Senin, 27 Mei 2019

Biaya Vaksin Sebelum Menikah - Kamu Harus Nabung!!!


Vaksin seringkali dianggap hal yang tidak terlalu penting bagi para orang tua yang masih kurang edukasi mengenai kesehatan. Seringkali kita dengar penuturan orang tua "Ngapain sih vaksin segala, mama aja gak vaksin ini itu buktinya sehat saja sampai sekarang".

Yah memang benar adanya orang tua saya sehat walafiat hingga kini. Alhamdulillah tidak ada kendala apapun dari suatu penyakit. Bahkan saat saya kecil terbilang sangat jarang sekali sakit. 

Akan tetapi, kondisi tubuh setiap orang itu berbeda, tidak ada yang sama. 

Orang tua saya memiliki kekebalan tubuh yang terbilang kuat, bahkan janinnya pun sangat kuat. Karena mama pernah cerita saat kehamilannya pernah pulang kampung menggunakan motor dari Jakarta - Sukabumi dengan jarak tempuh hingga 5 jam, tidak terjadi apapun seperti sakit atau yang lain-lain. Wooww!!!

Bukannya saya tidak mau percaya apa kata orang tua. Memang ada bukti nyata saat mama menikah tidak pernah ada suntik vaksin ini itu. Tapi sampai sekarang tidak ada masalah atau kendala kesehatan.

Permasalahannya lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Karena jaman sekarang ini ada banyak virus baru yang berkeliaran. Apalagi tujuan menikah itu biasanya ingin sekali bisa langsung memiliki momongan dong. Makanya saya lebih baik memilih untuk vaksin saja agar mencegah dari penyakit yang tak diinginkan.

***

Edukasi vaksin yang saya dapatkan pun berawal dari saran teman. Awalnya yang saya tau bahwa bagi para calon pengantin sangat diwajibkan suntik vaksin tetanus, toksoid.

Ternyata tak hanya Vaksin Tetanus, Toksoid saja melainkan bagi para wanita vaksin yang lainnya seperti Vaksin MMR (Mups, Measles, Rubella), Vaksin Varicella Zoster, Vaksin Hepatitis B dan Vaksin HPV (Human Papilloma Virus) juga sangat wajib kita dapatkan yang berfungsi untuk mencegah penularan penyakit.

Tak hanya itu saja, vaksin bermanfaat sebagai tindakan pertahanan dan perlindungan terbaik terhadap infeksi dan berbagai penyakit serius.

VAKSIN TT (TETANUS, TOKSOID)

Bagi warga Jakarta Vaksin TT sangat diwajibkan untuk melengkapi persyaratan sebelum menikah. Namun bedanya bagi warga Tangerang Selatan seperti saya bahwa Vaksin TT juga bisa tidak dilakukan karena memang memiliki peraturan yang berbeda.

Berhubung Vaksin TT sangat penting dilakukan bagi para calon pengantin. Jadi saya pun melakukan Vaksin TT yang saya lakukan di Puskesmas Pondok Kacang Timur pada tanggal 9 May 2019 dengan menggunakan Kartu BPJS, Gratis!!!.

Kedatangan saya ke Puskesmas hanya diminta kelengkapan fotokopi BPJS dan KTP asli untuk pengecekkan saja. Untuk Vaksin TT pun dilakukan di Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

Untuk melakukan Vaksin TT kondisi tubuh harus sehat yah. Kalau sedang sakit, lakukan saja vaksinnya setelah sembuh total.

Suntikan Vaksin TT dilakukan pada bagian lengan atas sebelah kiri, suntikan ini akan menimbulkan rasa sakit dan bengkak pada lengan bahkan hingga rasa pegal. Akan tetapi, rasa pegal pada tangan hanya terasa satu hari saja. Sedangakn untuk rasa sakit dan bengkak akan hilang setelah 3 hari.

Kartu ini harus dibawa saat TT selanjutnya

JADWAL SUNTIK TT 

Hal yang perlu kalian ketahui bahwa suntik Vaksin TT harus dilakukan sebanyak 5 kali sesuai jadwal yang diberikan oleh Dinas Kesehatan. Demi keselamatan dan perlindungan diri yang aman maka para calon pengantin harus mendapatkan 5 dosis Vaksin TT untuk kekebalan penuh, sebagai berikut :
  • TT1 : Langkah awal untuk mengembangkan kekebalan tubuh terhadap infeksi
  • TT2 : 4 minggu setelah TT1 untuk kekebalan selama 3 tahun
  • TT3 : 6 bulan atau lebih setelah TT2 untuk kekebalan selama 5 tahun
  • TT4 : 1 tahun atau lebih setelah TT3 untuk kekebalan tubuh selama 10 tahun.
  • TT5 : 1 tahun atau lebih setelah TT4 untuk kekebalan tubuh selama 25 tahun

Sempat bertanya dengan bidan yang jaga jika ternyata 6 bulan kemudian hamil. Apakah masih bisa suntik Vaksin TT atau tidak?

