Jumat, 18 September 2015

Tour Guide Pulau Harapan

Dadakan memang untuk berkunjung ke Pulau Harapan. Tapi setidaknya bisa bertemu kembali dengan para tour guide Pulau Harapan. Saya pun juga sama kok, dulu pernah jadi tour guide Pulau Harapan. Tapi karena ada beberapa alasan yang membuat saya stop sementara waktu menjadi tour guide.

Makanya deh udah lama gak maen ke pulau yang sangat fenomenal ini. Jelaslah saya bilang fenomenal, Karena sekarang pengunjung Pulau Harapan sudah ribuan. Padahal ya dulu tahun 2014 masih ratusan loh pengunjungnya.... Luaaaarrrr biasaaaaa.

Mas Elung dan Bang onel saja kini penginapannya jadi semakin bertambah. Hebat yah perkembangannya pesat sekali. Saya aja sempet kaget sih setelah sampai Pulau Harapan. Makin padat aja pengunjungnya. Belum lagi yang awalnya parkiran ojeg a.k.a kapal hanya sejajar dengan dermaga Pulau Harapan. Namun kini sudah semakin melebar, bahkan ada dermaga lain yang sudah dibuka, samping Pulau Harapan. Amaziiingggg....Pulau Harapan lagi booming yaahhh.

Sabtu, 12 September 2015
05.30 AM Sudah sampai di Pelabuhan Kaliadem, Lebih cepat dari biasanya karena saya jalan dari rumah jam 5 pagi. Keberangkatan kapal carteran kami tepat pada pukul 08.00 AM. Jadi masih harus menunggu sampai kapal mulai jalan. Gak masalah sih, kalo udah ngobrol juga pasti saya lupa waktu kok. Bukannya apa-apa, udah setahun juga gak ketemu Mas Elung yang selalu membantu saya agar perjalanan open trip berjalan lancar.

Keramaian penumpang di Pagi hari

Bayar Peron sebesar Rp. 2.000. Kalau bayar biaya kapal tetap dilakukan didalam kapal yag ditumpangi

Sebenarnya sebutannya Pelabuhan Kaliadem, Tapi tertulisnya tetap Pelabuhan Muara Angke

Gak perlu khawatir kalau gak bawa minum, topi atau sunglasses. Disini sudah banyak jajanannya

Pemandangan yang tidak seperti biasanya. Cool!!!

Masih sangat bersih dan bebas dari sampah

Yaudahlah yaaa...Anggap aja gw naek yang disebelah ini
Kalau mau coba sensasi goyang atas bawah, berdiri aja diatas gabus ini
Yaahhh anggap aja lagi di Singapore *ada yang bilang gitu*



07.00 AM handphone pun berdering dengan nomor yang tidak saya kenal. Ternyata Rully yang telpon menanyakan Apakah saya ada di Pelabuhan Kaliadem atau tidak. Maklum nih bocah sebelumnya bilang mau ke Pulau Harapan hari Kamis. Tapi gak tau kenapa tiba-tiba udah nongol aja di Pelabuhan Kaliadem pada hari sabtu. Walhasil kita ngetrip bareng khusus untuk Para Tour Guidenya Pulau Harapan.
Biaya kapal saat ini sudah berubah dari sebelumnya, Kini harganya sebesar Rp. 50.000. Mayanlah naik 10.000 dari harga sebelumnya. Tapi worth it sih...Kalau lihat penampakan sekarang dengan yang dulu berubah 100 persen. Dulu Muara Angke bau banget, kotor, tidak terkoordinir dengan benar, penumpang dipaksakan naik sampai tidak sesuai kapasitas muatan kapal, belum lagi banyak sampah dimana-mana. Kini penampakan Pelabuhan untuk penyebrangan kepulauan seribu benar-benar lebih kece deh. Sudah ada penjaga yang mengatur penumpang agar tidak terlalu banyak. Sudah tidak ada lagi penumpang kapal yang duduk diatas kapal atau diujung kapal. Tapi kalo udah masuk lautan lepas, bebas deh tuh penumpangnya mau duduk dimana juga.

