Sabtu, 11 Mei 2019

Berharap bisa foto romantis dengan pasangan - Kenyataannya?


Biasanya sebelum acara pernikahan selalu ada tradisi Photo Pre Wedding bersama pasangan. Memang tidak semua melakukan pemotretan sebelum menikah tapi kebanyakan diantaranya setiap pasangan selalu mengabadikan moment terbaiknya untuk dipajang di hari yang istimewa dengan calon pasangan seumur hidup.

Sebenarnya penting gak sih Pre Wedding ? (Kita singkat saja menjadi prewed yah)

Untuk photo prewed penting gak penting semuanya tergantung dari anggaran biaya yang kalian miliki atau juga tergantung dari prinsip setiap orang masing-masing.

Sekarang kita bicarakan bagi mereka yang memiliki pendapat bahwa Photo Prewed Itu Tidak Penting.

Ada beberapa teman yang berpendapat bahwa photo prewed itu tidak terlalu penting karena mereka memiliki prinsip kalau foto dengan pasangan yang belum sah itu bukan muhrim. Jadi sebaiknya photo prewed tidak usah dilakukan sama sekali.

Tak hanya itu saja, Ada juga yang memiliki pemikiran bahwa photo prewed itu akan menambah beban anggaran biaya bagi mereka yang memiliki budget terbatas untuk melakukan photo prewed. Memang setiap moment yang akan diabadikan pun juga seringkali merogoh kocek lebih dalam lagi.

Beberapa survey yang saya lihat dari instagram untuk harga photo prewed itu dimulai dari harga Rp. 1.500.000 keatas. Tergantung dari kualitas photographer yang akan dipilih untuk mengabadikan moment kalian saat prewed.


Sekarang kita bahas tentang Pentingnya Photo Prewed.

Ada pula yang beranggapan kalau photo prewed itu prestige atau nilai gengsi untuk menunjukan status sosial dan ekonomi. Tak hanya itu saja, ada juga kok yang beranggapan bahwa photo prewed itu penting untuk kebutuhan cetak undangan atau souvenir.

Kembali lagi kepada kebutuhan masing-masing. Kita tidak boleh menjudge apapun yang mereka lakukan, penting gak penting kembali lagi kepada prinsip pribadi setiap orang.

Saya sendiri melakukan photo prewed dengan alasan foto tersebut akan kami pajang sebagai hiasan di pintu masuk agar para tamu yang datang tidak salah masuk dan juga sebagai pajangan di mini photo booth kami nanti.

Photo prewed yang kami lakukan juga sangat sederhana kok. Kami pun menggunakan pakaian casual yang seringkali kami pakai saat jalan-jalan atau ketemuan. Beda halnya dengan mereka yang memiliki konsep lucu di photo prewednya.

Beruntungnya lagi, saya memiliki kedua sahabat yang sangat baik seperti bebeb @rizkifran dan koko @primantono yang siap sedia mengabadikan moment terindah kami dalam setiap jepretan kameranya. Kami pun tak menyangka kalau mereka berdua sampai bawa kamera masing-masing.

Sungguh luar biasa effort kalian sampai kami pun dibuat gak enak karena kebaikannya. Hiks aku terharu :')

Koko Robert dengan kamera canonnya

HUTAN PINUS

Photo Prewed yang kami lakukan pun outdoor tepatnya lokasi yang kami pilih di Hutan Pinus, Gunung Pancar. Disanalah kami berfoto untuk mengabadikan moment terindah kami.

Eeeiiitttssss tapi buat kamu yang mau photo prewed dengan kondisi hutan pinus terlihat tidak berjarak dan banyak pohon pinus yang tumbuh berdekatan. Jangan harap itu gratis yah manteman.

Ada satu spot yang dijaga oleh security, spot itulah yang terlihat sangat indah dengan kondisi ada jalan sempit yang dihiasi oleh pohon pinus dibagian pinggir jalannya.

Untuk kamu yang mau melakukan private photo shoot harus rela merogoh kocek hingga Rp. 500.000 sepuasnya dan untuk photo prewed dikenakan biaya hingga Rp. 750.000 sepuasnya.

Biaya yang saya sebutkan adalah biaya sewa tempat saja.

Kami pun tidak jadi untuk masuk kedalam sana. Akhirnya kami cari spot di dekat parkir mobil yang dimana sudah banyak spot selfie yang disediakan oleh pihak pengelola.

Untuk sewa tempat selfie akan dikenakan biaya Rp. 30.000 pertempat. Berhubung ada dua tempat yang kami pakai untuk pemotretan. Jadi biaya yang harus dibayar sebesar Rp. 60.000.

Oiyaaahhh untuk masuk ke dalam hutan pinus akan dikenakan biaya Rp. 7.500 perorang dan biaya untuk mobil Rp. 15.000.

Beberapa spot selfie pun kami gunakan untuk melakukan pemotretan dan hasilnya lucu juga kok. Anggap saja foto yang seringkali kita lakukan saat jalan-jalan.

Sebenarnya ada banyak foto saya bersama pasangan saat kami melakukan perjalanan. Tapi sayangnya, pakaian yang kami kenakan tidak terlalu rapi. Entah itu saya mengenakan celana pendek lah atau calon suami saya menggunakan celana pendek juga.

Jadi menurut kami sangat tidak pantas saja kalau foto perjalanan kami dipajang saat acara besar. Akhirnya kami pun menggunakan pakaian yang lebih rapi dan sopan. Hihiiihii..

Calon suami saya pun hanya mengenakan kemeja flanel, celana jeans dan sepatu converse. Sedangkan saya mengenakan white blouse, rok velvet dan sepatu sneakers berwarna putih.

