Senin, 08 Agustus 2016

Freedive at Ragunan Swimmingpool

Kolam khusus para Scubadiver (Self Contained Underwater Breathing Apparatus)
Keinginan untuk bisa Freedive sudah dari tahun lalu tapi sayangnya saya belum juga menemukan teman yang dapat membantu saya untuk mengajarkan bagaimana teknik Freedive yang harus saya lakukan. Tahun lalu teman saya pernah ngajak untuk ngecamp di Pulau Papatheo dengan teman divingnya sembari latihan Freedive di tengah laut.
Excited banget dan saya pun tertarik untuk bisa ikutan gabung dengan trip mereka. Tapi sayang kenyataannya tidak sebanding dengan apa yang saya pikirkan. Memang sih benar adanya mereka latihan Freedive di tengah laut tapi tidak untuk mengajarkan kita basicnya Freedive. Sedih campur kecewa sudah pasti karena mungkin saya terlalu berharap tinggi dengan mereka. Tapi tak apalah ya, Mungkin next time akan bertemu dengan orang yang tepat untuk bisa benar-benar mengajarkan saya Freedive dan bisa belajar bareng.

Ternyata apa yang saya pikirkan tahun lalu bahwa saya pasti akan bertemu dengan orang yang bakalan mengajarkan saya teknik Freedive jadi kenyataan. Istilah kata nih "wish come true" mun ceuk sundanya mah. Hahahaha...

Liat postingan @dicodic yang lagi asik menyelam dengan gaya mermaidnya bikin saya penasaran. kali aja kan dia punya komunitas dan saya bisa ikut gabung. Walhasil saya pun tanya langsung orangnya and viola...Ternyata dia memang sering latihan Freedive. Jadi saya bisa ikut gabung minggu ini di Kolam Renang Ragunan. Yasalaaaammmm jauh aja yaaa di Ragunan. Tapi gak apa deh jauh juga aaaaiiii jabanin biar bisa menyelam dan gak panikan kalau udah dikedalaman. Maklum semakin kedalam pasti agak gelap dan gak tau kenapa saya suka sesak kalau berada di tempat gelap

Sabtu, 6 Agustus 2016
08.30 AM Saya sudah sampai di Kolam Renang Ragunan. Padahal sih janjian awalnya jam 8 pagi tapi karena saya lapar dan harus makan dulu. Makanya agak ngaret setengah jam. Hihihiii...Untung ya si Dico gak bete :p

Shock juga sampai didepan Loket Karcis Kolam renang Ragunan karena harganya murah bangeeettt. Untuk biaya nya adalah :
  • Weekdays Rp. 4.000
  • Weekend Rp. 5.100
  • Latihan Freedive, Scuba Diving Rp. 15.000
Tau gitu renangnya disana aja yah karena puas dengan kedalamanya sampai 5 meter. Kalau Kolam Renang didekat rumah saya kan udah bayarnya Rp. 45.000 terus kedalamannya gak sampai 2 meter. Kalau di Ragunan kan lengkap, ada tempat khusus buat jumping dan kolamnya pun dibedakan untuk para diver yang sedang belajar bernapas dengan tabung. Samalah kaya di senayan, Cuma sayangnya di Senayan sedang di renovasi makanya ditutup untuk sementara waktu.

Sekedar info yang saya dapat dari Dico bahwasanyaaaa :
  1. Static Apnea : Menarik satu kali tarikan napas dengan posisi badan tetap di permukaan air dan seluruh badan dalam keadaan rileks. Ingat guys...Harus ada teman yang mengawasi kegiatan Static Apnea. Apa yang harus kalian lakukan saat Static Apnea :
    • Cari teman yang menurut kalian nyaman untuk melakukan Static Apnea agar dapat mengawasi kita saat melakukan Static Apnea.
    • Membuat perencanaan terlebih dahulu sebelum melakukan Static Apnea yaitu berupa memberitahu agar kepala tetap didekat dinding kolam dan memberitahu berapa lama waktu saat Static Apnea. Contoh : 30 detik untuk warming up lalu lanjut lagi tahan lebih lama sampai 60 detik dan begitu seterusnya.
    • Memberikan informasi berupa tepukan (tap) ke badan kita seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Contoh : saat waktu sudah menunjukkan 30 detik teman anda akan memberikan tanda tepukan (tap) di bahu kanan. Dan saat kita diberikan tepukan, ajukan jempol bertanda kita masih oke dan dalam keadaan sadar.
  2. Dynamic Apnea : Gerakan duckdive sampai kedasar kolam, lalu mengayuh fins sampai ke dasar kolam dalam satu tarikan napas dari satu titik ke titik lain. Untuk Dynamic Apnea jangan terlalu dipaksakan, Ketahui terlebih dahulu batas kemampuan kalian dan tetap harus ada yang mengawasi saat melakukan Dynamic Apnea
Begitulah info yang saya dapat dari Dico dan saya pun harus langsung mencoba berkali-kali dengan apa yang telah diinstruksikan oleh Dico. Awalnya sih memang semangat dan terus mencoba sampai batas maksimal hanya 40 detik saja. Walaupun saya terus mencoba dan hasilnya selalu sama tapi terkadang malah kurang dari 40 detik terasa membosankan. Tapi ya namanya juga masih basic, Gak langsung bisalah. Semuanya butuh proses dan dalam menghadapi proses dibutuhkannya kesabaran. Nah dari kesabaran akan membuahkan hasil yang maksimal. jadi intinya adalah sabar aja kalau emang bosen tiap latihan kerjanya cuma tarik napas buang napas doang. Hahahaa :p

