Senin, 05 Juni 2017

Pohuwato | Suasana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Bumbulan, Kec Paguat


"Mau kemana kita hari ini?"
"Tempat Pelelangan ikan"
"Hah..Tempat Pelelangan ikan? Serius?"
"Iyaaa di Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat"

Pengalaman pertama yang tak seperti biasanya harus ke pelelangan ikan. Entah mau ngapain kesana tapi pastinya sesekali berkunjung ke tempat yang berbeda dari biasanya. Sempat dalam hati berkata "emang ada pemandangan yang kece yah disana? apa ada yang mau beli ikan kali ya? hmmmm...entahlah kita lihat saja nanti"

Sempat bingung apa sih istimewanya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Bumbulan Kecamatan Paguat, Sampai kami harus berkunjung kesana. oke kali ini saya akan membahas kebingungan saya yang terus bertanya-tanya dalam hati apakah tempat tersebut dapat memberikan kesan yang begitu mendalam dan berarti buat saya?


***

Sesampainya di desa Bumbulan cuaca sangat terik sekali, banyak bapak-bapak yang berkerumun mengelilingi ikan hasil tangkapan nelayan. Suara bapak yang begitu cepat menyuarakan angka demi angka yang saya pun tak mengerti apa yang dikatakannya. Satu persatu bapak-bapak yang berkerumunan itu pun saling bersahutan menyebutkan angka yang diinginkan. Saya pun semakin tak mengerti dengan ucapan mereka yang begitu cepat dan saling bersahutan. Ternyata mereka yang berkerumun itu adalah pedagang ikan.
Tempat Pelelangan Ikan Desa Bumbulan

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat berdiri sejak tahun 2003 bertepatan berdirinya Kabupaten Pohuwato. Awalnya Tempat Pelelangan Ikan ini dibuka dari pukul 06.00AM - 19.00PM namun seiringnya banyak warga yang tertarik untuk hadir di pelelangan ikan ini maka Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato buka 24 jam. Wooww!!! memang luar biasa tempat ini tidak ada jam istirahatnya. Nelayan terus bergulir membawakan hasil tangkapannya yang akan diburu oleh para pedagang ikan setempat. Good job!!

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Bumbulan, Kec Paguat, Kab Pohuwato memiliki Juru Lelang terbaik yang bernama Tunce Polumulo yang sudah menggeluti profesinya sebagai Juru Lelang selama 10 tahun. Pak Tunce ini juru lelang yang pernah mendapatkan penghargaan loh. Pak Tunce memiliki keunikan yang sangat khas saat menyebutkan angka-angka dalam proses lelang berjalan.
Juru Lelang
Proses berlangsungnya Lelang Ikan yaitu saat nelayan membawa hasil tangkapan ikan ke petugas agar semua ikan yang didapatkannya harus ditimbang terlebih dahulu lalu dicatat oleh petugas. Setelah semua ikan hasil tangkapan nelayan sudah dicatat maka petugas akan memberikan catatannya ke Pak Tunce selaku Juru Lelang. Nah nantinya Pak Tunce akan menyebutkan nominal angka berat ikan yang telah ditimbang oleh petugas. Disitulah terjadinya pelelangan ikan sehingga para pedagang ikan yang berkerumun tadi saling bersahutan angka agar mendapatkan harga yang terbaik. Menarik bukan?
Nelayan yang membawa hasil tangkapan ikan

Para nelayan hilir berganti datang membawa ikan hasil tangkapan, Saya sempat heran ada anak kecil yang juga membawa begitu banyak bawaan ikan hasil tangkapan dipanggulnya. Anak sekecil itu sangat kuat sekali membawa ikan hasil tangkapan yang kemungkinan ikan tersebut sekitar 3 kilo. Usut punya usut ternyata ikan yang didapatkan oleh anak kecil itu adalah ikan hasil boleh memungut dari nelayan yang ikannya berjatuhan saat akan dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI). 

