Selasa, 12 Juli 2016

Sunrise di Gunung Lembu


Lebaran tahun ini jatuh pada tanggal 6 July 2016 tapi sayangnya selama liburan panjang saya tidak punya planning kemana-mana, Pulang kampung juga gak. Hanya jaga kandang aja di komplek yang semakin sepi karena banyak yang mudik.
Iseng scroll down instagram sampai akhirnya ada salah satu akun yang menawarkan via feratta di Gunung Parang dengan harga yang sangat bersahabat Rp 65.000 / orang untuk ketinggian 100 meter.
Memang sebenarnya sudah lama saya incar via feratta ini tapi beberapa akun yang menawarkan via feratta harganya tidak bersahabat. Makanya setelah saya menemukan harga yang pas langsunglah saya racunin teman-teman yang pernah ikutan rope jump sebelumnya. Gak mungkin dong mereka nolak. Dan benar saja...Ayu, Mike dan Ramdan tertarik dengan ajakan saya untuk ke Gunung Parang via feratta. Tapi saya pun gak mau kalau jalan ke Purwakarta hanya ke Gunung Parang saja karena disana juga ada Gunung Lembu. Makanya kita bikin rencana untuk bermalam di Gunung Lembu setelah itu baliknya baru langsung ke Gunung Parang. Setelah chat panjang kali lebar akhirnya kami memutuskan untuk jalan ke Purwakarta setelah jumatan dan janjian di Teminal Kp. Rambutan.


Friday, 8 July 2016
08.50 AM Saya sudah bergegas ke stasiun Sudimara untuk janjian sama Mike biar bisa bareng ke Terminal Kp. Rambutannya. Jarak dari rumah ke st. Sudimara tidaklah jauh dari rumah jadi saya datang lebih cepat dari waktu yang telah dijanjikan. Yaasss setelah saya mengabari Mike untuk dapat datang lebih awal, Akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Terminal Kp. Rambutan dengan menggunakan transportasi umum. Angkutan arah Ciputat Rp. 6.000 lanjut naik Koantas arah Terminal Kp. Rambutan Rp. 8.000. Tapi untuk perjalanan saya menuju Terminal Kp. Rambutan gratis karena dibayarin sama kakek-kakek yang duduk disamping saya. Awal mula tanya kuliah dimana dan si kakek cerita tentang kualitas kampus di Indonesia dan Luar negeri. Omongannya berbobot sekali ya kek. Setelah itu ngomongin Presiden Indonesia sampai akhirnya ada kenek yang minta ongkos ke para penumpang. Dengan cepat saya pun mengeluarkan uang agar bisa sekalian bayarin si kakek. Tapi kakek ini malah ngomel-ngomel dan bilang "Jangan dek kamu masih kuliah pegang saja uang kamu | Tapi kan kek saya udah kerja, kan saya bisa kuliah karena saya kerja kek | Tetap saja kamu masih harus bayar kuliah, udah kakek bayar sendiri aja sekalian sama kamu. Lagian saya masih kerja (sambil nyodorin duit ke keneknya)" Baru kali ini ketemu kakek yang punya pridenya tinggi sekali sampai saya pun ikut dibayarin sama kakek ini. Susah emang kalo ngotot sama si kakek biar saya bisa bayar sendiri, Malah kena petuah ini itu. Panjang deh urusannya -__-"

12.05 PM Saya dan Mike orang yang pertama tiba di Terminal Kp. Rambutan. Tadi sih Ayu bilangnya bakalan sampe duluan tapi ternyata malah kita berdua yang udah sampe duluan. Hahahaha...Tapi gak lama kemudian Ayu datang dan akhirnya kita semua nungguin si Ramdan yang bangunnya kesiangan. Setelah semua berkumpul, Kami pun langsung cari bis Warga Baru yang langsung mengantarkan kami ke Purwakarta Rp. 25.000. nah ada kejadian yang mengangetkan saat ada pengamen yang menatap muka saya dan teriak bilang "Awas mba ada pencopet" dan ternyata bapak-bapak yang kecopetan saat baru saja masuk dari bis. Ada seorang ibu yang bilang "Lain kali jangan pernah salip pengamen pak, Karena pengamen disini tangannya lihai" Wooowww pelajaran baru nih, Next time kalau mau naik bis ada baiknya nunggu orang turun aja dulu biar aman. Emang sih kalo masuk bis dempet-dempetan gitu malah bikin pencopet makin gampang ambil sesuatu dari kita.