Samping kiri kolam dengan kedalaman 1 - 2 meter
Dico sedang mempersiapkan perlengkapan untuk latihan Freedive
Gunanya rope yang menjuntai kebawah adalah untuk latihan Freedive saat sedang menyelam agar tubuh dalam keadaan lurus sesuai rope
Freedive gak segampang yang kita lihat loh. Napasmu menentukan seberapa kedalaman yang bisa kamu capai #tssaaaahh
Saat kami latihan Freedive banyak sekali anak sekolah yang sedang berlatih renang. Untuk kolam khusus Scuba Diving memang tidak diperbolehkan untuk anak kecil masuk ke kolam itu tapi selagi masih ada guru yang bertanggung jawab, Jadi para murid diperbolehkan untuk belajar jumping disini. Keren yah anak kecil ini pada berani loncat di ketinggian. Jujur saya waktu SD sampe SMA gak bisa renang loh. Saya bisa renang tahun 2008 sebelum saya merencanakan untuk solo travelling ke Bali. Terobsesi harus bisa renang agar sampai disana bisa maen air. Sekitar 2 bulan sebelum keberangkatan saya ke Bali hampir tiap 2 kali dalam seminggu saya latihan renang sendiri. Padahal yah bahaya loh kalo kita gak bisa renang sama sekali terus kita memaksakan untuk bisa renang. Tapi alhamdulillah loh bisa juga saya renang walaupun cuma pake gaya kodok. Biarinlaaahhh gaya apapun itu yang paling penting bisa ngambang aja. Hihihiii...

Nah ini para jagoan renang

Ni bocah satu keren bangeeettt...Doi berani loh loncat setinggi itu. Gw aja takut loncat 
Berkali-kali berusaha untuk bisa mencapai dasar. Tapi itu cuma khayalan belaka Hahahaa :p
Masih terus mencoba masuk lebih dalam lagi. Tapi sayang gak kuat napas
Kalau ini coba tahan napas sembari pegang dinding kolam
Akhirnya timbul lagi keatas
Gak disangka kalau emang jodoh pasti bertemu yah. Saat saya lagi ngobrol sama Dico dipinggir kolam ada Oma yang saya kenal tapi lupa namanya (my bad inget muka lupa nama). Saya pun datang menghampiri Oma yang masih persiapan pake fin di pinggir kolam. Oma Dewi ini dulu tahun 2015 pernah ngecamp bareng di Pulau Papatheo dan selama diperjalanan Oma selalu gabung sama saya dan teman-teman. Pokonya kita selalu sebut dia Oma Okem. Kalau gak salah dulu kita manggilnya masih tante deh hahahahaa...Tapi sekarang udah ganti dong jadi Oma Dewi. Senang juga bisa ketemu Oma ini karena yang saya suka dari beliau adalah jiwanya masih anak muda dan energik. Semangat hidupnya sangat tinggi dan banyak cerita menarik yang selalu diceritakan Oma ini. Belum lagi nih ya Oma tuh renangnya kuat banget dari ujung sampe ujung. Coba kalau saya bisa kaya gitu, beeeuuuhhh udah jadi atlet renang saya. Hahahaha *kiding*

Setelah setahun lamanya kita bertemu lagi. Yeaaayyy!!
Oma tuh sama narsisnya loh kaya eeiikkeee :p

Kelar latihan Freedive pada iseng mau loncat. Awalnya mas roy mau loncat diketinggian 2 meter. Setelah itu, Oma nantangin untuk loncat diketinggian 4-5 meter. Buahahahaha...Mas Roy bikin malu aja yah. Kalah nyalinya sama Oma yang berani loncat diketinggian 4-5 meter. Awalnya saya kira cuma bercanda loh, Ternyata gak sama sekali. Oma berkali-keli menunjukkan aksinya untuk loncat diketinggian 4-5 meter. Wooowwww...Angkat tangan Omaaaaa. Saluuuutttt!!!



Saya gak berani loncat setinggi itu karena resikonya hidung dan kuping kadang suka terasa nyeri. Lebih baik saya liat aja deh daripada ikut mencoba loncat setinggi itu. Karena dulu pernah loncat di ketinggian 3 meter, langsung saat itu juga hidung, kuping sakit dan kepala pening. 
Mereka berdualah yang berani mencoba loncat walaupun buth waktu lama -__-"
Kalo gw disini cuma bagian videoin mereka aja kok
Karena kecapean kita cuma menghabiskan waktu untuk mengobrol disini

Foto-foto juga pastinya
Selesai sudah latihan Freedivenya, Lumayan juga 2 setengah jam bikin tangan jadi keriput karena kelamaan didalam air. Mari kita pulang dan ketemu lagi 2 minggu kemudian. Karena minggu depan gak bisa latihan dulu. See youuuu teman baruuuu and nice to meet you :D

4 komentar:

  1. Masih suka diragunan mba renangnya? Saya kenal jg tuh sama oma dewi...mba ada kontaknya oma ga? Soalnya saya mau gabung dikomunitas freedivingny...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah gak pernah kesana lagi soalnya kejauhan

      Hapus
  2. Salam kenal, mbak.
    Saya pengen juga mbak belajar freedive. Gabung begitu, kena biaya berapa ya? Murah meriah tapi tetep aman... Heheheh... Mohon infonya ya, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo..kebetulan saya ikut temen sih jadi gak bayar tp sekarang udah jarang gabung lagi. Km ke ragunan aja, mereka selalu ada kok tiap weekend tar coba tanya2 mereka aja

      Hapus

Please Comment and Follow ya guys ^.^

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93