Selasa, 13 Agustus 2013

Contoh Penulisan Feature


Jelang Ramadhan, Pedagang kolak kembali beraksi
Suara adzan tanda shalat isya sudah terdengar keras. Sebagian orang bergegas menuju masjid Al-Ikhlas dan sebagian lagi menunaikan ibadah shalat isya di rumah. Masyarakat masih menantikan keputusan pemerintah kapan tepatnya puasa akan dimulai.
Akhirnya pemerintah menetapkan pada hari rabu, 10 July 2013 sebagai hari pertama berpuasa. Akan tetapi sebagian kaum muslimin telah menjalankan ibadah puasa terlebih dahulu.

Menyambut hari pertama puasa, banyak dari mereka pulang dari bekerja lebih awal dari biasanya dan ada juga dari mereka memilih untuk tidak bekerja atau mengambil cuti di hari pertama puasa, dengan alasan ingin merasakan berbuka puasa bersama keluarga.

Safitra, wanita berambut hitam dan ikal ini, tidak pernah melewatkan untuk berbuka puasa bersama keluarga di hari pertama bulan Ramadhan 1433H.

Safitra mempunyai ide di bulan Ramadhan ini untuk membuka usaha kecil – kecilan di area komplek sekitar rumahnya. “Yah, jual kolak  aja buat buka puasa. Pasti laku deh, kan banyak yang cari di bulan puasa” terangnya sambil tersenyum.

Kolak yang dijual bervariasi. Ada kolak ubi, kolak pisang dan ada pula kolak yang dicampur dengan kolang – kaling. Tujuannya agar pembeli tidak cepat bosan dengan kolak yang dijualnya. Harganya pun relatif terjangkau, Safitra mematok harga Rp. 7.000 per bungkus.

Rata – rata penjualan Safitra 30 bungkus setiap harinya. Dengan modal kurang lebih Rp. 100.000. Keuntungan yang diterima Safitra bisa mencapai kurang lebih Rp. 150.000 perhari. “Cukup lumayan kan untuk usaha kecil-kecilan” tawa Safitra saat menjelaskan keuntungan yang dia terima setiap harinya.

Safitra menjelaskan dengan keuntungan yang dia dapat selama bulan Ramadhan untuk tambahan biaya pulang kampung. “Kampung saya jauh, jadi harus cukup perbekalan selama di perjalanan, belum lagi untuk salam tempel keponakan disana”. Terang Safitra dengan wajah yang penuh antusias.

Tak hanya sekedar mencari keuntungan semata. Tapi Safitra mencari tambahan biaya untuk keluarga nya di kampung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk ah komen daripada cuma sebarin Spam

Copyright 2012 Dian Juarsa. Diberdayakan oleh Blogger.