Rabu, 21 Oktober 2015

Gunung Andong 1726MDPL

Sabtu, 10 October 2015
Pukul 12.00 PM Setelah keliling SEMARANG  kami masih harus melanjutkan pejalanan ke Gunung Andong. Perjalanan kami yang lancar jaya walaupun agak sedikit macet sebentar tapi tak membuat kami bete selama diperjalanan.
Karena setiap perjalanan bersama teman baru pasti selalu ada cerita yang mengesankan untuk dapat diceritakan kembali ke teman lainnya. Seperti contohnya menceritakan trip-trip mereka sebelumnya yang sangat mengesankan, cerita perjalanan ke gunung rinjani yang memakan waktu hingga berjam-jam dan bercerita tentang musim hujan dan panas yang selalu dilalui oleh mereka para pejalan yang haus akan keindahan alam yang dapat disaksikan oleh kedua mata kita.

Gunung Andong terletak di perbatasan wilayah Salatiga, Kabupaten Magelang. Gunung ini belum pernah mempunyai aktivitas meletus. Gunung ini secara alternatif terletak di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Ngablak dan Kecamatan Grabag. Di kecamatan Ngablak sendiri Gunung Andong dilingkari berbagai desa seperti Desa Girirejo, Desa Madyogondo, Desa Jogoyasan, Desa Pagergunung. Namun jalur pendakian Gunung Andong di buka lewat Desa Girirejo. Jalur pendakian Gunung Andong di desa Girirejo di buka tiga jalur yaitu Kampung Pendem, Kampung Gogik, dan Kampung Sawit. Namun jangan salah para pendaki memilih jalur pendakian. Bagi pendaki yang belum pernah datang ke Gunung Andong jangan khawatir, disini anda akan diberikan penjelasan sedikit, Bahwasannya jalur pendakian yang paling dekat dengan Gunung Andong adalah lewat Kampung Pendem. Kampung pendem ini diapit Kampung Sawit dan Kampung Gogik. Jadi bagi anda para pendaki yang ingin ke Puncak Gunung Andong lewat jalur utama pendakian Kampung Pendem, Para pendaki harus melewati Kampung Sawit terlebih dahulu kalo dari arah selatan, Harus melewati Kampung Gogik terlebih dahulu kalo dari arah utara. Demikian sedikit informasinya.  Sumber

Cerahnya siang itu membuat saya gak sabar mau cepet sampai

Di Kaki Gunung Andong ada berbagai macam tanaman

Rumah yang unik dengan pemandagan gunung dibelakangnya

Pak Roso sudah terbiasa antar penumpang ke Jepara sedangkan untuk antar kami ke Gunung Andong masih baru pertama kalinya antar kemari. Sedangkan saat mengantarkan kami ke Basecamp Gunung Andong agak sedikit kebingungan saat sudah sampai di kaki Gunung Andong. Karena ada beberapa perempatan yang harus kami lewati dengan tidak adanya petunjuk arah disana. Jadi beberapa kali Pak Roso menghentikan mobilnya untuk bertanya kepada warga setempat. Hampir saja kami salah belok, Tapi karena perasaan Pak Roso tidak yakin untuk belok ke arah tersebut, Alhasil Pak Roso pun menanyakan kembali kepada warga agar tidak salah jalan. Untungnya saja benar arah belok kami, Jadi kami masih terus menyusuri kaki gunung yang berudara sangaattt sejuk.


Bila pendakian awal dari Sawit bisa langsung belok Kiri
Kalau dari Gogik masih satu arah dengan Pendem
Pendem tempat pendakian utama kami menuju Gunung Andong

Setelah ada pertigaan, Kalau kalian mau ke Gogik bisa belok kiri dan kami ke Pendem belok kanan
Dipertigaan sudah banyak sekali plang yang bertuliskan basecamp Gunung Andong. Ternyata Gunung Andong dapat dilalui dari berbagai macam jalur. Mengapa kami memilih jalur Kampung Pendem? Karena jalur pendakian dari Kampung Pendem lebih dekat dari pada jalur lainnya. Sudah sampai ujungya Kampung Pendem sempat kebingungan karena banyak sekali warga diluar degan mengenakan busana muslim, Ternyata sedang ada acara pengajian di salah satu undangan pernikahan. Ucup dengan pedenya bilang " Waahh ini nih bapak-bapak yang jaga basecamp | Sotoy luu cuuppp" dan ternyata benar saja si ucup sotooooyyy. Padahal bapak-bapak tadi baru aja pulang dari pengajian. Hahahhaa....

