Senin, 17 September 2018

Biaya pengobatan cedera engkel (sprain ankle) MAHAL!!!


Kita tidak pernah ada yang tau apa yang akan terjadi nanti. Entah itu sesuatu yang bisa membuatmu bahagia atau sebaliknya. Lagi lagi semua itu menjadi rahasia yang maha kuasa. Kita hanya bisa menjalani apa yang sudah terjadi saat itu.

SEBELUM KEPLESET DI TANGGA

Minggu, 19 Aug 2018 Tepat saat Asian Games berlangsung saya habis menyaksikan permainan bulu tangkis antar negara bersama teman. Tapi pertandingan yang paling saya suka adalah saat Malaysia melawan Jepang. Tapi disini saya bukan mau bercerita tentang Asian Games yah, melainkan kecelakaan kecil yang terjadi saat menuju ke rumah.

Setelah nonton Asian Games, Saya bertemu dengan Esa dan masih menyempatkan waktu untuk nonton Wiro Sableng di Hollywood XXI. Sepulangnya dari bioskop, saya pulang sendiri karena memang Esa tidak membawa kendaraan. Jadilah saya naik gojek untuk menuju ke Stasiun Palmerah.

KRONOLOGI KEPLESET DI TANGGA

Sesampainya di Stasiun Palmerah, memang ada safety sign yang menandakan harus berhati-hati karena lantai licin. Saya tetap turun lewat tangga itu dengan memegang tiang tangga agar tidak terjatuh. Tapi ya namanya memang apes, kaki saya tergelincir jatuh hingga tiga tangga yang mengakibatkan posisi kaki saya salah saat menopang tubuh.

Kondisi kaki saat terjun bebas dan menahan beban tubuh

Untuk bangun saja tidak sanggup karena kaki terasa nyeri sehingga ada orang yang membantu saya agar bisa turun dari tangga. Saya masih tetap melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Jurang Mangu dengan kondisi masih menahan sakit tapi sayang air mata terus bercucuran dan tidak bisa berhenti.

Turun dari kereta pun sulit, masih dibantu juga dengan penumpang lainnya. Saya sangat bersyukur saat itu karena banyak yang menolong. Tidak disangka ternyata bagian engkel (ankle) saya bengkak. Rasa nyeri pun masih tak tertahankan.

Ankle bengkak di bagian kiri

KESALAHAN DI PERTOLONGAN PERTAMA

Akhirnya orang tua pun mengantarkan saya untuk berobat ke tukang urut ahli patah tulang dan menurut beliau tulang kaki saya retak.  Walhasil selama seminggu saya harus rawat inap.

Setelah seminggu saya rawat inap, Akhirnya saya bisa berjalan dengan bantuan tongkat (Kruk) dengan kondisi kaki masih di perban. Seminggu 3 kali saya rawat jalan dengan biaya Rp. 150.000 per kedatangan. 
  • Biaya rawat inap Rp. 2.500.000
  • Kedatangan saya sudah 5 kali rawat jalan dan menghabiskan biaya Rp. 750.000.
  • Obat yang saya tebus sudah 2 kali dengan biaya Rp. 200.000 (4 jenis obat)
  • Ganti perban sudah 3 kali Rp. 264.000 (Harga perban Rp. 88.000)

Jadi total biaya yang sudah saya keluarkan sebesar Rp. 3.714.000

Apakah biaya saya ditanggung asuransi?

Jawabannya adalah TIDAK!!!!

Pihak asuransi tidak meng-cover biaya pengobatan herbal. Walaupun pake cara reimburse tetap saja tidak akan di cover. Karena asuransi hanya bekerja sama dengan rumah sakit yang sudah tertera. jadi resiko seperti ini ya di tanggung sendiri.

Kondisi kaki setelah di urut beberapa kali

****

Saya pun merasa rugi karena biaya yang saya keluarkan tidak membuahkan hasil. Kaki saya masih saja terus bengkak karena kondisinya masih harus diperban. Sampai akhirnya, bapak saya pun membuka perban agar kaki tidak bengkak dan langsung ke rumah sakit untuk di rontgen.

Ternyataaaaaa!!!!!

