Rabu, 21 Maret 2018

Curug Pasir Reungit Bogor yang instagenic


Seperti yang kalian ketahui bahwa di Taman Nasional Halimun Gunung Salak memiliki banyak air terjun atau yang sering dibilang Curug. Beragam ketinggian air terjun ada disana, Kalian bisa pilih ke curug manakah yang akan kalian singgahi dengan beberapa fasilitas seadanya seperti toilet dan pedagang.

Beberapa curug sudah saya datangi dari Curug Pangeran, Curug Seribu, Curug Kondang, Curug Balong Endah dan masih banyak lagi. Kalian bisa pilih air terjun mana yang akan kamu singgahi.

PERJALANAN MENUJU CURUG PASIR REUNGIT

Saya, Rizki, Robert dan Cucunk mengunjungi Curug Pasir Reungit yang lokasinya tidak jauh dari Curug Pangeran. Letak curug ini masih harus turun kebawah dengan keadaan jalan yang begitu sempit, curam dan hanya cukup dilalui oleh satu mobil saja.

Mobil kami sepertinya terlalu besar untuk melalui satu jalur yang kelihatannya tidak begitu meyakinkan untuk melanjutkan perjalanan. Walhasil kami parkir mobil didekat penjual makanan dan menitipkannya kepada penjual tersebut.

Kontur jalan yang curam kami masih harus melewati beberapa spot curug disana. Ternyata dalam satu kawasan terdapat curug lain. Tapi tujuan kami tetap ke Curug Pasir Reungit.



Kami harus berjalan kaki sekitar 7 menit menuju loket pembayaran. Perjalanan yang kami lalui begitu indah karena tepat didepan kami pemandangannya langsung pegunungan dengan jalan yang sudah tertata begitu rapi. namun sayangnya masih banyak ilalang yang sudah rimbun dan belum dibersihkan oleh warga sekitar.

Memang beberapa spot jalan ada yang rusak tapi tidak terlalu parah sehingga masih bisa dilalui. Jika kalian melakukan perjalanan dengan menggunakan motor, ada baiknya langsung saja bawa motornya kebawah karena disana pun sudah disediakan parkir motor dan mobil.

Memasuki gapura yang telah tertata rapi, kedatangan kami disambut hangat dengan gonggongan anjing yang terus menerus kearah kami. Tapi untungnya tidak berlangsung lama. Jujur, saya itu sangat takut sama anjing kecuali anjing itu sedang bersama pemiliknya yah, baru deh saya berani mendekat.

Mungkin anjing tersebut masih belum kenal dengan kami. Makanya terus menggonggong saat kami tiba di loket Pembayaran.

TIKET MASUK CURUG PASIR REUNGIT

Biaya tiket masuk ke Curug Pasir reungit Rp. 7.500/orang dengan kontur jalan yang telah tertata dengan batu alam yang terjajar begitu rapi. Ilalang yang berada dipinggir pun agak menghalangi perjalanan kami.

Buat kamu yang membawa orang tua ke Curug Pasir Reungit sangat tidak disarankan karena perjalanan menuju Curug Pasir Reungit terbilang sangat curam. 

Memang saat akan turun kebawah untuk menyaksikan keindahan Curug Pasir Reungit masih terbilang aman jika dilalui oleh orang tua. Namun saat akan melanjutkan perjalanan setelah melewati kursi yang terpajang dipinggir sebelum tangga. Disanalah keadaan perjalananmu terasa begitu menyeramkan.

Setiap tangganya hanya disekat oleh bambu sehingga keadaan tanah yang telah padat pun mengikuti sekatan bambu yang terjajar. Bahkan pegangan tangannya pun masih terbuat dari bambu, jadi janganlah kalian bersandar pada bambu tersebut karena akan sangat tidak aman.

Pijakan dari tangga satu ke tangga lainnya begitu menukik dan sangat curam saat akan turun dan naik untuk menuju Curug Pasir Reungit.


Kawasan yang begitu asri, pemandangan hijau sekeliling curug memberikan keindahan yang tak dapat terbayarkan oleh apapun, meski itu perjalanan jauh yang telah kami lalui. Sepanjang perjalanan menuju curug kami pun melihat ada rumah pohon.

Sayangnya saat kami akan menuju Curug Pasir Reungit, kami tidak menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah pohon tersebut karena ada beberapa pengunjung yang telah datang dan menempati rumah pohon tersebut.


Setiap pijakan tangga yang telah dilalui memang telah tersusun rapi meskipun untuk jarak dari satu tangga ke tangga lain terbilang terlalu tinggi. Tapi pasti ada alasannya mengapa harus disusun sedemikian rupa.

Berhati-hatilah saat akan memijakkan kaki karena tingginya tangga saat akan menurun, belum lagi licin bekas hujan yang menyebabkan tanah merah telah membaluti pijakan anak tangga. Sehingga bambu lah yang menjadi pegangan agar tidak terjatuh.


KEINDAHAN CURUG PASIR REUNGIT

Dari ketinggian memang kami telah mendengar gemercik air yang begitu deras. Belum lagi Curug Pasir Reungit telah terlihat dari ketinggian namun kami tetap harus melewati tiap anak tangga secara perlahan.

Sempat agak merasa kecewa karena hujan turun begitu derasnya sebelum akhirnya kami sampai di Curug Pasir Reungit. Saya sempat menduga bahwa air curug akan berubah warna menjadi kecoklatan.