Gak taunya di depan kami banner besar terpampang jelas BASECAMP PENDEM. Saat nya kami turun dari mobil untuk Re-Packing bawaan kita. Berhubung kita kecepetan sampai di Basecamp, Walhasil bisa nyantai dulu disana sembari makan, beberes dan keluarin barang yang gak penting agar bisa di titipkan ke ibu warung yang bernama Bu Linda. Disana kita merasa seperti dirumah sendiri karena pelayanan dari Bu Linda sangat hangat dan ramah. Apalagi kalau udah sama si Ucup dan Dyno, Baaahhh demen kali tuh Bu Warung sama mereka berdua. Lucunya lagi kita pesan es teh manis malah dibikinin Teh  anget didalam termos nasi beserta gula dan es batu yang sudah diancurin sama Bu Linda  disampingnya. Hahahahaha...Ini sih namanya self service yaaaa, Udah gitu gak ada cidukan untuk ambil airnya lagi. Udah aja kita pake gelas plastik yang tersedia di meja. Terus lagi kita pesan nasi goreng dengan harga Rp. 6.000 murah bangetkaaannn. Tapi kalau untuk rasa ya jangan kebanyakan complain lah ya. Karena rasanya agak asem gitu, Mungkin sama Bu Linda cuma dicampur saos tomat kali yah. Gak ada rasa bumbunya sama sekali. Hahhahaa...Udahlah kita telen aja yang penting kenyang -___-"

Difoto ini bukan pemandu Gunung Andong yah

Harap dibaca teman-teman

Basecamp Kampung Pendem

Awannya cantiiiiikkkkkk

Di Kampung Pendem masih ada kompor yang begini

Pukul 15.00 PM Sudah siap untuk jalan ke Puncaknya Gunung Andong. Berdoa bersama-sama dan mengingatkan satu sama lain barang apa aja yang harus dibawa. Beberapa dari kita ada yang sewa Tenda, Sleeping Bag dan Matras. Untuk biayamya pun murah kok. Sleeping Bag Rp. 8.000, Matras Rp 3.000. Jadi kalau kalian males bawa banyak perlengkapan outdoor bisa sewa saja. Lumayan kan bisa mengurangi beban juga. 

Mariii jalan...Pertama medan yang kami tempuh sudah bertemu dengan hutan pinus. Semakin menanjak dan tidak ada yang landai. Jalur yang kami lalui memang jalur lebih dekat dengan puncak. Makanya jalurnya semakin menanjak. 
Mari kita mulai pendakian

View dari Kaki Gunung Andong

Indahnya pemandangan saat baru mulai menanjak
Beginilah pemandangan awal kami

Pendakian  di Hutan Pinus

Belum juga sejam perjalanan, masih sekitaran 20 menitan kami menanjak, Pemandangan pun berubah kelaaammm. Kanan Kiri hanya hamparan abu bekas dari kebakaran. Dulu pemandangan hijau pun sudah tak terlihat. Hamparan hijau kini berubah jadi hitam. Sebagian Pohon Pinus menguning dan ranting pun juga menguning

Dyno, Dian, Frelly dan Benti

Nita, Dian, Frelly dan Benti

Pemandangan kami selama menanjak


Keren sih yah kelihatannya, Tapi kasian juga kalau ini semua bekas kebakaran
Masih terus menanjak, Hanya beberapa kali kami isirahat untuk ambil nafas sebentar lalu lanjut lagi kembali perjalanan kami. Masih dengan pemandangan yang menyedihkan. Kanan kami jurang dan jalur yang kami lalui pun hanya setapak. Masih juga belum bertemu teman kami yang sudah lebih dulu menanjak. Mereka yang bawa carrier 60L jalan lebih dulu karena gak mungkin untuk terus menunggu kami yang jalannya super lelet karena nafas senin kamis, Jadi gitu deh lamaaaa. Sampai akhirnya kami melihat tempat untuk beristirahat yang terbuat dari kayu. Mereka sudah berada diatas sedari tadi untuk menunggu kami yang jalannya kelamaan. Dyno pun cowo satu-satunya yang terus berada dibelakang kami