Tulang kaki saya tidak retak, Sendi pun dalam kondisi baik dan tidak ada kelainan tulang. Yang artinya adalah kondisi tulang saya tidak ada masalah sama sekali. Terus kenapa kaki saya dibilang retak atuh maliiiiihhh. huwaaaaaa.....Saya sangat menyesal dengan keadaan ini.

Tau gitu kan saya turuti saja kemauan saya sedari awal langsung di bawa ke rumah sakit biar semua biaya ditanggung asuransi. Tapi karena perdebatan yang alot dengan orang tua saya. Walhasil saya pun nurut apa kata mereka #hiks

BERUBAH PIKIRAN KE MEDIS

Akhirnya saya rontgen di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug dan biaya yang dikeluarkan untuk rontgen pun di tanggung asuransi sebesar Rp. 230.000 dengan rincian biaya :
  • Konsultasi Dokter IGD Rp. 70.000
  • Ankle Joint Rontgen Rp. 140.000
  • Registrasi Rp. 20.000

Setelah di rontgen saya di rujuk dokternya untuk ke Dokter Ortopedi karena bagian kaki yang bermasalah di bagian ligamennya yang robek. Sempat bingung apa itu ligamen?

Ligamen itu adalah pita keras jaringan ikat yang ditemukan pada bagian sendi yang menghubungkan antara tulang dengan tulang lainnya dan dirancang untuk membantu menstabilkan sendi dan menyediakan struktur untuk tulang.

Apa penyebab ligamen robek?

Akibat kaki terkilir dapat menyebabkan kerusakan ligamen yang terjadi ketika meregang melampaui batasan normal gerak kaki. Hal ini lah yang menyebabkan penyembuhan butuh waktu beberapa bulan.

Kejadian saya pada bagian INVERSION


RS PREMIER BINTARO

Tapi saya tidak langsung berobat ke dokter ortopedi karena memang jadwal dokter tidak ada malam itu.

Akhirnya keesokan harinya saya membuat appointemnt dengan salah satu dokter ortopedi di RS Premier Bintaro pada hari sabtu.

Tapi nyatanya kaki saya mulai bengkak sehingga saya pun tak bisa menunggu sampai hari sabtu.

Kamis, 14 Sep 2018 saya langsung bikin appointment di RS Premier Bintaro. Berharap mendapatkan informasi yang lebih efektif agar kaki saya bisa cepat sembuh.

Setelah 2 jam menunggu ternyata saya dapat kabar kalau dokternya ada bedah sehingga saya pun masih harus menunggu hingga 2 jam lagi. Total waktu menunggu hingga 4 jam.

Saya pun bersabar menunggu kedatangan dokter dan akhirnya saya mulai dipanggil untuk konsultasi.

Dari hasil rontgen yang saya bawa memang benar adanya kalau ligamen saya robek dan kaki saya harus di gips selama sebulan. Biayanya pun tidak murah, saya bisa mengeluarkan biaya hingga dua juta rupiah untuk biaya pembuatan gips dan alat kesehatan.

Untuk biaya gips sebenarnya di cover asuransi, hanya saja alat kesehatan seperti alat bantu jalan atau alas gips tidak di cover asuransi.

Saya pun tidak langsung menerima saran itu karena saya harus memikirkan apakah separah itu harus di gips. Saya sudah sebulan terjatuh dan memang dokter bilang penyembuhan ligamen itu tidak sebentar. Membutuhkan waktu 4 bulan untuk penyembuhan total.

Karena saya menolak di gips, akhirnya dokter hanya memberikan obat pain killer agar rasa sakit yang ditimbulkan dari bengkak kaki saya bisa mereda.

Biaya yang saya keluarkan pun di cover asuransi. Akan tetapi plafon dokter spesialis melebihi biaya yang saya miliki.

Maka saya pun masih harus membayar biaya kekurangan sebesar Rp. 165.000 dari uang pribadi saya. Berikut princiannya :
  • Konsultasi Dokter Andito Wibisono Rp. 525.000
  • Ostelox Tablet 7.5 MG Rp. 147.540
  • Forres Tablet 50MG Rp. 146.660
  • Lapraz Capsule 30MG Rp.313.500
  • Total Rp. 1.132.700

Harga obatnya fantastiiissss mahal sekali. Bayangkan saja untuk obatnya aja seperti Ostelof Tablet Rp. 7.377/tablet, Forres Tablet Rp. 7.333/tablet da Lapraz Capsule Rp. 15.675/capsule.

