Selasa, 14 November 2017

Pasir Putih Pulau Sebuku Kecil di Anak Gunung Krakatau


Sudah lama rasanya tidak merasakan open trip lagi. Pertama kalinya saya ikut open trip saat ke Anak Gunung Krakatau tahun 2013 dan sekarang setelah sekian lama hampir setahun tidak merasakan open trip lagi. Kini saatnya merasakan suatu hal yang sudah lama tidak dilakukan yaitu ikut gabung open trip dengan Santai Sejenak

Bagi yang tidak tau apa itu Open Trip. Sini duduk bareng neng Dian, kita ngobrol dari hati ke hati yah biar paham. Jadi gini loh, Open Trip itu liburan bersama orang yang tidak kita kenal, ibarat kata liburan gabungan bersama orang yang juga satu tujuan. Tapi nanti setelah liburan bareng pasti deh bakalan nambah teman atau nambah gebetan mungkin #ups ;p

Jujur, saya sangat menyukai kegiatan Open Trip ini walaupun kadang pernah sesekali terjadi hal yang tidak mengenakan juga. Yah namanya perjalanan tidak selamanya semulus pahanya JKT 48 kok. Pasti ada aja kendala yang akan kita hadapi selama diperjalanan. Selama kita enjoy aja, pasti liburan akan terasa lebih asik. Apalagi kita liburan bareng stranger. Gak tau kenapa kalau liburan bareng orang yang tidak saya kenal justru saya bisa lebih leluasa dalam bersikap. hihihiii..

***

Jumat, 13 Oct 2017 Saya tidak langsung bergegas ke Slipi jaya karena meeting point masih jam 10 malam. Sedangkan saya sudah kelar kerja dari jam 4 sore. Walhasil masih harus menunggu beberapa jam lagi untuk bisa langsung ke Meeting Point. Beruntungnya saya punya teman yang mau nampung saya untuk menunggu dan kebetulan teman saya pun ikut trip bareng kali ini, mami kiky.

Setelah akhirnya menunggu dalam waktu yang cukup lama, akhirnya kami bertemu teman baru di Slipi Jaya. Disana sudah banyak yang berkumpul untuk berangkat bareng ke Pelabuhan Merak dengan menggunakan Bis Arimbi Rp. 35.000. 

Untuk biaya tripnya sendiri Rp. 390.000 *harga sewaktu-waktu berubah*. Oh iya kalau kalian pesan tripnya lewat  Open Trip App (Bisa kalian download di Google Play) akan ada potongan harga sesuai term and condition.  

Perjalanan menuju Pelabuhan Merak memakan waktu sekitar 2 jam. Sesampainya disana kami masih harus menunggu yang lainnya berkumpul. Setelah semuanya berkumpul barulah kami naik kapal. Inget ya guys, kalau kalian mau tidur lesehan akan ada biaya tambahan Rp. 10.000 dan kalau mau pake bantal yang tersedia pun akan ada biaya tambahan Rp. 5.000. jadi jangan lupa siapkan uang kecil disana. Kalau di kapal yang gratis cuma toiletnya aja :D

***

Sabtu, 14 Oct 2017 Good Morniiinnggggg Bakauheni, Long time no see!!! Akhirnya saya menginjakkan kaki kembali di Pelabuhan ini. Dulu saat pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Pelabuhan Bakauheni, Saya sempat kagum sama diri sendiri karena akhirnya bisa main jauh ke Lampung. Hehehehe norak yes!! tapi tak apalah, pasti kalian juga pernah merasakan hal yang sama toh kalau lagi kegirangan banget.

Untuk menuju Dermaga Canti kami harus naik angkutan berwarna kuning. Info yang saya dapat kalau kalian ingin menyewa angkutan disana Rp. 450.000 antar jemput dari Pelabuhan Bakauheni - Dermaga Canti - Pelabuhan Bakauheni. Makanya saran saya ada baiknya bersama teman kalau jalan biar bisa share cost atau kalau memang ada teman tapi jumlahnya sedikit. Kalian bisa ikut Open trip saja agar harga yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

Sesampainya di Dermaga Canti kami harus berganti pakaian karena memang tidak langsung ke penginapan melainkan ke Pulau Sebuku Kecil yang dimana pasir putih dari pantai ini akan membuat siapapun yang berkunjung akan terlena dengan keindahannya. Apalagi saya termasuk orang yang sangat menyukai pemandangan di tengah lautan yang dikelilingi pegunungan.

Dermaga Canti
Genks Krakatoa

Angin kencang, ombak terus berdeburan dan langit begitu kelam membuat saya merasa tidak nyaman dengan cuaca pagi itu. Sepertinya cuaca kali ini sangat tidak bersahabat. Sesekali matahari muncul lalu menghilang, rasanya sama seperti ditarik ulur gebetan yang gak jelas maunya apa #ehmaap

Oke Serius, jadi pagi itu memang cuaca lagi kurang bagus tapi masih bisa dilewati oleh kapal yang dimana muatan kapal dapat mencapai puluhan orang. Memang kondisi kapal kami cukup luas. Kalian bisa pilih mau duduk diatas atau dibawah. Karena saya sukanya diatas, maksudnya duduknya diatas. jadi saya lebih memilih duduk di dekat moncong kapal. Karena kalau duduk didalam takut mual. Apalagi ombaknya yang sangat tinggi, udah kebayang deh goncangannya akan seperti apa.