Yuhuuuu....Kita berkumpul kembali
Masih belom pada siap. Jepreeettt :D
Sore itu di pelataran Hutan Pinus
Ada yang kurang dari foto ini. Iya Kurang...Karena gak ada gwnya
Itu gw bagian tukang poto hahaha..
Lanjut lagi menanjak dengan kekuatan yang sama. Saya selalu dibagian paling akhir bersama Frelly, Benti dan juga Dyno. Nah kalau Nita sih emang dia selalu bagian sweeper. Jadi selalu nungguin kita-kita yang jalannya supeeerrr lelet. Kalau lagi istirahat sambil foto-foto terus lagi kalau ngos-ngosan dikit juga berenti sebentar. Udah gitu kalo tanjakannya yang memerlukan lutut ketemu dagu, Ya harus lama dulu mikirnya kalau naik harus pake cara apa. Emang butuh perhitungan kalau tiap ada tanjakan curam. Hahhahaayyy bahasa gw gak bangeeettt tsaaayy

No editan sedikit puuunnn...Emang kece banget nih gw nya. Eh salah pemandangannya denk
Perhatikan 2 gunung dibelakang kami



Gak ada bosennya kalau pamerin foto gunung

Suka banget sama awannya. Kadang ingetnya sama si awan kinton
Kerennya kebangetaaannnnnn...Gunung dislimuti awan kinton
Hap..Hap...Hap...Semangaaattttt Bentiiiii

Mereka siap menanjak kembali

Frelly kerepotan untuk menanjak karena pasirnya licin
Lagi lagi kami istirahat kembali karena tanjakannya curam sekali
Kami kloter terakhir yang nanjak
Biasan Matahari dibalik bukit
Guys...Lo gak keliatan keren kalau coret-coret kaya gini.
Come on lah guys...Tinggalin jejaknya kaya gw dong. Selfie aja sono dibatu -__-"
Kawan perjalananmu masih harus dilanjutkan karena masih jauh untuk mencapai pucak, Sedangkan kabut sudah akan turun. Keadaan sore itu hampir saja gelap. Padahal masih jam 5 sore loh, belum lagi angin yang semakin kencang membuat kami harus beberapa kali berhenti agar dapat seimbang dalam menghadapi perjalanan menuju puncak. 
Hayooo om wastu semangaaattttt!!!
Kabut sudah mulai turun
Om Teguh gini-gini fisiknya okeloh
Karena kabut turun dan membuat perjalanan kami selalu terhenti, Jadi demi keamanan, kami tidak melanjutkan perjalanan menuju puncak dikarenakan kabut yag membuat pandangan kami kedepan tidak terlalu jelas. Hawa pun semakin dingin. Ucup dan Om Teguh juga sudah cek kondisi di Puncak Andong yang sebenarnya masih bisa untuk tenda kami dipasang disana. Tapi karena anginnya yang terlalu kencang khawatir terjadi sesuatu yag tidak diinginkan. Walhasil kami pasang tenda pinggir jurang yang tertutupkan tebing agar angin tidak terlalu kencang menghempas tenda wanita.

Ucup dan Dyno sedang memasang tenda saya dan cici
Kondisi cerah kembali karena kabut sudah menghilang dan mereka sedang istirahat sejenak
Tenda pertama sudah jadi juga
Tenda kedua pun juga sudah jadi
Saatnya mereka memasang tenda khusus para lelaki, Kita cewe-cewe menyiapkan  makanan
Pukul 18.00 PM Langit semakin gelap, Kami pun sudah sedari tadi didalam tenda untuk menyiapkan makan malam buat kita semua. Kondisi angin masih saja kencang. Kami kesulitan unuk menyalakan kompor, Segitu tenda sudah ditutupi oleh matras agar agin tidak masuk. Tapi tetap saja harus ekstra sabar memasak makanan malam karena api dari kompor mati mulu. Sempet ada accident dikit saat masak ikan bandeng, minyaknya nyiprat dan kena tanganya Nita dan saya. Langsung buru-buru dikasih odol, Jangan ditiru ya guys...Karena kalau luka bakar itu gak baik dipakein odol. Lebih baik langsung dikasih air yang ngucur dari atas. Berhubung kita irit air bersih, Jadi aja terpaksa pake odol.

