Kamis, 28 Desember 2017

Banyak spot foto di Pulau Sebesi, Lampung


Pulau Sebesi yang terletak di Desa Tejang Kecamatan Rajabasa yang kini terus merubah diri menjadi kepulauan yang cantik berpasir hitam dengan air laut yang begitu jernih membuat pengunjung enggan bergegas melanjutkan perjalanan kembali. 

Siang yang begitu terik, angin semilir membuat suasana terasa begitu nyaman dan adem.

Banyak sekali perubahan yang terasa di Pulau Sebesi. Menyusuri pinggir pantai yang begitu panas dengan pasir yang begitu hangat saat terkena kaki ditemani suara ombak yang membuat saya bergegas untuk sampai ke penginapan dan memasang hammock di pinggir pantai akan terasa nyaman.


Banyak warga yang sedang membenah Dermaga Pulau Sebesi agar layak dikunjungi oleh pengunjung dengan beberapa batang kayu yang masih terlihat berlubang karena memang sedang di renovasi membuat saya berdecak kagum akan perubahannya dari tahun ke tahun.

Terakhir saya mengunjungi Pulau Sebesi di tahun 2013 yang dimana belum ada penginapan di pulau itu. Namun kini, Penginapan di Pulau Sebesi terasa begitu nyaman dengan jumlah kamar lebih dari 5 yang dapat diisi satu kamarnya hingga 10 orang dengan satu kamar terdapat beberapa kasur, toilet dan ruangan ibadah.

Related Post :
Gunung Krakatau 2013

Sesampainya di penginapan tersedia bale dengan beberapa kursi agar pengunjung dapat berleha-leha didepan pantai. Langit biru disertai awan putih yang berbentuk unik sembari memperhatikan nelayan sedang mempersiapkan diri untuk bekerja.

Ada beberapa anak kecil yang sangat kegirangan bermain air dipantai tanpa balutan busana sedikitpun. Senyumnya yang begitu sumringah, loncat kesana kemari sembari berlari menuju bibir pantai.


Makan siang sudah terjajar rapi di meja prasmanan untuk kami santap dilengkapi dengan buah semangka. Aaahhhh buah ini lah yang memang paling segar kalau disajikan disaat terik. Makan siang dibawah pohon rindang memang selalu menjadi tempat ter-favourite bagi saya. Selain dapat menikmati angin semilir juga dapat berleha-leha dengan pemandangan lautan yang dilengkapi pohon mangrove di sisi kanan pantai.

Pulau Sebesi ini memang memiliki pasir yang berwarna hitam yang lembut saat dipijak. Air laut yang begitu jernih dengan ombak yang hanya sesekali ke bibir pantai membuat suasana terasa begitu syahdu dari suara deburan ombak.



Tak jauh dari penginapan kami terdapat pohon mangrove dan juga pohon kelapa yang berjajar rapi di pinggir pantai. Memang di Pulau Sebesi ini masih banyak perkebunan kelapa. Saat teman saya sedang berfoto dipinggir pantai, saya sibuk bermain air di pantai karena memang masih belum puas bermain air di Pulau Sebuku Kecil. makanya saat kami tiba di Pulau Sebesi, Tak sabar rasanya bisa bermain air lagi di pantai. Hihihihiii sayangnya tidak ada satu pun yang tertarik bermain air lagi di Pulau Sebesi. Biarlah saya sendirian bermain airnya, daripada pandangan nanar melihat ke arah pantai tapi tidak bisa berbuat apa-apa. lebih baik nyemplung sendirian :p

Pohon mangrove tumbuh subur di pesisir Pantai Pulau Sebesi, memang pulau ini tempat yang cukup ideal untuk tumbuh dan berkembang beragam pepohonan seperti pohon mangrove dan juga pohon kelapa.


Menghabiskan waktu dari siang hingga sore di Pulau Sebesi tidaklah terasa karena memang banyak sekali spot foto yang bisa dijadikan objek untuk dibidik oleh kamera kesayanganmu. Penginapan kami pun juga dekat dengan pohon mangrove. Usut punya usut sihkatanya masih ada buaya di sekitar sana. Kenapa saya bisa bilang begitu karena saat saya mau renang di pesisir pantai yang dekat dengan pohon mangrove, salah seorang nelayan bilang untuk hati-hati karena pernah ditemukan buaya di balik pohon mangrove. Akhirnya saya pun mengurungkan niat untuk renang disana dan hanya main air saja di pesisir pantai.


Tak hanya itu saja, teman saya yang lainpun sibuk mengabadikan moment di Pulau Sebesi. Entah itu dengan foto yang ciamik ataupun mengabadikannya dengan membuat video disana. banyak hal yang bisa dilakukan selama di Pulau Sebesi. bahkan ada juga yang tertidur lelap di hammock yang telah dipasang tepat dipohon yang berada dipinggir pantai.

Related Post :
Pulau Sebuku Kecil


Waktu berlalu begitu cepat, saatnya kami bergegas untuk menyaksikan sunset di Pulau Umang yang memiliki keindahannya saat di sore hari. Apalagi pasir putih yang begitu lembut. Pasti akan membuat kami betah berlama-lama disana.

Cheers,

Dian Juarsa
28 Dec 2017

6 komentar:

  1. Waaaaah ini pertama kali aku denger nama pulau sebesi, kece banget pantainya <3 Semoga pankapan bisa kesini juga ah, makasi infonya yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa pulau sebesi mayanlah bisa buat foto kece dsna. Cuuusss main-main ke pulau sebesi. Iyaaaa sama-sama

      Hapus
  2. Perkara buaya Dian mah gaak masalah. Udah biasa nanganin buaya darat. Eh. Hahhaa. Sebesi lumayan menarik kok. Udah ke bagian ujungnya belum ? Daerah Gubuk Seng?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhhaaa buaya darat mah bisa eike taklukin tp buaya beneran mah takut kaaaakkkk. Hah gubuk seng? Aku aja baru denger kak. Dulu taun 2013 pernah main kebelakangnya pulau yg ada sekolah dasar. Tp takut main lbh jauh lg

      Hapus
  3. Qahhh bagus banget ya lampung pantainya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaasss kaakk bangeettt. Makanya ak mau kesana lagi kesana lagi

      Hapus

Yuk ah komen sambil rumpi lebih baik, daripada cuma sebarin Spam

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93