Ternyata cedera engkel (sprain ankle) itu biaya pengobatannya lumayan juga. Tapi selagi di cover asuransi saya masih bisa bernafas lega. Kebayang gak sih kalau tidak punya asuransi. Saya harus bayar jutaan rupiah sekali berobat.

Kondisi kaki bengkak yang agak mendingan

MENOLAK DI GIPS

Apa sih alasan saya tidak mau di gips?
  • Saya tidak tahan gatal kalau keringetan
  • Sudah pasti tidak nyaman saat melakukan aktivitas
  • Selalu jadi sorotan orang banyak dengan tatapan kasihan
  • Kulit saya sensitif sehingga mudah lecet, jadi gak mau ada luka baru lagi
  • Sudah tidak punya duit lagi karena udah keluar biaya sekitar empat juta rupiah

Setelah itu, teman saya banyak yang nenyarankan saya untuk kosultasi dengan Dokter Ortopedi di RS Siaga Raya.

Banyak dari teman saya yang sudah berobat disana kalau dokternya tidak komersil. Melainkan banyak memberikan saran sesuai dengan budget yang kita miliki.

Kemana-mana harus menggunakan tongkat (Kruk)

RS SIAGA RAYA

Akhirnya saya pun mmutuskan untuk konsultasi di RS Siaga Raya pada hari sabtu, 15 Sep 2018 dengan dr. Gazali Said, Sp. OT(K), MARS.

Ternyata disana banyak Dokter Ortopedi yang masih berjaga hingga pukul 18.00 PM.

Beda halnya dengan rumah sakit lain yang kebanyakan Dokter Orropedi jadwalnya hanya di pagi hari dan siang hari saja. Tidak ada yang jadwal sore.

Appointment pada pukul 15.00 PM, ternyata dokternya sangat tepat waktu, saya dapat nomor antri ke 10 yang membutuhkan waktu menunggu hingga satu jam.

Grade 2 Ligament Robek

Di rumah sakit ini dr. Gazali sangat detail memberikan penjelasan ke saya. Bahkan banyak pilihan yang bisa saya pilih sesuai budget yang saya miliki. Ibarat kata yah, dokter di RS Siaga Raya emang dokter selera rakyat lah. Tidak langsung memberikan option yang memberatkan.

Awalnya memang penjelasannya sama seperti dokter sebelumnya bahwa penyembuhan ligamen itu tidak sebentar, bahkan bisa sampai berbulan-bulan. Tapi bedanya adalah dokter ini memberikan beberapa penawaran yang idak memberatkan pasiennya.

Pertama dokternya hanya bilang, kalau penyembuhan ligamen itu hanya butuh istirahat total saja. Jangan banyak aktivitas yang memberatkan apalagi naik turun tangga. Itu termasuk dari larangan keras kalau kakinya tidak mau bengkak dan sakit lagi.

Kedua, cara yang paling cepat adalah cek MRI lalu di operasi. Tapi kendalanya biaya cek MRI saja membutuhkan biaya Rp. 2.500.000. Belum lagi biaya operasinya yang lebih mahal. Kalau biayanya ada silahkan, tapi kalau tidak ada lebih baik tidak usah memaksakan kehendak. Karena kalau di operasi nantinya akan menimbulkan bekas jahitan di kaki.

Ketiga, Bisa juga dengan menggunakan gips. Tapi harus kuat menahan rasa gatal akibat keringat dan kalau kulitnya sensitif ya sudah pasti akan menimbulkan ruam-ruam. Tapi penyembuhan bisa memakan waktu sebulan saja.

Keempat, dengan cara fisioterapi. Tapi dokternya bilang kalau rumah saya kejauhan untuk menuju ke RS Siaga Raya karena terapi seminggu dua kali. Jadilah dr. Gazali tidak menyarankan saya untuk fisioterapi karena kasian kejauhan. Nanti yang ada kaki jadi makin banyak aktivitas.