Baru saja mau simpan ikan itu kedalam bak yang telah disediakan, Ada seorang ibu pedagang ikan yang membayar dengan harga Rp. 10.000 saja. Menurut saya harganya tak sebanding dengan apa yang sudah dihasilkan anak itu. Tapi memang begitulah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Bumbulan. Ikan yang dijajakan akan dilelang dengan harga sesuai tawaran dari para pedagang ikan.
Hasil dari ikan yang tercecer

Harga yang ada di tempat lelang ikan ini memang terbilang murah tapi semua tergantung dari hasil tangkapan nelayan. Pada musim angin atau musim hujan, hasil tangkapan nelayan akan sangat sedikit sehingga harga yang ditawarkan pun lebih tinggi. Seperti Ikan Kerapu bisa mencapai harga Rp. 60.000/kilo. Ikan Cakalang, Ikan Dehu, Ikan Lajang dan Ikan Kodi bisa mencapai Rp. 30.000/kilo. Beda halnya jika saat musimnya sedang bagus, harga ikan pun akan jauh lebih murah menjadi Rp. 20.000/kilo untuk Ikan Kerapu dan Rp. 10.000/kilo untuk Ikan Cakalang, Ikan Dehu, Ikan Lajang dan Ikan Kodi. Perbandingan harga yang sangat jauh sekali. Memang musim menentukan segalanya bagi pendapatan tiap nelayan.  
Beragam species ikan ada disini
Hasil tangkapan nelayan yang sudah ditimbang
Semua ikan segar yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) memang selalu menjadi incaran para pedagang ikan. Dengan harga yang didapatkan lebih murah, sehingga mereka dapat menjual dengan harga yang lebih tinggi. 

Tempat Pelelangan Ikan di desa bumbulan ada peraturan yang harus diikuti yaitu hanya para pedagang ikan saja yang dapat menawar harga tiap ikan yang dijajakan disini. 

Tumpukan ikan yang dilelang
Ikan Cakalang
Ikan Cakalang pemberian Pak Oyan

Saat saya sedang mengobrol sama salah satu nelayan yang ada disana. Ternyata ada salah satu bapak nelayan yang bernama Pak Oyan memberikan saya 2 ikan cakalang untuk dibawa pulang. Wuuuaahhh baik sekali Pak oyan, Saya gak menyangka ikan yang saya pegang untuk bertanya ikan jenis apa malah jadi hak milik saya. Alhamdulillah...Tempat Pelelangan Ikan ini banyak memberikan informasi yang sangat bermanfaat buat saya dan juga keramahan penduduk disini membuat saya betah berlama-lama sembari bercanda dengan pak nelayan disana. 



Terima Kasih atas kebaikan dan keramahan Pak Nelayan dan Pak Pedagang Ikan yang hampir semuanya berebutan minta difotoin. Karena mereka mengira saya wartawan tapi setelah saya memberitahu bahwa saya bukan wartawan malah tetep aja minta difotoin. Hahahaha emang dasarnya banyak yang narsis kali ya. hihihiii...

Seperti foto diatas, Saya dapat buah tangan 2 ikan cakalang dan Pak abi mendapatkan burung dari salah satu warga disana. Kedatangan saya ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Bumbulan sangat berkesan sekali karena keramahan dan kebaikan mereka dalam menyambut kami dengan baik selama melihat proses pelelangan berlangsung.


#pohuwatogoesdigital

Dian Juarsa
5 Juni 2017

3 komentar:

  1. Tulisan yang menarik karena jarang kita bisa menyaksikan Pelelangan Ikan. Tahunya ikan dalam bentuk masakan sudah didepan Mata. Pak Oyan itu baik sekali ya. Ngasi ikan segala

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa ini juga pertama kalinya liat langsung lelang ikan. Apalagi denger harganya yang murah bangeeettttt. Ikan cakalang yg aku pegang aja satunya cuma 5.000 doang. Coba kalo di jakarta...Beuuuhhhh muahaaaallll. Iya Pak Oyan baik banget ngasih ikan cakalang langsung kita bakar ahahaa

      Hapus
  2. Bok, gue paling seneng ke tempat pelelangan ikan begini. Soalnya ikannya masih seger-seger. Terus kadang seru lihat penjualnya teriak-teriak ngasih harga. T.T

    BalasHapus

Please Comment and Follow ya guys ^.^

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93