Rabu, 18 Januari 2017

Behind the scene Menanam Bawang Merah

Memang selalu ada canda tawa selama proses penanaman bawang ini. Walaupun hanya kita berdua saja yang turun ke sawah tapi tak membuat suasana disawah menjadi sepi malah sebaliknya. Gelak tawa terus terdengar karena banyolan yang terlontar dari Idfi. Dialah pemecah suasana kala itu yang dapat membuat seluruh petani tertawa terbahak-bahak, tidak hanya petani saja melainkan semuanya yang sedang berada ditempat itu.

Proses pengambilan gambar berjalan tak semulus yang kami kira karena banyak sekali warga setempat yang mengerumuni sawah yang dijadikan tempat untuk pengambilan gambar. Memang kesulitannya selalu seperti itu, Berkali-kali kami harus mengulang dan berkali-kali pulalah kami harus pindah tempat agar tidak terlihat kerumunan warga setempat.

Berjalan di lumpur gampang-gampang susah


Idfi sedang menjelaskan penanaman bawang merah
Menanam bawang ditemanin Ibu Karyah
Bapak petani sebelah saya terus mencangkul agar tanah gambur
Memang selalu ada kendala yang membuat kami harus mengulang berkali-kali. Justru disitu serunya sih, kami harus tampil senatural mungkin seakan-akan tidak ada yang sedang mengambil gambar.

Saya dan Idfi selalu tertawa dengan tingkah masing-masing. Seperti halnya dalam penanaman bawang merah yang kadang sangat susah ditancapkan diatas tanah karena terlalu kering tanahnya. Sebenarnya sebelum ditanami bawang merah, tanah itu harus di cangkul terlebih dahulu setelah itu diberi air sedikit agar tanahnya tidak terlalu kering sehingga bisa ditanami bawang.

Kita tertawa karena celotehan Idfi 
Pura-pura kepanasan ceritanya padahal mah gak keringetan sama sekali hahaha :p
Akibat punya kepala kekecilan apa yang dipake di kepala selalu miring #hiks
Lihat Pak Petani disuruh akting bisa juga loh hahaha :D
Kelakuan Idfi yang selalu membuat gelak tawa bagi yang melihatnya
Idfi baru mulai menghayati perannya sebagai Pak Petani dadakan
Akibat caping yang kegedean jadi aja ribet dipegangin mulu
Ibu Petani dadakan sibuk dengan docmartnya, Arief dan Tracy sepertinya lagi gosipin lambe turah buahahahaha 

Walaupun kotor tapi hati senang
Ibu Petani dan Pak Petani dadakan foto bareng anak Brebes
Wohoooo kelar juga pengambilan gambar di sawah yang ditanami bawang merah, Saatnya kita ganti spot ke tempat lain. Teman lain masih asik dengan berfoto bareng warga setempat, Namun ada juga yang sudah berjalan terlebih dahulu ke rumahnya Pak Noor

Lihat Rizka dan Arief macam pengasuh anak yah hihihihii :p
Yuukkss kita ganti spot lagi
Disaat lainnya antri dibelakang Kak Vika, Qoqod dan Bewok ternyata sedang berfoto
Zikri pun gak mau kalah, Kata dia nasib jadi Videographer suka gak ada fotonya hahaha :D
Setelah keliling persawahan dan menanam bawang merah, Kami masih melanjutkan perjalanan ke spot berikutnya yaitu cara pengasinan telor dan juga berkunjung ke kandang bebek agar kami tau bagaiamana sih proses pengasinan telor bebek dan apa alasanya harus bebek yang dijadikan korban #hiks

8 komentar:

  1. Kalau petaninya kayak dian sih, itu bapak-bapak yang tadinya cuma nyangkul doank, langsung ngerjain semuanya sambil gendong dian di bahu juga sanggup kayaknya.. T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buahahahaha tar yg ada gak kelar-kelar deh tuh nanem bawangnya

      Hapus
  2. namanya rizka ih, buka riska. edit edittttt...
    hahahahhaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahelaaaahhhhh gw salah mulu dah nulis namanya hahahahaa....Iyeee langsung meluncur gw edit -__-"

      Hapus
  3. Petani gokil dan butani sekseeeeh ... Bok! Kalo petani kek kita semua gak kelar2 nanem bawangnye yeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyeee yg ada kita gak panem bawang deh. Gagal jd petani!!! Hahahaha

      Hapus
  4. Petani kok seksesh amaaatt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaaaa seksi diliat darimana kaaakkk😂😂

      Hapus

Please Comment and Follow ya guys ^.^

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93