Ombak sudah mulai tenang saat menuju Pulau Sebuku Kecil

Awal mula kami masih bisa ngobrol sampai tertawa tapi nanti dulu, permainan belum dimulai bung. Sampai akhirnya saya merasa ketakutan karena duduk diatas kapal rasanya seperti main kora-kora bahkan melebihi dari itu. Badan saya terlalu kecil hingga akhirnya harus memeluk tari yang duduk disamping saya. Padahal saya duduk diantara sela tangga yang ada diatas kapal. Tapi tetap saja badan seakan ingin terlempar keluar dari kapal. Gak kebayangkan kalau sampai akhirnya beneran kelempar keluar kapal.

Gwen, Joel dan Tari

Ombak yang sangat tinggi membuat pemandangan saya melihat kapal dibelakang kami seperti tertelan ombak. Beberapa kali kapten terus memainkan wheel ship dengan lihai. Kapal terus mengeluarkan dentuman keras akibat hantaman dari ombak. Sesekali kami melihat amukan ombak yang terus berkecamuk membuat kapten harus mencari jalan yang aman untuk dilewati. Angin terus bertiup kencang, Ombak berkecamuk dari berbagai arah dan kami harus waspada selama dikapal untuk berpegangan erat dengan sesuatu agar tidak terlempar keluar kapal. Membuat saya tidak akan pernah melupakan moment dimana saya bisa merasa ketakutan untuk duduk diatas kapal. Weiiitss tar dulu...Duduk diatas kapal gak akan membuat saya kapok kok. Justru makin seru karena banyak sensasi yang saya dapatkan untuk duduk diatas kapal.

Setelah beberapa jam kami terombang ambing ditengah lautan, akhirnya ombak semakin menurunkan amukannya hingga kapal dapat melintasi amukan ombak dengan mulus.
Welcome to Sebuku Island
Pasir Putih berkarang Pulau Sebuku
Dari kejauhan ada pulau kecil berpasir putih yang membuat saya tidak sabar untuk segera turun dari kapal. Nama pulau tersebut yaitu Pulau Sebuku kecil, pulau yang begitu cantik dan tidak berpenghuni. Walaupun ombak siang itu begitu tinggi tidak membuat air laut terlihat begitu keruh. Menyusuri Pulau Sebuku Kecil bagian depan memang bisa tanpa menggunakan alas kaki. namun jika ingin berkeliling lebih jauh lagi, diwajibkan unuk menggunakan alas kaki karena banyak pecahan karang yang bersandar di pinggir pantai.

Pulau Sebuku Kecil memang dijadikan tempat untuk singgah sementara saja. Pasir Putihnya sangat menggoda kami untuk bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi. Pulau ini termasuk pulau terbesar yang berada di perairan selat sunda yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Pulau Sebuku bagaikan Pulau Pribadi
Ombaknya yang tenang dapat bermain di laut
Ombaknya yang cukup tenang memang membuat kami betah bisa bermain air di Pulau Sebuku. Pasir putihnya yang lembut membuat kaki saat berpijak terasa nyaman. Namun sayangnya, tidak ada ikan cantik yang berkeliaran selama di Pulau Sebuku.

Jadi bagi kalian yang senang bermain air bisa langsung saja kunjungi Pulau Sebuku Kecil ini. Sempat terpikir kalau saya ingin mengeliling Pulau ini. tapi masalahnya jalan bersama rombongan lain, jadinya takut ditinggal juga kalau ternyata mengelilingi pulau ini butuh waktu yang lama.
Girls, Beach, Bikini
Selalu cinta ditengah di suatu pulau yang dikeliingi gunung dan bukit
Tidak bisa snorkeling karena tidak ada ikannya
Tidak sampai sejam kami bermain di Pulau Sebuku karena tujuan kami selanjutnya yaitu mencari spot snorkeling diantara Pulau Sebuku Kecil dan Pulau Sebuku Besar. Memang ombak agak sedikit tidak bersahabat hingga kami berputar-putar mencari spot yang aman untuk kami singgahi. Tapi ternyata memang bukan rejeki kita juga kali yah. Ombaknya yang masih tinggi membuat kami tidak bisa turun untuk snorkeling disana. 

Jo dan Andri orang yang langsung turun dari kapal, saat akan mencoba melawan ombak yang cukup tinggi mereka pun akhirnya menyerah dan tidak melanjutkan snorkeling disana. Kami pun yang melihatnya enggan untuk ikut turun kebawah karena kesulitan melawan ombak yang cukup tinggi.

Memandang nanar teman kami yang kesulitan melawan ombak

Walhasil kami gagal untuk bisa snorkeling saat itu. Akhirnya kami harus ke Pulau Sebesi dimana Pulau tersebut ada penginapan tempat kami bermalam. Jarak dari tempat snorkeling menuju Pulau Sebesi sekitar satu setengah jam. memang jarak yang cukup jauh untuk ke penginapan kami. Sedih sih karena niatnya mau bermain air bersama ikan cantik malah gagal. Tapi tak apalah, mungkin ada lain tempat yang bisa kami kunjungi keesokan harinya.

Yuk mari kita ke penginapan untuk simpan barang dan ke pantai lainnya di sore harui. Karena pasti akan ada sunset yang cantik di pulau yang akan kami kunjungi.

Cheers,

Dian Juarsa
14 Nov 2017 

2 komentar:

  1. Seru ya... itu ada yang bawa drone apa emang udah include dari penyedia open tripnya neng? Bagus bet aerial viewnya!
    Btw, Bakauheni di Lampung, bukan Sumatera Selatan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dronenya udah include dari penyedia open trip. Jadi dapet foto itu dari mereka deh. Oiyaaaa lampung, termasuk provinsi paling selatan di pulau sumatera. Thank you sist

      Hapus

Please Comment and Follow ya guys ^.^

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93