Kami bukan wanita penunggu Terminal Kp. Rambutan *candid*
13.50 PM Setelah 20 menit kami menunggu di dalam bis Warga Baru akhirnya jalan juga bisnya. Senangnya saat diperjalanan sama sekali tidak macet tapi saat saya melihat arah sebaliknya pintu tol sudah antri dengan mobil yang baru pada mau balik ke Jakarta. Dari situ kami pun berpikir agar pulangnya bisa naik kereta karena kalau sampai naik bis pasti akan kejebak arus balik para pemudik.

Bis menuju Purwakarta Rp. 25.000
Emang duduk paling belakang asik juga karena lebih luas space nya
Karena berempat jadi duduk dibelakang




15.45 PM Kami sudah tiba di Purwakarta, Sama sekali gak macet dijalan dan waktu perjalanan kami pun terlalu cepat kalau langsung ke Gunung Lembu. Maka dari itu, Kami langsung tanya orang sekitar agar dapat menuju Stasiun Purwakarta untuk beli tiket pulang ke Jakarta. Dari pertigaan Percog (Kalau gak salah tulis yah) kami lanjut naik angkutan umum berwarna merah kuning agar sampai di Stasiun Purwakarta. Setelah kami mencari informasi ternyata Serayu Pagi/Malam Rp. 67.000 sissa tiga kursi lagi dan gak mungkin kami memaksakan beli tiket kalau hanya ada 3 kursi saja. Akhirnya kami bertanya kembali ke Penjaga Stasiun dan ternyata ada kerete ekonomi menuju Stasiun Jakarta kota dengan harga Rp. 6.000 saja. Wooowwww...Murah banget!!! Kita semua shock setelah tau kalau dari Purwakarta menuju Jakarta Kota juga ada kereta ekonominya. Saya pun bertanya kepada pihak penjaga apa perbedaan dari Serayu Malam dengan Kereta Ekonomi :


  1. Sudah pasti biayanya berbeda karena Serayu Malam Rp. 67.000 sedangkan Kereta Ekonomi hanya Rp. 6.000
  2. Serayu Malam bisa langsung beli tiket atau sistem booking sedangkan kereta ekonomi harus on the spot
  3. Serayu Malam tidak pernah berhenti di setiap stasiun sedangkan Kereta Ekonomi selalu berhenti di setiap stasiun
  4. Serayu Malam waktunya lebih cepat hanya satu setengah jam sedangkan Kereta Ekonomi estimasi waktu 2 jam tapi kenyataannya adalah 3 jam bro!!
  5. Serayu malam lebih nyaman tempat duduknya (Menurut Penjaga Stasiun) sedangkan Kereta Ekonomi ya alakadarnya tapi tetap ber-AC juga kok
Nah kalian sudah dapat bayangannya kan perbedaan dari Serayu Malam dengan kereta ekonomi. Jadi kalian bisa pilih mau naik yang mana. Kalau kami karena Serayu Malam sudah kehabisan tempat. Walhasil mau gak mau yah naik kereta ekonomi dan tiketnya baru bisa dibeli keesokan harinya. Dan Jadwalnya pun berbeda-beda.

Kereta Ekonomi Purwakarta - Jakarta Kota : 14.40 PM & 15.50 PM
Serayu Pagi Purwakarta - Pasar Senen : 15.42 PM
Serayu Malam Purwakarta - Pasar Senen : 03.04 AM

Setelah urusan kereta selesai kamipun cari cemilan dulu untuk ganjal perut karena lapar. Stasiun Purwakarta jangan pernah takut kelaparan karena banyak sekali penjual makanan. Kalian bisa pilih mau makan bubur ayam, mie ayam, bakso atau batagor juga semua ada disana. Sambil makan kita pun membicarakan perjalanan kami menuju Gunung Lembu enaknya naik apa karena kalau semakin sore sudah tidak ada lagi angkuta umum yang beroperasi. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk sewa mobil angkot. Memang banyak yang bilang harga pasaran mobil sekitaran Rp. 300.000 tapi saya berhasil nego dengan harga Rp. 240.000. Disana tergantung kalian negonya seperti apa karena memang wajar sih harganya agak mahal wong jauh dan medan perjalanannya pun sangat rusak dan berkelok. Kalian bisa hubungi Abah 085798085337
Stasiun Purwakarta

Lucu deh ada besi tua kaya gini. Yaaa gak boleh disia-siakan begitu saja.