Ternyata prediksi saya salah besar, bahkan airnya pun tetap berwarna hijau tosca. Mungkin kalau tidak turun hujan, air curug akan terlihat lebih terang dan lebih indah dari kejauhan.

Memang musim sekarang ini sangat tidak dapat diprediksi oleh apapun. Terkadang hujan terkadang cerah dalam waktu yang bersamaan.


Sesampainya di bawah kami masih harus menyusuri anak tangga yang terbuat dari tanah dan telah dibuat pijakan alami tanpa semen yang telah berpondasi disana. Maka kami pun sangat berhati-hati saat memijakkan kaki.

Kondisi curug saat itu sangat sepi, sehingga kami sangat leluasa bermain air disana. Saya pun merasakan santai sejenak di bawah gemercik air yang begitu deras. Tapi sayang saya tidak merasa berani untuk berenang ke tengah.

Cukup bermain air dipinggir saja membuat saya senang. Belum lagi kalau habis hujan takutnya ada batu yang terlempar ke bawah sehingga saya pun enggan untuk bermain lebih jauh lagi.


Curug Pasir Reungit memiliki beberapa spot yang bisa kamu nikmati sebagai jacuzzi alami. Setiap letak batu yang tersusun acak dan menurun bisa dijadikan rileksasi sejenak dengan kencangnya arus air yang mengalir.

Walaupun airnya begitu dingin tapi saya enggan untuk segera beranjak dari jacuzzi alami yang selalu saya incar setiap kunjungan ke tiap curug. Tapi sayangnya Curug ini sangat tidak saya rekomendasikan untuk bawa orang tua atau anak kecil karena medan perjalanan menuju curug ini terbilang agak sulit.

Bisa dibilang, bawa badan sendiri aja rempong (repot) banget, apalagi kalau ajak orang tua atau bawa anak kecil yang harus kamu gendong kemana-mana. Ada baiknya, ajaklah teman sebaya agar tidak terlalu merepotkan saat diperjalanan.

Noted :
- Bawalah air minum dan cemilan sendiri karena di bawah tidak ada pedagang.
- Pakailah sendal yang nyaman karena tiap pijakan anak tangga terlalu tinggi.
- Berhati-hatilah saat bermain air dibawah gemercik air, takut ada arus air kuat di bawahnya
- Simpan barang bawaan di dekat kamu bermain karena kondisi curug masih agak sepi
- Datanglah saat cerah agar dapat hasil foto yang kece banget

Sekian informasi yang saya berikan untuk kalian agar kalian dapat mengetahui medan perjalanan menuju Curug Pasir Reungit apakah aman bagi keluarga atau tidak. Terima kasih :D

Cheers,

Dian Juarsa
21 Mar 2018

14 komentar:

  1. Bogor mank terkenal dgn seribu Curug.

    Btw dah pernah cicipin Curug Naga belum mba Dian..

    Foto foto mba fotogenic bgt, aku suka ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaiii...hehee makasiii banyak. Iya Bogor emang surganya curug. Pengen bgt bisa datengin satu persatu. Aku udah pernah ke curug naga tp sayangnya pas lg musim ujan. Rencananya kalau udah kemarau mau kesana lagi sih

      Hapus
  2. Indah sekali mbak Dian. Lumayan tuh, mendaki (olahraga sebentar) terus dibayar dengan keindahan curug yang wowww....salam mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mas anton salam kenal...iyaaa indah bgt mas, lumayan bisa buat olahraga

      Hapus
  3. asyik banget nih kayaknya curugnya, ya. cuma gitu deh, gue takut lintah sama pacet, pernah ditempelin lintah pas ke Cibeureum. hiiiy...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaaa dsni aman pacet kaka. Soalnya gak lewatin rumput yg rimbun. Kalo didlm air sih aku gak pernah ditempelin pacet palingan ketemu uler air aja pernah.

      Hapus
    2. anjir serius pernah ketemu uler, bah pingsan itu mah gue langsung. hiiiy...

      Hapus
    3. Buahahahaaa gw untungnya nemu batu. Langsung naik keatas batu. Trus nunggu ulernya kebawa arus baru deh balik ketempat asal. Serem bookkk...renang aja sampe ngos-ngosan gw

      Hapus
  4. Baca cerita ttg jalan setapak menuju air terjunnya, seremnya kerasa juga sampe di sini.. hehe
    Semoga ke depannya akses jalan setapaknya semakin diperbaiki sama pihak berwajib.. Aamiin

    Btw, tapi air terjunnya sendiri eksotis.. Bikin pengen explore ke sana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa semoga aja uang retribusi dipakai untuk pembenahan jalan yah. Biar tangga yg dilalui gak terlalu curam. Degdeg seeerrrr lewatinnya juga. Kebayang kalo kepeleset. Hiiiyyyy..

      Iya air terjunnya cantik bgt kak

      Hapus
  5. Curugnya memang cantik yaaa.. perjalanannya lumayan juga yaa Dian ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak perjalanannya lumayan bgt harus ekstra hati-hati dan sabar

      Hapus
  6. Itu niat banget bawa pelampung ya.. haha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa iyaaa kak bawa ban. Terniat bgt yes

      Hapus

Yuk ah komen sambil rumpi lebih baik, daripada cuma sebarin Spam

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93