu banget foto serame ini bareng bocah-bocah ciliiikkkk. Mereka pun tertawa senang dengan foto bareng kita. Setelah selesai foto, emang dasarnya anak kecil yah. Malah dorong-dorongan yang mengakibatkan anak kecil didepannya jatuh terguling-guling. Emang sih gak ada yang nangis, melainkan mereka tertawa terbahak-bahak. Tapi kan kita ngeri aja, kalau sampai ada yang luka tar kita juga lagi yang disalahin. Yaudahlaaahhh yaaa...Namanya juga keisengan bocah cilik yang masih gak ngerti apa-apa. Setelah selesai, kamipun masih melanjutkan perjalanan menuju Prasasti Kebon Kopi

Berasa jalan milik pibadi yeee

Beginilah penampakan Prasasti Kebon kopi
Lagi-Lagi foto rameaaaan

Dian, Bang Theo, Allawati dan Jo Sagala
Kegirangan karna jalanan sepi dan bisa foto ditengah jalan :p
Cieeee Alel Laki bangetttt, Cieeeee hahahaa

Parkiran C-Aventure yang dipenuhi pohon singkong

Bang Theo sama Alel kompak banget sih jalannya

Bale-Bale tempat peristirahatan

Alel malah tertidur sambil menunggu waktu

Saatnya makan siaaaaanggggg, cuma box gw aja yang tahunya 2 hahahaha...

Pukul 12.30PM Selesai makan siang, saatnya prepare untuk rafting. Banyak yang ganti baju sebelum rafting dimulai. Saya dan Jo tidak perlu ganti pakaian karena memang sengaja sudah memakai pakaian untuk rafting. Biar gak ribet aja sih haus antri di toiletnya. Tau sendirikan yang ikut Rafting ada berapa banyak. Makanya biar praktis ya lebih baik sudah dipakai dari awal
Kita kok kaya anak ilang ya hahaha..
Kurang Alelawati aja nih yang blom nongol

uwokeeeeee formasi lengkap
Siap banget iniii untuk Rafting. Dayung yang saya pegang punya skipper, Cuma minjem doang hihihii...

Oke Alel gaya lo udah laki banget kok Hahahhaa :p

Sebelum Rafting dimulai, Saatnya berdoa menurut kepercayaan masing-masing

Mobil yang kami pakai untuk menuju Hulu Sungai Cisadane

Kalau didepan mobilnya C-Aventure dan masih tetap rombongan kita

Perjalanan menuju Sungai Cisadane terus menurun

Jo dan Alel selalu engeh kalau gw lagi foto Hahhaa
Kami masih harus menunggu perahu dipompa

Di Sungai Cisadane ini ada geteknya loh dan motor pun bisa nyebrang disini

ARUNG JERAM PERTAMA
Prepare Arung Jeram Pertama, Harus antri dulu tiap perahu yang mau melewati Jeram

Perahu masih ditahan Skipper agar tidak mengikuti arus

Okeee...Bentar lagi giliran kita yang melewati Arung Jeram Pertama

Teriakan nya masih training dulu karena belum heboh banget arusnya
Skipper berusaha menarik perahu kami agar tidak tersangkut


Karena perahu miring sebelah, Saya dan Alel sudah ketakutan jatuh aja dari Perahu. Makanya cari celah deh
Hahahahaa...Liat muka Alel yang gak ke control, Karena kita harus pindah kebelakang agar perahu tidak nyangkut

Beginilah Arus Liar pertama


Jo ngasih tau kalau lagi di Arus Liar jangan duduk diantara celah karena takut kebentur batu

Muka kita gak ke control, Harap dimaklum ;)
Alel paling heboh teriakannya
Merekalah skipper kita yang tangguh #halah
Tenanglah yaaaa...Udah ngelewatin Arus liar
Ini dia skipper kita...BOGENK!!!
Istirahat Sejenak

Maafkan tingkah saya kalau lagi mau di foto

Mas ini juga skipper kita loh. Tapi lupa namanya siapa Hihihiii...