Belakang gw siapa sih, Gagah banget :p

kami sedang berdiskusi untuk pulang ke Jakarta #candid
Nego dengan pak supir angkutan umum itu emang selalu jadi incaran para calo. Agak kesal juga sih kalau lagi nego harga selalu dikeroyok sama orang sana. Jadi saya nego harga sendirian. Dengan pedenya saya dekatin supir angkutan umum untuk tanya-tanya seberapa jauh perjalanan dari stasiun ke Gunung Lembu. Setelah tau seberapa jauhnya baru deh saya mulai tanya harga. Nah lucunya saat saya sedang nego harga dengan pak supir datanglah 2 orang calo mendekati kami membantu pak supir agar harga yang dikasih tetap Rp. 300.000. Saya pun bersikeras dengan harga yang saya mau yaitu Rp. 240.000. Sampai keputusan akhir mereka menolak keras tawaran saya. Dengan cepat saya pun menolak untuk tidak naik angkutan umum dari stasiun. Tadinya rencana saya cari aja angkutan umum di Terminal Ciganea. Baru juga melangkahkan kaki satu pijak. Eeehh Pak supir langsung stopin saya dan bilang : 

"Hayuklaahhh neng abah antar deh sampai Gunung Lembu tapi calo neng yang bayar | aaahhh embung...yaudah tong jadi waelah | Tong kitu atuh neng | Yaudah atuh 240.000 bersih yah. Hayuuuu atulaaahhh...Masa teu bisa siihhh | yaudahlah neng hayuklah mun kitu mah | Yeeesss!!" Berhasil juga saya mendapatkan harga yang saya mau. hihiiiyyyyy...!!!

Sewa angkutan umum. Contact Abah 085798085337

Sebelum nanjak ada baiknya makan sate maranggi dulu Rp. 18.000
Biasan mentari di sore hari
17.05 PM Kita sudah jalan ke Gunung Lembu tak terasa waktu begitu cepat dan sudah malam saja. Malam gelap gulita, Penerangannya pun sedikit ditambah lagi jalan berkelok dan rusak membuat saya pusing duduk diatas. Walhasil saya pilih duduk dibawah sambil selonjoran agar tatapan mata bisa langsung kedepan. Karena kalian tau kan kalau naik angkot itu duduknya pasti miring dan itu bikin saya menjadi mual.

Lebih enak duduk dibawah
19.00 PM Tiba juga kami di Pos Gunung Lembu. Suasana malam itu sudah banyak pendaki yang sedang berleha-leha di bale. Entah mereka akan nanjak malam atau baru saja sampai di Pos Gunung Lembu. Tapi yang pasti saat saya sampai di Pos kami harus catat nama seperti biasanya dengan biaya Rp. 10.000/orang

Lagi siapin senter ada yang fotoin #candid
Nah kita harus ijin sama bapak-bapak itu kalau mau mendaki Gn Lembu
Rute Pendakian Gunung Lembu
Selamat Datang di Gunung Lembu