Kita masih menunggu penumpang lainnya

Beginilah penampakan dalamnya kapal. Dulu mah, Gak ada tuh bangku-bangkuan kaya gtu
08.00 AM Semua peserta yang akan dibawa Mas Elung sudah lengkap. Seharusnya ada 100 peserta yang akan datang tapi sayangnya banyak yang cancel 20 orang. Jadi cuma 80 peserta aja yang ikut trip ke Pulau Harapan. Perjalanan kami pun dimulai dengan pantauan Penjaga Pelabuhan Kaliadem dengan seragam rapi lengkap dengan topi dan handy talkie. Semua penumpang tidak boleh ada yang keluar dari kapal sampai dengan batas yang telah ditentukan. Setelah sudah merasa cukup jauh dari Pelabuhan Kaliadem, Saya pun gak sabar untuk langsung incer ujungnya kapal. Seriously saya tuh paling suka duduk diujung kapal karena berasa terbang saat ombak muncul dan kita harus melewati ombak tersebut. Dengan mengikuti ombak, Kapal pun lebih berasa guncangannya seperti naik kora-kora. Jangan pernah dicontoh yaaaa, Sebenarnya berbahaya dengan kondisi laut yang sedang berangin dan mengakibatkan ombak tinggi tapi saya masih tetap duduk diujung kapal sampai tujuan. Memang sih mayoritas yang duduk didepan kapal cowok smua. Tapi untungnya ada temen yang bisa jagain disamping dan belakang. Ada Rully dan Mas Elung yang juga ikut duduk didepan kapal. Perjalanan 3 jam dilautpun tak terasa sama sekali, sampai gak engeh kalo kaki sudah menggelap karena teriknya sinar matahari dipagi hari. Oke kaki gw belang kaya pake kaos kaki -___-"

Masih tetep narsis walopun sepatu dan celana sedikit basah karena cipratan air laut
Yuhuuuuu...Bahagia itu kalo bisa duduk diujung kapal
Kakipun semakin hitam karena teriknya matahari. Macam pake kaos kaki deh yaaa, BELANG

Nah yang pake kaos kuning itu si Rully
Pukul 11.30 AM Kami tidak turun di depan Dermaga Pulau Harapan melainkan di samping Pulau Harapan ada dermaga baru juga. Saya dan Rully pun yang sering bolak balik ke Pulau Harapan juga tidak tahu menau kalau Pulau Harapan punya 2 Dermaga. Walaupun agak sedikit jauh yaaa ke Penginapan kami yang berada tepat dipaling depan dekat Dermaga Pulau Harapan. Entahlah yaaa yang disamping itu dinamakan Dermaga apa.

Hohohoo...Bentar lagi sampe

Sebelum sampai di Dermaga, Kapal kami sempat tersangkut dibebatuan kecil yang berada di dekat Dermaga itu. Karena terlalu dangkalnya air laut disana. Jadi cowo-cowo yang lagi leyeh-leyeh didepan kapal ikut bantu orang ABK nya untuk dorong kapal.

Merekalah yang bantu petugas ABK untuk dorong kapal

Untungnya dangkal, jadi bisa dorong kapal

Sebelum Dermaga ada gunukan pasir seperti ini

Tergoda gak sih kalo liat air laut bening gini

Sesampainya di Dermaga kami disambut Bang Onel yang sudah mempersiapkan homestay. Lucunya Bang Onel kaget liat penampakan saya yang sudah berbeda. Katanya sih kulitnya makin hideuuunggg a.k.a iteeemmmm. Hahhahaha..perasaan sih gak item yaaa. Hihihiiii...

Seperti biasanya, kalau sudah sampai dihomestay yaa beberes barang bawaan untuk snorkeling tar siang. Karen kami gabung sama trip yang sedang berlangsung. Jadi ngaretnya parah banget yaaa. Lama banget nunggu ibu-ibu bedandan dan istirahat

Beginilah penampakan Homestay yang disediakan Bang Onel

Lengkap dengan toilet didalam kamar

Fasilitas Homestay dengan TV
14.00 PM barulah kita mulai Hopping Island. Biasanya kalau saya bawa tamu pasti langsung snorkeling tapi kali ini tidak, Melainkan langsung bersandar di Pulau Perak. Senangnyaaaaa Pulau Perak telah dibuka untuk umum. Padahal taun lalu hampir setahun Pulau Perak tidak boleh untuk umum. Tetap dengan kecantikan dan keindahannya yang mempesona. Tidak pernah bosan ke Pulau Perak ini.
Penampakan Pulau Perak dari kejauhan

Foto ini diambil dari Dermaga

Kini Pulau Perak sudah ada Banana Boat. Dulu mah mana adaaa

Disinilah tempat para pengunjung dapat menikmati cantiknya Pulau Perak

Pasirnya lembut juga Putih

Siapa sih yang gak mau foto ditempat seindah ini

Pengen rasanya kliling Pulau Perak, Tapi diujung sana banyak cowonya. Ngeri hahaha....piss

Nikmatilah keindahan yang ada didepan matamu

Jadi gini ceritanya : Gw disuruh buru-buru karena mau pindah lokasi. Gw minta bungkus dong air kelapanya. Bener sih dibungkusin, Tapi kan gak sama batok kelapanya juga -___-"


Kelapanya segeerrr dengan tambahan es batu didalamnya
Gw dan Mas Elung lagi nunggu rombongan ibu-ibu yang tak kunjung tiba

Masih di Pulau Harapan ini

Masih pengen pamer Pulau Perak

Bening banget yaaaa

Yuhuuuuu...Snorkeling pun dimulai juga. Segitu udah nungguin dari tadi biar bisa renang. Akhirnya bisa juga renang disini. Well agak kecewa dikit sih karena gak snorkeling di Pulau lain yang masih ada coralnya. Tapi malah disini, yang kamu liat hanya hamparan pasir putih saja. Memang banyak sekali ikan yang berkeliaran kesana kemari. Tapi sayangnya ikan disana kurang cantik. Jadi yah anggap aja lagi brenang di kolam pribadi.