Iris - iris didalam tenda
Nasi, Mie dan goreng-goreng
Ikan Bandeng
Beberapa masakan sudah mateng
Ini paling endes ada jamur sama brokoli
Ikannya udah mateeenggg
Ikan Teriiiiii
Martabak milor
Mari Makaaaannn dari tenda sebelah
Kalo disini cuma berempat aja
Persediaan mie masih banyak
Di tenda ini kita bobo berduaan aja. Semoga gak kebawa angin ahahahaha
Pukul 03.00 AM Kebangun dari tidur karena terdengar gemericik hujan beserta dengan gemuruh angin yang semakin kencang. Banyak sekali suara orang yang sedang mengobrol, Ternyata mereka ngedaki pagi hari untuk mengejar sunrise agar tidak tertinggal. Karena saya masih mengantuk, Saya paksa tidur kembali agar tidak kesiangan bangunnya. Untungnya sih dinginya Gunung Andong tidak separah dinginya di Gunung Prau

Pukul 05.00 AM Cepat sekali sudah pagi, Alarm saya tidak berbunyi tapi karena saya sudah terbiasa bangun pagi. Jadi saat weekend pun akan dengan sendirinya melek sendiri. Ciciiiii cepet banguuunnn | Gak mau ah cucur, dingiiinnn..| Yaudahlah gw liat sunrise sendiri aja | Ati-ayi ya cur

Keluar tenda angin semeliwirrr kencang sekali, Dinginya pagi itu menusuk hingga tulang. Tapi saya tetap mau mengabadikan sunrise seorang diri tanpa teman-teman yang lainnya. Segitu tenda mereka udah saya goyang-goyang juga, Tapi tetap saja gak ada satupun yang mau keluar. Memang sih udaranya dingin sekali tapi segeerr banget kena kulit. Tidak separah di Gunung Prau yang membuat bibir jadi kebal, Tangan keram karena kedinginan dan sampe gak kuat untuk bertahan lama diluar tenda. Walaupun gitu, Banyak kok pendaki lainya yang sibuk mengabadikan Golden Sunrisenya Gunung Andong. Keren juga kok viewnya tapi sedihnya gak ada yang bisa dimintain tolong untuk fotoin saya di Sunrise itu. Huhuhuu..

GOLDEN SUNRISE GUNUNG ANDONG
Pukul 05.00 AM sudah seterang ini
Warnanya semakin menyala
                                                                Matahari sudah terbit
Semakin siang semakin terang



View Background Sunrise Gunung Andong dan gunung yang bersebelahan
Wefie bareng Nita dengan background sunrise nya Gunung Andong






Karena angin yang kencang, Kami masak didalam tenda
Maksa anak cowo untuk abisin mie yang udah dibuat. Hahhaa..
Kurang keren apalagi sih kita. Tidur dengan posisi miring hahhaaa...
Ucup muka sampe cemong gitu, Cici lagi liat peta Gunung Andong
Ini yang disebut bukti otentik kalau nemu semak-semak yang sebenarnya bukan semak-semak. Hahahaha..

Pukul 07.30 AM Kami sudah merapikan semua tenda dan juga kantong sampah yang tidak terpakai. Kantong plastik sampah dibuat sedemikian rupa agar masuk kedalam cover backpack mas Teguh. Semua sampah terbungkus rapi didalamnya, Tanpa tercecer sedikitpun. Tanpa perlu ditenteng atau disimpan diluar tas. Semuanya telah tersusun rapi dibalik tas backpack mas Teguh. Arah pulang kami tidak balik kearah yang sama melainkan beda arah yaitu menuju puncaknya Gunung Andong. Karena kami tidak sampai menuju Puncak Gunung Andong. Awal mulanya jalur pendakian menuju Puncak masih bisa kami lalui dengan sedikit tenanglah, Karena anginnya kadang timbul kadang tidak.
Guys..Liatkan difoto ini. Tanjakan itulah yang akan kami lewati
Siap gak siap ya harus siap melintasi tanjakan terjal
Mba Wina bela-belain minjem bendera orang
Sebelum penanjakan wefie dulu semuanya
Candid...Gak ada yang tau kalau tombolnya gw pencet
View yang cantik
Kenapa sih harus banyak coretan gitu. Niat banget lagi bawa tipe-x sgala