19.30 PM Kami sudah memulai penanjakan menuju puncak Gunung Lembu. Suasana malam itu sudah pastinya gelap gulita dan tanjakan gak ada kata matinya. Beruntungnya kami menanjak dimalam hari karena kami tidak perlu melihat secara langsung medan yang akan kami lalui seperti apa. Pastinya tanjakan yang berupa tanah merah yang sudah terjajakan rapi seperti tangga kami lalui satu persatu. Sepanjang tanjakan sudah disediakan pegangan dari bambu untuk menolong para pendaki agar bisa berpegangan jika tidak membawa trekking pol. Inget guys jangan pernah meremehkan Gunung Lembu dengan ketinggian yang hanya mencapai 780 mdpl. kalian tidak pernah tau medan track yang akan kalian lalui seperti apa. Saya contohnya...Saya pikir medan track Gunung Lembu hampir sama dengan Gunung Munara yang notabene masih biasa saja saya lalui. Ternyata saya salah besar karena medan track Gunung Lembu tanjakan terus dan tidak ada bonus landainya. Sekalipun ada landainya pasti jalanannya berbatu dan kami harus menanjak diantara himpitan batu besar. Pos 1 dan Pos 2 kami lalui tanpa hambatan apapun. Tapi setelah kami akan menuju Pos 3 ada kejadian aneh yang membuat saya shock.
Tanjakan yang tidak ada bonusnya

Jadi gini ceritanya...Saat kami akan melewati Pos 3 Ramdan bilang didekat sana ada tempat duduk lagi jadi kita bisa beristirahat disana. Saya pun dengar ada tempat duduk seneng dong. Jadi dengan cepat saya menghampiri bangku itu dan ternyata itu bukan bangku melainkan tempat petilasan Mbah Raden Surya Kencana. Dengan cepat saya buru-buru menjauhi Tempat Petilasan itu. Gak jauh dari tempat petilasan kami menemukan ada hal yang aneh lagi yaitu ada satu daun yang bergerak sendiri sedangkan daun lainnya tidak ada yang bergerak. Saya perhatikan secara seksama karena penasaran kali aja ada kodoknya didalam atau binatang lainnya. Saking penasaran saya pun hampir aja jongkok ada apa dibalik tumbuhan itu. Tapi Mike dengan cepat memberitahu saya untuk melanjutkan perjalanan. Saya pun bergegas jalan tapi gak lama saya jalan ada sesuatu jatuh tepat disamping saya. Kaget bercampur takut menjadi satu akhirnya saya sedikit berlari kedepan. Gak lama kemudian saya melihat sesuatu yang tidak ingin saya lihat. Dengan cepat saya berhenti dan meminta Ayu untuk mendekat "Ayu mana tangan lo cepetan | Kenapa Diiii? | udah cepetaaannn mana tangan lo kesiniii" Ayu pun datang menghampiri. Sepajang perjalanan menuju tempat landai saya masih terus berpegangan tangan dengan Ayu. Akhirnya gak lama kemudian kami sampai juga ditempat para pendaki mendirikan tenda.

Sesampainya di tempat para pendaki mendirikan tenda saya cuma diam saja. Memang bukan saya biasanya yang suka bawel dan ketawa cengengesan. Makanya Mike heran kenapa saya jadi cewe pendiam malam itu. Hahahaa...Maklum biasanya saya tuh orang yang paling gak bisa diem kalau udah sampai puncak. Akhirnya Mike maksa untuk saya bercerita kenapa sikap saya aneh sekali saat di pos 3. Saya selalu bilang gak ada apa-apa. padahal maksud hati mau ceritanya besok pagi aja. karena agak ngeri kalau cerita malam itu juga. Karena desakan Mike, Akhirnya saya cerita kalau saya lihat sosok wanita berambut panjang sekali dengan pakaian putih lusuh persis didepannya Ramdhan. Tanpa saya sadari, Saya bercerita sambil sesegukan karena shock. Ayu terus berusaha menenangkan diri saya agar tidak terjadi apa-apa. Tapi setelah saya bercerita memang akhirnya saya pun berasa plong. Dan akhirnya kami pun sibuk membuat tenda bersama. Disana saya akhirnya bisa tertawa kembali dan bawelnya juga udah mulai keluar. Apalagi kalau udah maen cengcengan, Emang paling jago deh.


Hampir sejam kami membuat tenda tidak jadi juga karena pasaknya selalu berbeda. Entah apa yang terjadi kami kesulitan membuat tenda. Akhirnya orang yang berada di sebelah tenda kita juga ikut membantu. Dan sama juga mereka merasakan kesulitan yang sama. Tapi gak lama kemudian akhirnya kami bisa menyelesaikan buat tenda. Hahahhaa akhirnya jadi juga nih tenda. Ada hikmahnya sih kita dibantu tetangga sebelah. Setidaknya kami punya kenalan baru disana. Tenda sudah jadi, Saya dan Ayu pun bergegas masuk kedalam tenda untuk berganti pakaian karena pakaian kami sudah berkeringat karena menanjak.