Pose rombongan Perahu Perasasti


Disaat kita beristirahat setelah mengarungi sungai sepanjang 5km. Beberapa diantara rombongan memberanikan diri untuk loncat dengan ketinggian 3meter. Awalnya sih saya berani mau loncat tapi karena saya gak pernah loncat pakai pelampung jadi agak kagok. Ditambah lagi pas mau loncat si Alel terus ngerengek ketakutan. Makanya saya pun juga keikutan takut deh buat loncat. Sedangkan Jo dan Bang Theo udah loncat dari tadi. Hahahahhaa #ngeles

Hoo iya sedikit cerita nih : Kenapa saya bilang Perahu Perasasti? Karena tiap perahu punya nama masing-masing. Ada yang memberi nama Sambalado, Aserehe dan kami menamakan perahu kami dengan Perasasti. Ada lagunya juga loh "Perasastiiii...Tak pernah berhenti mendayung sesuka hati. Perasastiiiiii...Liar, Nakal, Brutal, Binal Membuat semua orang menjadi kentang". Sekian cerita singkat yang gak penting :p

Ini nih biangnya...Bikin gw juga takut loncat. Hhahahahahaa...

Bang Theo Loncat
Jo udah siap mau loncat
Oke saatnya gw yang siap-siap loncat. Baru juga hitungan kedua, gw turun lewat bawah aja deh. Gak jadi loncat, soalnya gak aman Hahhahahahaa :p

Disinilah titik 5km kami untuk beristirahat sejenak
Tidak terasa ternyata kami sudah mengarungi sungai sepanjang 5km, waktu pun terasa cepat sekali. Sebenarnya udaranya tidak sejuk tapi karena angin semeliwir jadilah dingin. Bisa-bisa masuk angin yah udah pake baju basah terus angin-anginan. Hhahahaa...Untung selalu siap sedia Tolak Angin di dalam tas. Jadi no worry lah yaaaaa...Perut gak lagi dalam keadaan kosong ini. Jadi aman gak akan masuk angin.

FYI yah, jangan pernah pake baju warna putih kalau lagi rafting karena buat baju jadi berwarna agak kecoklatan. Kan sayang banget yaaaa bajunya malah gak bisa dipake lagi huhuhuuu...

Mari kita lanjutkan pengarugan yang masih belum terselesaikan. Karena masih ada sisa 4km lagi dan itu jaraknya tidak terlalu jauh. Nah next pengarungan kita ada Jeram Naga dan Jeram Panjang, perbedaannya adalah Kalau Jeram Naga, Arusnya lumayan tinggi sedangkan Jeram Panjang arusnya tidak setinggi Jeram Naga akan tetapi lebih panjang jalurnya. 

Mari kita lanjutkan sisa 4km agar sampai tujuan akhir di Cianten
Photographer juga minta difotoin. Uwokeeee tak potoinnn masnyaaaa
Cuma Bang Theo yang sadar kamera
Lihat dibelakang kami, Banyak perahu yang beistirahat sejenak di air yang tenang
Perang cipratin air sama perahu dibelakang
Perang pun masih belum berakhir dan perahu kita nabrak batu didepan
Mumpung gak ada arus liarnya, bisa dong foto sambil berdiri diatas perahu
Yuhuuuuu...Semakin sore dan tujuan akhir kami semakin dekat
Sebelum turun di akhir Rafting, Saya masih tetep mau loncat dulu dari atas perahu
Udah siap banget tahan nafas ini

Byuuuuuurrrrr

Dan inilah hal yang paling gw benci kalo pake life jacket dan helm. Kepala gw masuk booookk kedalam helm dan pelampung. Maklum semuanya serba kegedean. Ribet yaaa pake pelampung tuh