Lohaaaaa....Puncak Gunung Andong di pagi hari
Formasi yang gak jelas karena ada beberapa yang lihat kebelakang hahahaa...
View Gunung dibelakang gw itu Gunung Sumbing 
Masih tetep harus foto bareng Tapi ucup dan mas teguh udah jalan duluan
Gak ada kata bosen untuk mengabadikan moment indah dengan pemandangan yang indah pula
Entah ini bendera siapa lagi yang jadi korbannya mba wina
Mereka semuanya harus berpegangan satu sama lain

Ucup mukanya cemong banget

Jalan turunan ini memang tidak berbahaya tapi hati-hati dengan batu yang terjatuh tiba-tiba ya guys
Beristirahat kembali setelah sejam perjalanan
Ditempat inilah peristirahatan yang paling kece. Karena tempatnya adem dan pemandangannya kece
Wefie time
Hati-Hati yaaa teman
Yuhuuuuuu...semangat menuruuunnn teman-teman
Walaupun panasnya terik. Tapi ini matahari pagi guys. Jadi bagus buat kesehatan
Jalanan menuju mata air yang sudah tertata rapi
Airnya bisa langsung diminum
Akhirnyaaaa sampai juga dikaki gunung Andong tapi masih 300meter perjalanan kami menuju basecamp. Sebelum sampai dibasecamp kita ngaso dulu diwarung dekat gapura selamat jalan. Disana es kelapa seharga Rp. 6.000 dan buat kalian yang mau charge hp pun juga dikenakan biaya Rp. 5.000. udah ngerti duit tuh warung. Beda banget sama dibasecamp, Disana kita bisa charge hp semaunya kita tanpa ada biaya apapun

Langsung tepaaarrrrr
Pukul 10.00 AM Kami sampai dibasecamp, semua teman kami sudah selesai merapikan tas dan sudah pada mandi. Kalau kita berempat ( Saya, Frelly, Ucup dan Dyno ) memang sengaja tidak mandi karena kami akan melanjutkan perjalanan ke Pondok Kopi Umbul Sidomukti. Jadi kami hanya makan dan merapikan kembali tas bawaan kami. Barang-barang yang kami titipkan di Bu Linda pun sudah rapi semua di tas. Dan Pak Roso pun juga sudah datang menjemput kami.



Saatnya kami pulang dengan pisah arah. Kami berempat ke Semarang sedangkan teman lainnya menuju Jogja. Karena mereka harus balik ke Jakarta hari itu juga. Sedangkan kami balik ke Jakarta Senin siang. Setelah semuanya dibayar, Kami memberikan hadiah sedikit kepada Bu Linda karena Bu Linda sudah sangat baik dengan kita. Tapi Bu Linda terus menolak pemberian kami. Pake acara lempar-lemparan duit segala. Segitu udah dimasukkin ke celemek juga, tetap saja ditolak Bu Linda. Kita semua juga agak bingung sama Bu Linda ini. Kenapa sih harus ditolak? Sampai dyno ambil tissue yang Bu Linda jual agar Bu Linda tidak mikir kalau kita memberikan sedikit hadiah lebih ke Bu Linda. tetep aja loh ditolak. Sampe akhirnya ucup narik Bu Linda untuk masuk kedalam rumah terus tutup pintunya dan ucup pun buru-buru lari ke dalam mobil dan kita kabuuuuuurrrrr. Hahahahaha....so much fun today. Sempat terharu dengan kebaikannya Bu Linda. Terima kasih banyak ya Buuuuuu....Kami tidak akan melupakan keseruan Bu Linda yang cablak itu. Segitu udah digodain sama bocah-bocah berondong. Bu Linda malah ngoceh-ngomel manja hahaaayyy....
Bu Linda yang susah banget diajak foto bareng
Byeee Bu Lindaaaaaa
Baru juga beberapa menit melanjutkan perjalanan mereka sudah tepaaarrrr
Perjalanan kami masih belum berakhir sampai sini. Karena kami harus ke Semarang dan lebih tepatnya lagi kami harus ke Pondok Kopi Umbul Sidomukti untuk membersihkan badan kami dari debu dan kotoran. Kali ini perjalanan kami lengkap dari wisata Rohani, Wisata Budaya dan Wisata alam. Thank you kaliaaaannnnn yang selalu menyempatkan waktu untuk bisa menikmati keindahan alam bersama-sama dan saling memaklumi sifat kami semua




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Comment and Follow ya guys ^.^

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93

Copyright 2012 Dian Juarsa. Diberdayakan oleh Blogger.