Ramdan juga ikut membantu pasang tenda

Lagi bersihin muka, Si Ayu iseng motoin kondisi dalam tenda
03.00 AM Suasana pagi itu gaduh karena ada beberapa pendaki yang baru melakukan penanjakan dini hari. Berisik sekali suara mereka yang sedang mengobrol, belum lagi mereka juga setel lagu keras sekali. Saat mereka sedang berbincang saya pun mendengar apa yang mereka ceritakan. Ternyata mereka pun mengalami hal yang sama seperti saya. Mereka juga melihat sesosok wanita tapi bedanya mereka juga melihat anjing yang berkeliaran disana dan seorang bapak yang mecegat mereka agar tidak meneruskan pendakian. Entah kenapa bapak itu bicara seperti itu ke mereka. karena dari cerita yang saya dengar para pendaki itu pun bingung dengan apa yang disampaikan si bapak itu. Setidaknya saya lega karena tidak hanya saya saja yang melihat sosok wanita itu.

Karena perbincangan merekalah saya pun tidak dapat melanjutkan tidur karena berisik. Dan lucunya lagi saat saya masih tertidur ditenda hawanya dingin sekali tapi pas saya bangun hawanya hangat. Makanya lebih baik saya tidak usah melanjutkan tidur kembali.


04.30 AM kami sudah bergegas untuk menuju spot sunrise Gunung Lembu. Bukannya menanjak melainkan harus menurun. Ternyata spotnya itu berupa bebatuan besar dan disana sudah banyak para pendaki yang nongkrong dan ada beberapa tenda juga yang sudah didirikan sedari tadi.


Mohon abaikan orang yang ada di belakang saya :p

Ayu dan Dian yang udah nunggu dari subuh tapi belum nongol juga sunrisenya

Emang cuma gw doang yang eksis dengan bibir merahnya :p

Menunggu kedatangan sunrise tapi yang muncul hanya biasannya saja
Beginilah jadinya kalau lagi banyak pengunjung ada kaki oranglah di foto ini

Saat saya mengujungi Gunung Lembu ini tidak ada sunrise yang indah seperti apa yang saya bayangkan. Matahari terbit tepat pukul 06.30 AM. Kecewa sih sudah pasti karena tertutup kabut pula tapi gak apa deh, setidaknya sudah tidak penasaran lagi dengan gunung Lembu. Buat kalia yang penasaran dengan Gunung Lembu. Dibawah ini kumpulan foto sunrise beserta crowded di pagi hari





06.40 AM Kami merasa bosan berlama disini. Akhirnya kami pun kembali ke tenda untuk packing lalu turun dan melanjutkan perjalanan kembali menuju Gunung Parang. Tapi karena disana ada penjual aneka makanan. Makanya kami ngaso sebentara untuk sekedar mengganjal perut dengan Pop Mie dan juga Bakwan Goreng.

Harus naik pake tali
Satu-satunya warung di Puncak Gunung Lembu

Karena tanjakan sedikit menukik selalu ada tali yang menjuntai di Gunung Lembu
Seperti inilah medan track yang kami lalui 
Belum apa-apa udah istirahat aja hahaha :p
Mike diatas batu yang sangat besaaaarrrr sekali

Ini nih tenda yang bikin senewen kita tadi malem
Mohon abaikan orang yang ada dibelakang kita
Nah cowo-cowo ini lah yang bantuin kita pasang tenda
Mereka sih emang niat kemcer di Gunung Lembu
07.30 AM Kami sudah selesai packing perlengkapan bawaan dan siap untuk melajutkan perjalanan menuju Gunung Parang. Masih dengan track yang sama seperti tadi malam. Kami terus menyusuri tanah merah yang sudah berupa tangga. Terus menurun dan melewati semak-semak pepohonan dan juga kami melewati tempat Petilasan yang kami sangka bangku. Perjalanan yang menyenangkan kalau dilakukan di pagi hari. Udara segar dengan hangatnya sinar mentari pagi. Ditambah langit yang masih berkabut sehingga kami tidak dapat melihat pemandangan dari ketinggian. 