SILLY ACT

Sempat bingung untuk mencari gaya berfoto dengan pasangan. Saya sudah terbiasa berpose di depan kamera tapi kendalanya pasangan saya bukan orang yang narsis seperti saya. Jadilah agak bingung ngarahin gaya untuk pasangan saya.

Bukannya cari solusi gaya apa yang cocok untuk berfoto dengan pasangan. Eeeehhhh malah kejepret kamera lagi masukin jari ke hidung. Itu bukan lagi ngupil yaaaa tapi lagi kegatelan gegara ada yang masuk. Entahlah apa yang masuk ke dalam hidung hahahaha...

Memang spot foto yang kami lakukan untuk pemotretan di atas bukit kecil yang isinya kebanyakan pohon cemara dan tempat itu jarang ada pengunjungnya. Sepi bangeeetttt, apalagi saat sore hari ada biasan sinar matahari tenggelam menelisik masuk kedalam hutan cemara.

Maafkan saya untuk tidak memberitahu tempat ini. Pokonya mah rahasia yah manteman :D

Hidungnya gatel

CAN'T STOP LAUGHING

Biasanya kalau berfoto dengan pasangan selalu ada kontak mata. Apalagi kalau tiap berpose harus tahan beberapa detik sampai photographer bilang "Iya udah oke".

Jadilah berkali-kali tiap kita saling menatap mata, pasti tidak tahan untuk ketawa. Ada saja kelakuan pasangan saya yang membuat saya jadi tak bisa tahan ketawa. Memang agak aneh buat kita berdua untuk foto mesra seperti itu.

Pada dasarnya, walaupun saya senang berpose didepan kamera tapi tidak pernah melakukan pemotretan dengan pasangan secara formal seperti ini. Biasanya kami kalau berfoto yah hanya samping-sampingan saja, Tidak ada pose saling bertatap mata hahahaa...

Gemes karena gak bisa serius

Tak hanya itu saja, semakin banyak referensi yang kami dapatkan dari pinterest. Semakin banyak pula pose romantis yang harus kami lakukan. Tadinya sih mau pose berdiri sampingan saja tapi kemauan photorapher kami lah yang katanya fotonya kurang greget.

Setelah dilihat iya juga sih karena posisi berdirinya itu terlampau jauh. Walhasil kami pun mengikuti saran dari kedua photographer kesayangankuuuuhhh.

Bahkan tempat kami berfoto pun tak hanya di hutan pinus saja. Ada kedua tempat yang bisa dibilang bukan tempat yang layak untuk melakukan pemotretan tetap kami lakoni dan hasilnya pun keren juga kok. 

Photo yang ada di blog ini semuanya hasil candid yah. Jadi hasil akhirnya belum saya share, nanti setelah semuanya berlangsung saya akan memberikan update-annya yah manteman.

Maafkan ketawa saya yang mangap :(

PERBEDAAN TINGGI BADAN

Nah inilah kendala besar kami, perbedaan tinggi badan hingga 26 cm yang selalu jadi agak kesulitan untuk melakukan pemotretan. Tinggi badan saya hanya 157cm sedangkan pasangan saya memiliki tinggi hingga 183cm.

Walaupun saya menggunakan high heels tetap saja tidak bisa sebanding dengan tinggi pasangan saya. Untungnya sih ada pohon pinus yang terdampar dibawah. Sehingga saya bisa naik keatas pohon tersebut dan tetap saja tidak bisa setara tinggi badannya. hihihii...

Sebenarnya kemauan kedua photographer kami tuh ada adegan menggendong pasangan gitu deeehhh. Tapi yaaa lagi lagi pasangan saya ini agak ribet kalau untuk berpose mesra didepan kamera karena memang tidak terbiasa.

Apalagi kalau dia udah bilang "malu sayang, banyak orang disini" yasudahlah yaaa gak bisa maksa juga. Bahkan di hutan cemara sekalipun yang lokasinya sepi. Saat diminta ada pose mesra dikit saja, pasangan saya pun tetap saja menolaknya. hahahaa...



AWKWARD MOMENT

Ditambah lagi dengan adegan saling merangkul saja harus saya yang melakukannya. Pokoknya agak susah melakukan pemotretan dengan pasangan saya ini. Harap dimaklum yah manteman, emang dasarnya gak begitu suka difoto.

Kalau tiap jalan saja, dia seringnya foto candid saya mulu. Yah walaupun gak semua hasil jepretannya bagus sih. Masih banyak jepretannya yang blur juga hahahaha :p

Itulah alasannya setiap koko dan bebeb foto candid, dari hasil keseluruhan foto kami kebanyakan isinya hanya tertawa saja. Beruntungnya ada beberapa foto yang hasilnya lebih serius sedikit. Setidaknya bisa kita cetak besar untuk dipajang.



Buat teman-teman yang ingin melakukan pemotretan tanpa merogoh kocek lebih dalam, bisa datang saja ke Hutan Pinus, Gunung Pancar. Tapi carinya jangan di private location yah karena ada biaya lainnya.

Tapi kalau mau lebih enaknya lagi ada juga Hutan Pinus di Gunung Bunder, Sayangnya lokasi hutan tersebut terlalu jauh. Apalagi kondisinya yang macet, belum lagi buka tutup jalan. Jadilah pilihan tepat untuk pemotretan di Hutan Pinus, Gunung Pancar. Tak sampai dua jam sudah sampai dilokasi.

Cheers,

6 May 2019


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk ah komen daripada cuma sebarin Spam

Copyright 2012 Dian Juarsa. Diberdayakan oleh Blogger.