Pemberhentian terakhir kita #sigh
Perahunya siap diantarkan kembali ke basecamp 
Mari menanjaaaakkk teruuuussss di antara hutan 
Jo diantara sungai yang sepi
Selesai sudah pengarungan sungai di Cisadane 9km. Saatnya kami kembali ke Basecamp C-Aventure dengan hati senaaaannnggg. Debit airnya untung tidak kering sekali. Karena musim kemarau yang berkepanjangan. Tetap kami dapat merasakan Arus Liar di 4 titik dan hanya 2 saja yang saya tau namanya yaitu Jeram Naga dan Jeram Panjang. Instruksi yang diberikan oleh skipper tidak terlalu jelas karena suaranya yang kecil, Malah saya dan Alel yang suaranya lebih dominan karena udah kaya toa masjid kalo tiap ngomong. Hahahhaaa....

Melewati hutan sebelum akhirnya melewati perkampungan
Baru juga sampai di Basecampe C-Avanture, sudah banyak dari mereka yang berlarian agar bisa mandi duluan. Mungkin mereka sudah kedinginan kali yah, Makanya deh buru-buru incer toilet. Kalau saya sih nyantai dulu karena perut terasa lapar. Jadi bisa ngemil dulu deh sambil nunggu antrian didepan kamar mandi yang sudah penuh. Cukup lama saya da Jo menunggu giliran. Bang Theo dan Alel sudah mandi duluan dan lucunya lagi mereka mandi berdua lagi. Hahhaaaa...Dasar lelaki ajaib. Sedangkan saya dan Jo masih menungu 2 antrian lagi. Dari Roti, Chiki sampai kacang sudah habis kami babat saat menunggu giliran mandi. Tapi masih juga belum selesai. Sampai akhirnya tibalah giliran kami yang bisa mandi juga. Setelah semuanya sudah mandi, Kami disediakan Pisang Goreng. Tiap makan pisang saya kira banyak batu didalam pisangnya padahal itu semua biji pisang. Bijinya gede-gede banget dan keras pula pas digigit. "Iiiiiihhh pisangnya banyak batunya nih | Batu apaan sih ian | Iniiii keras banget digigitnya | Itu biji dari pisaaanggg Dian, Bukan Batu | Oohhh bukan batu yah | Bukanlaahhh...Namanya aja Pisang Batu | Oh Oke..Sorry hahahaha


Toilet cuma 5 pintu
Kita lagi kpoin temennya Alel
Boooww ada doorprize juga loohhhh
Menanti nama kita dipanggil satu persatu
Doorprizenya berupa Kaos, Celana dan Casing Hp untuk didalam air
Peserta yang mengambil kertas yang sedang dikocok
Pukul 19.00 PM Kembali ke Ciledug dengan suasana gelap gulita sepanjang perjalanan. Hanya ada lampu sorot dari Bus Kampus dan hanya beberapa kami temui rumah penduduk. Memang masih pedalaman sekali Ciampea ini. 

Disaat yang lainnya tertidur pulas, Saya sibuk mendownload foto agar bisa dishare ke yang lain. Gak lama kemudian ada suara dari belakang yang bilang kita dari tadi kok muter-muter aja sih, gak gerak juga. Salah jalur ni bro....Dan bener aja dong sempet nyasar dikit di Pamulang. Hihihihii.... Saya sih tetep sibuk mendownload foto karena gak tau jalan juga. Setelah sampai di Ciledug, Macetnya luaaarrrr binasaaaaaa...Sama sekali gak gerak bro. Gak lama dari foto dibawah ini, Saya, Jo, Alel dan Bang Theo memutuskan untuk jalan kaki daripada harus stuck didalam Bus Kampus. Ternyata sampenya kita duluan loh Tapi gak lama kemudian Bus Kampus datang. Buahahhahhahaa...

Macet di Ciledug

Nongkrong dulu bentaran di Roti Bakar 88 biar gak laper bangeeettt







1 komentar:

Please Comment and Follow ya guys ^.^

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93