Good Morning Lembu
Banyak sekali track yang mengharuskan kami memegang tali sebagai alat bantu
Tanjakan dan Turunan selalu menemani perjalanan kami
Memang gak dimana-mana foto itu harus :p
Mari kita lanjutkan perjalanan kembali setelah istirahat beberapa detik
Petilasan Mbah Raden Surya Kencana
Entah apakah ini sarang burung atau apapun itu. Tapi yang pasti suka lihatnya
Yaasss turunan juga tapi lumayan agak ngeri karena licin
Jadi begini toh track yang kami lalui tadi malam
Untungnya ada pegangan bambu sepanjang tangga berupa tanah
Horaaayyy Pos 2 tempat gw nyanyi tadi malem hihihii...



Ciyee Mike abis mikirin utang sampe nunduk gitu. Buahhahaaa :p
View didepan saya yaitu Gunung Parang
Biasan sinar mentari pagi
Candid and taken by Ramdhan
Akhirnya kami tiba juga di Pos 1 dan disana sudah banyak warung yang menjajakan makanan bagi para pendaki. Sebenarnya sih Gunung Lembu ini bisa dibilang sebagai Gunung rekreasi kali yah. Karena sepanjang perjalanan saya banyak sekali anak kecil yang tidak ditemani orang tua bisa nanjak ke Gunung Lembu. Entah apakah mereka sampai puncak atau tidak tapi pastinya mereka bisa mendaki tanpa pantuan orang tua. Memang sih enaknya Gunung Lembu tracknya sudah jelas dan sudah banyak petunjuk pula. Mungkin next time saya gak mau lagi mendaki di malam hari. Memang lebih enak kalau pendakian itu dipagi hari. Karena udaranya lebih segaaaarrrrr :D

Rumah Pohon dengan view Gunung Parang
Beginilah jadinya saat foto sendiri dengan background mereka yang sibuk dengan kegiatan masing-masing
Wefie
08.47 PM Waktu yang kami tempuh seharusnya bisa lebih cepat dari pada saat menanjak. Tapi kenapa waktu yang kami tempuh sama seperti penanjakan karena kita banyak foto-fotonya dulu disana. Belum lagi kita juga banyak istirahatnya karena capek. Kami sudah tiba di Pos Gunung Lembu dan saatnya melanjutkan perjalanan menuju Gunung Parang dengan berjalan kaki. Menurut info yang saya terima dari warga sekitar kalau Jarak dari Gunung Lembu ke Gunung Parang sangatlah dekat, Hanya memakan waktu setengah jam saja berjalan kaki. Makanya saya ambil kesimpulan kalau saya yang berjalan kaki berarti memakan waktu sejam. Saya coba berjalan kaki sampai dipertigaan kami belok kanan dan masih berjalan kembali aannnndddd ting tooongggg...Jalannya mulai menanjak. Walaupun jalan yang kami lalui sudah beraspal tapi tetap saja saya merasa capek sekali. Mana bawa tenda pula, Makinlah berat beban bawaan saya. Akhirnya saya pun menyerah untuk melanjutkan perjalanan. "Ayu kita naek ojeg aja yah, Gw udah capek | Yaudah hayuk kita naek ojeg tapi mana gak ada ojeg disini | Kita cegat orang aja | Hah seriusan loh? Emang mau? | Kali aja ada yang mau | Oke" Gak lama kemudian ada anak bocah melewati tempat kami beristirahat di bale-bale. Sayapun melambaikan tangan "deekkk berenti deeekk pliiisss" dan saya pun dicuekin sama tuh bocah. Hadeeuuhhh bocah belagu, Gak lama kemudian ada seorang pemuda yang lewat "Mas stop mas, Stoooppp!!!" Dan akhirnya pemuda itupun berhenti. Hahahahaha...Lega juga. Akhirnyaaa ada juga yang berhenti. "Mas kita mau ke Gunung Parang tapi capeeekkk, Anterin kita yang mas. Berapa? | Teteh capek? | Iya mas, anterin yah. Sabaraha atuh? | teteh maunya berapa atuh? | 20.000 yah | jangan atuh teteh, 30.000 aja yah | Iiiihhh ari mas teh kumahanyaaa. Katanya maunya berapa. Makanya kita maunya 20.000 | Atuh tambah dikit ya teteh | oke kita ambil tengahnya, 25.000 yaaaahh. Gmana? | Yaudah atulah sok ikut | Horaaayyy thank youuu". Akhirnya nego kita melayang diangka 25.000. Gak apalah dari pada naik ojeg satu motor 30.000 buat satu orang. Hihiiii...