Jawabannya yaitu masih bisa tapi sesuai dengan anjuran dokter diminggu atau dibulan berapakah suntik Vaksin TT bisa dilakukan.

Manfaat Vaksin TT bagi calon pengantin yaitu mencegah infeksi penyebab tetanus pada vagina baik ketika malam pertama maupun saat melahirkan.

Selain itu juga dapat menjaga pemicu tetanus pada organ kewanitaan akibat tidak sterilnya alat bantu persalinan yang seringkali terjadi pada klinik kecil di pedesaan.

Ikuti jadwal yang sudah tertera diatas

VAKSIN MMR (MUPS, MEASLES, RUBELLA)

MMR itu singkatan dari 3 penyakit yaitu MUPS (Gondongan) , MEASLES (Campak) dan RUBELLA (Campak Jerman).

Vaksin MMR ini adalah imunisasi untuk mencegah penyakit gondongan pada dewasa yang dapat menyebabkan kemandulan karena memicu pembengkakan pada testis atau indung telur.

Sedangkan Virus Rubella yang menyerang ibu hamil dapat membahayakan perkembangan janin sehingga dapat menyebabkan bayi cacat lahir dan mengalami kerusakan otak, gangguan pendengaran, jantung, dan kondisi kronis lainnya.

Ibu yang terkena Rubella saat kehamilan dapat menularkan kepada janinnya. Resiko janin yang terkena rubella saat dalam kandungan dapat terkena kondisi yang bernama Congenital Rubella Syndrome. Maka bayi yang terkena syndrome tersebut akan berpotensi mengalami kecacatan.

Kondisi yang akan muncul pada penderita Congenital Rubella Syndrome, yaitu :
  • Gangguan Pendengaran (Tuli)
  • Gangguan Mata (Katarak, Glaucoma dan Retinopathy)
  • Kelainan Jantung 
  • Kerusakan Hati
  • Keterbatasan Mental
  • Ukuran kepala kecil (Microcephaly)

Vaksin MMR dilakukan sebanyak 2 kali dengan jeda waktu selama satu bulan. Biaya suntik Vaksin MMR sekali suntik Rp. 750.000.

Vaksin MMR dapat dilakukan secara bersamaan dengan suntik Varicella Zoster Virus karena kedua Vaksin tersebut yaitu Vaksin hidup (Live-Attenuated Vaccines) yang dapat diberikan oleh calon pengantin sebelum menikah. Kedua vaksin tersebut tidak dapat diberikan saat keadaan Hamil.

Tepat pada tanggal 25 May 2019 saya melakukan vaksin di InHarmony Clinic Health yang terletak di Jl. Percetakan Negara. Dalam sehari saya melakukan sekaligus 2 vaksin yaitu Vaksin MMR & Vaksin Varicella Zoster.

Pada lengan bagian belakang sebelah kiri suntikan Vaksin MMR dan lengan bagian belakang sebelah kanan suntikan Vaksin Varicella Zoster. Kedua suntikan tersebut hanya menyebabkan kulit agak kebiruan seperti memar namun tidak membengkak dan tidak menimbulkan rasa sakit atau pegal.

Bekas Suntikan MMR Pertama setelah 3 hari

Padahal dokternya bilang efek samping dari kedua vaksin tersebut akan menimbulkan rasa pegal pada lengan, agak membengkak dan dapat menyebabkan demam ruam-ruam yang disarankan untuk minum paracetamol. Beruntungnya saya tidak merasakan semua efek sampingnya.

Vaksin selanjutnya dapat dilakukan kembali pada tanggal 25 juni. Dokternya sih bilang boleh lewat dari tanggal tersebut tapi jangan melakukan vaksin sebelum tanggal yang sudah ditentukan karena jeda waktu vaksin terbaik adalah 28 hari.

Suntik MMR kedua kalinya 25 Juni 2019

Kartu Vaksin

JADWAL IDEAL SUNTIK VAKSINASI

Bagi calon pengantin yang bingung dengan jadwal ideal untuk penyuntikan vaksinasi. Berikut yang harus kamu lakukan saat sebelum hari H :
  • 7 bulan sebelum menikah : HPV (I) & Hepatitis B (I)
  • 6 bulan sebelum menikah : HPV (II), Hepatitis B (II) & Varicella Zoster Virus (I)
  • 4 bulan sebelum menikah : Varicella Zoster Virus (II), Vaksin MMR 
  • 1 bulan sebelum menikah : HPV (III) & Hepatitis B (III)

Berhubung edukasi perihal vaksinasi saya masih sangat kurang, begitu pula pasangan saya yang mengatakan vaksin tidak terlalu penting, Jadilah saya mengabaikan apa kata pasangan saya dan baru mulai suntik Vaksin TT pada bulan may dan kemungkinan Vaksin MMR akan saya lakukan 2 bulan sebelum pernikahan.