Kelima, Akhirnya dokter pun memutuskan untuk menggunakan alat bantu gerak seperti LP Support Ankle. Harganya pun tidak terlalu mahal hanya merogoh kocek Rp. 97.000. Agar ankle lebih terbatas gerakannya. Sehingga dokter pun menyarankan untuk selalu menggunakan saat aktivitas padat. Tapi saat tidur jangan digunakan agar darah mengalir dengan lancar.

Penjelasan dari dr. gazali sangat detail dan kita bisa memilih sesuai budget yang dimiliki. Sehingga tidak memberatkan pasien. Ibarat kata seperti dokter selera rakyat lah. Hahahahaa...

Biaya perinciannya :
  • Biaya Konsultasi dr. Gazali Said Rp. 272.000
  • Biaya Registrasi Rp. 50.000
  • Biaya Pembuatan Kartu Rp. 20.000
  • Total Rp. 342.000

Seluruh biaya pun ditanggung asuransi. Sehingga saya tidak mengeluarkan biaya sedikitpun. Nah untuk alat bantu LP Support itu beli sendiri di apotik Rp. 97.000 karena memang tidak di cover asuransi.

Jadi saran saya buat kamu yang cedera engkel atau patah tulang, ada baiknya langsung ke medis aja deh karena lebih aman dan ketawan sebab musababnya apa. Jelas terpampang dari hasil rontgen yang terlihat bagian manakah yang mengalami cedera.

Untuk Rumah sakitnya saya lebih menyarankan berobat ke RS Siaga Raya karena penjelasan dokternya sangat membantu dan memberikan banyak pilihan sesuai dengan kemampuan pasien. Bahkan walaupun dokternya tau kalau saya bayar dengan menggunakan asuransi. Dokter pun tetap menyarankan semua kembali ke pasien mau dengan cara apa agar cepat sembuh.

Berhubung uang yang saya keluarkan sangat banyak sebelumnya, jadi saya sudah merasa bokek banget. Jadilah saya lebih memilih untuk banyak istirahat dengan menggunakan alat bantu LT Support dengan konsekuensi penyembuhan sedikit lebih lama. Kalau mau cepet ya bener-bener istirahat total.

Sekian sharing biaya pengobatan dan manfaat memiliki asuransi saat cedera dan mengharuskan mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah. Setidaknya sebagai pelajaran bahwa sakit itu biayanya lebih mahal berkali-kali lipat.

Mungkin kalau dari awal perawatan medis sih, tidak akan keluar uang hingga jutaan rupiah #hiks

PERTOLONGAN PERTAMA CEDERA ENGKEL

Bagi kamu yang juga mengalami cedera engkel, ada baiknya lakukan hal dibawah ini agar kamu tau pertolongan pertama yang harus dilakukan :

  • REST : Istirahatkan cedera engkel kaki dengan meminimalisasi gerakan pada area yang cedera dan bila perlu menggunakan brace atau tapping saat akan melakukan aktivitas.
  • ICE : Lakukan kompres es di area cedera engkel selama 15-20 menit tiap 2-3 jam sekali. Kompres dilakukan 48 - 72 jam pertama setelah cedera engkel
  • COMPRESSION : Lakukan kompresi dengan menggunakan bebat atau perban elastik atau non adhesive bandage di area engkel kaki. Fungsi bebat ini adalah untuk mengurangi bengkak dengan dan pendarahan di area cedera engkel.
  • ELEVATION : Mengelevasikan area yang cedera engkel lebih tinggi dari level jantung untuk mengurangi pendarahan dan bengkak pada engkel.

Saat akan menggunakan perban, pakailah jenis Tensocrepe 7.5 cm x 4.5 cm untuk bebat bagian kaki agar tidak banyak pergerakan pada bagian cedera engkel. 

Usahakan setiap hari untuk selalu menggunakan perban agar pada bagian cedera dapat beristirahat lebih lama.



Cheers,

Dian Juarsa
17 Sep 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk ah komen sambil rumpi lebih baik, daripada cuma sebarin Spam

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93