Sepanjang dijalan si Ayu kepanasan dan keluarlah payung sakti gw
Kurang tangguh apa coba bawa tenda 



Budget Gunung Lembu :
  • Angkot ke Ciputat Rp. 5.000
  • Koantas ke Kp Rambutan Rp. 8.000
  • Toilet Rp. 4.000
  • Cemilan Rp. 44.500
  • Bis Warga Baru Rp. 25.000
  • Sewa Angkot di Stasiun Purwokerto Rp. 240.000/4 = Rp. 60.000
  • Cemilan Rp. 15.000
  • Sate Maranggi Rp. 18.000
  • Sarapan Rp. 20.000
  • Aqua Rp. 7.000
  • Ojeg Rp. 25.000/2 = Rp. 12.500
  • Makan Siang Rp. 16.000
  • Via Feratta Rp. 65.000
  • Kereta Ekonomi Rp. 6.000
  • Bakso Rp. 10.000
  • TOTAL Rp. 316.000


Itinerary Gunung Lembu :
Friday, 8 July 2016
    • 13.50 Jalan ke Purwakarta dari Terminal Kp Rambutan
    • 15.45 Tiba di Pertigaan Purwakarta lanjut ke St. Purwakarta
    • 16.04 Tiba di St. Purwakarta
    • 17.05 Jalan dari St. Purwakarta ke Gunung Lembu
    • 17.56 Makan Sate Maranggi di Pasar Anyar
    • 18.07 Lanjut lagi jalan ke Gunung Lembu
    • 18.45 Tiba di Pos Pendakian Gunung Lembu
    • 19.30 Lanjut nanjak ke Gunung Lembu
    • 21.00 Tiba di Puncak Gunung Lembu

Saturday, 9 July 2016 
    • 04.30 Lanjut jalan ke spot sunrise Gunung Lembu
    • 06.30 Balik ke Tenda
    • 07.30 Turun ke Pos Gunung Lembu
    • 08.47 Tiba di Pos Gunung Lembu
    • 12.00 Mulai Parang Via Feratta
    • 13.30 Tiba di Pos Badega Parang lanjut ke Stasiun Purwakarta
    • 14.45 Tiba di Stasiun Purwakarta
    • 15.00 Antri Tiket
    • 15.30 Selesai antrian tiket lanjut cari makanan
    • 15.50 Kereta jurusan Purwakarta - Jakarta Kota tiba dan Mari kita pulang
    • 19.00 Tiba juga di Stasiun Jakarta Kota 

4 komentar:

  1. nice share dian,,i really enjoy with your blog,and fully information,keep write..success..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo eric thanks for your comment 😊😊

      Hapus
  2. wow 300ribu habisnya? mahal juga ya.. beruntung saya waktu kesana tidak terlalu ramai hehehe yang jelas di hutan bambunya banyak nyamuk ya? monyetnya juga super banyak hahaha.. main ke blog saya juga mba cerita pengalaman main ke Gunung Lembu Purwakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaiiii adhit...Saya udah berkunjung ke blognya. Padahal tulisanya udah saik banget. Asli deh!! tapi sayang kenapa backgroundnya hitam dan tulisannya putih. Saya gak kuat liatnya, jadi pusing bacanya. Hehehee...sekedar saran aja. Iya mahal karena makanannya yang bikin mahal

      Hapus

Please Comment and Follow ya guys ^.^

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93

Copyright 2012 Dian Juarsa. Diberdayakan oleh Blogger.