Hai..Hai..bisa juga foto kaya gini. Bagian atasnya keliatan sedikit
Lagi benerin Goggle ternyata timelapse masih nyala


Beginilah penampakan ikannya :'(

Airnya keruh jadi gak begitu jelas

Kapal yang kami gunakan untuk Hopping Island

Sebentar banget snorkelingnya karena ada ibu-ibu yang bilang udah kedinginan. Jadi kita masih melanjutkan pejalanan untuk menikmati sunset di Pulau Bulat. Masih tetap sama penampakannya dari tahun ke tahun. Tidak ada peubahan sama sekali. Beda banget sama Pulau Peak yang makin banyak ayunan dan gazebo nya. Disini masih saja tiak ada perubahan. Too bad :(

Haaiii Suncatcher

Masih tetap sama, Banyak pengunjungnya

Masih belum ciamik Sunsetnya

Daripada bosen nunggu sunset, Foto aja duluuuu :p
Aaahhhh...Akhirnya bisa juga Focus dibagian tengah dan pinggirannya blur. Ini cuma pake kamera hp loh
Semakin terlihat cantiknya
Si koko ini yaaaa...Udah tau gw mau foto. Malah didorong-dorong biar foto bareng. Hhahahaa
Baiklah setelah selesai menikmati sunset di Pulau Bulat. Kami pun kembali ke Homestay dan tetap ada acara bagi mereka para pengunjung Pulau Harapan. Kalau saya sih, yah cuma ngobrol aja sama anak pulau. Gak terlalu lama sih ngobrolnya, Karena mata sudah terasa ngantuk

Minggu, 13 September 2015
Karena mas Elung bilang kalo kita gak usah gabung dengan yang lain. Jadi kita buat trip sendiri khusus Tour Guidenya Pulau Harapan. Dan saya pun juga baru tau, Kalo mas Elung itu bday yang ke 26 tahun. Ternyata lebih muda setahun dari saya. Perjalanan snorkeling imulai pada pukul 13.30 PM karena masih ibet ngurusin pengunjung yang akan kembali ke Pelabuhan Kaliadem. Semuanya ikut kecuali Bang Onel yang gak ikut snorkeling bareng. Alesannya sih palanya pusing. Gak percayaaaaaa...Palingan males ngikut jelong-jelong. Huuuuu...


Masih nunggu yang lainnya kumpul

Masih harus nunggu alat snorkeling yang akan dibawa

Kapal kami untuk Hopping Island


Cari tempat adem ditengah kapal :p

Pengen siiihhh duduk diujung kapal. Tapi kok rasanya males banget kedepannya. Udah pewe duduk ditengah kapal

Bday Boy Mas Elung

Regi dan Nunu gak ikutan nyemplung. Payaaaahhhh...Masa cuma gw dan cowo lainnya doang sih

Baiklaaahhhh...Saya gak lama snorkelingnya karena parno liat lautan luas yang tidak ada pemandangan coral nya sama sekali. Ada sih sebenarnya tapi letaknya jauh skali dari kapal dan membuat saya lebih ekstra tenaga untuk mencapai pemandangan bawah laut. Awalnya enjoy siihhhh liat pemandangannya tapi lama kelamaan malah keabisan tenaga, sampai harus ditarik renangnya juga. Terus lagi lucunya gak ada yang bawa tangga kapal dong. Walhasil gw harus naik keatas bahunya bagel dan ditarik juga sama eko. Hahhahaa...ekstra effort banget yaa mau naik kapal juga -__-"


Macam Pulau Pribadi

Laugh when you can :)

I want to be beautiful nd free just like the sea  ;)

Sometimes you just need a beach day
Candid


Gossiping at the beach

Foto aja dulu :p

Tour Guide nya Pulau Harapan

Candid...Lagi cari spot buat duduk diujung kapal

Pulau Pribadi banget. Sepiiiiii...

Leyeh-Leyeh dulu sebelum main air

Cuacanya lagi oke banget

Ceraaaahhhh banget walopun udah bulan september


Gak akan bosen foto di spot ini

Keduluan Timelapse...Untung lagi cakep :p

Keduluan Timelapse part 2

Keduluan timelapse part 3

Banyak ayunan di Pulau Perak

Kasian Nunu...Pacarnya suka sesama jenis #eh #kidding

Candid lagi karena belom ada yang siap di foto

Masih menunggu senja

Spending your time at the beach

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Comment and Follow ya guys ^.^

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93