Waktu yang sangat telat melakukan Vaksin MMR pada bulan tersebut karena ditakutkan setelah menikah dinyatakan hamil. Sedangkan Vaksin yang saya sebutkan diatas tidak boleh dilakukan dalam kondisi hamil.

Jika suntikan Vaksin telah dilakukan sebelum kehamilan dan tidak lama kemudian dinyatakan hamil. Maka vaksin sebelumnya harus dilakukan secara ulang setelah tiga bulan setelah melahirkan.

Yah bisa dibilang biaya yang akan dikeluarkan lebih banyak. Tapi setidaknya lebih baik mencegah daripada mengobati.

Ruang Tunggu In Harmony Clinic Health

VAKSIN VARICELLA ZOSTER VIRUS

Vaksin Varicella dapat diberikan untuk anak dan dewasa. Varicella adalah sebutan untuk cacar air yang ditandai dengan suhu tubuh meningkat, kemudian muncul ruam-ruam menyerupai bintil melepuh yang berisi cairan dan akan pecah saat waktunya.

Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit varicella atau cacar air bukanlah penyakit yang berat atau serius terutama bila mengenai anak-anak. Akan tetapi, seringkali tidak disadari bahwa infeksi virus ini terjadi pertama kali pada kehamilan trimeseter pertama yang dapat menyebabkan cacat pada janin.

Bila menyerang orang dewasa terdapat kemungkinan terjadinya Varicella Congenital Syndrome (VCS). Bila infeksi primer terjadi pada trimester pertama atau awal trimester kedua kehamilan. Bayi yang mengalami (VCS) akan menampakkan kelainan seperti :
  • Kerusakan pada jaringan kulit 
  • Kelainan Otak
  • Kecacatan anggota gerak tubuh
  • Kerusakan saraf mata dan katarak
  • Kematian janin dalam kandungan
  • Terlahir dengan berat badan sangat rendah

Vaksin Varicella Zoster Virus dilakukan sebanyak 2 kali dengan jeda waktu selama 1 bulan jika belum pernah terkena penyakit cacar air.

Akan tetapi, bagi yang pernah terkena penyakit cacar air. Suntikan Varicella Zoster Virus cukup sekali suntikan saja.

Setelah suntikan Varicella Zoster Virus yang terakhir, sangat dianjurkan untuk menunda kehamilan selama 1 bulan karena Vaksin Varicella Zoster Virus tidak dapat dilakukan dalam kondisi sedang hamil.

Biaya yang dikeluarkan untuk Vaksin Varicella Zoster Virus sebesar Rp. 825.000. Suntikan Varicella Zoster saya lakukan bersamaan dengan Vaksin MMR yang dimana letak penyuntikannya ada legan bagian belakang sebelah kanan.

Bagi kalian yang melakukan vaksin akan mendapatkan berupa International Certificate of Vaccination or Prophylaxis Card yang dimana kartu tersebut bisa dipakai untuk semua rumah sakit atau rumah vaksinasi.

Seperti contoh, saya suntik Voricella Zoster di InHarmony Health Clinic lalu suntikan vaksin lainnya seperti Vaksin MMR lanjutan dengan Vaksin Hepatitis B di rumah sakit lain. Tetap harus dibawa kartu tersebut.

Kartu Vaksinasi

VAKSIN HUMAN PAPILLOMA VIRUS (HPV)

Vaksin HPV sangat diperlukan oleh semua wanita karena dapat mencegah kanker serviks. Sebenarnya Vaksin HPV ini idealnya diberikan oleh wanita yang belum melakukan hubungan seksual berumur 9 - 13 tahun sebanyak dua kali suntikan dengan jeda waktu hingga 6 bulan.

Sedangkan pada usia 14 - 45 tahun dapat diberikan sebanyak tiga kali suntikan Vaksin HPV dengan jeda waktu di suntikan kedua selama 1 bulan dan suntikan ketiga selama 6 bulan.

Tak hanya wanita saja yang dapat diberikan Vaksin HPV melainkan pria pun juga bisa mendapatkan vaksin tersebut.

Virus HPV dapat menimbulkan infeksi pada kulit, kutil kelamin serta menyebabkan kanker. Ada beberapa kanker yang disebabkan oleh Virus HPV yaitu kanker serviks, vulva, vagina, penis dan anus.

Vaksin HPV tidak dapat diberikan oleh ibu hamil. Maka dari itu, saat akan melakukan Vaksin HPV kondisi tubuh harus sehat karena suntikan ini terdapat efek samping seperti pusing, mual, muntah, sakit kepala dan pingsan.

Buat kamu yang akan melakukan suntik Vaksin HPV ada baiknya setelah dapat suntikan diharuskan istirahat sejenak selama 15 menit untuk menghindari munculnya efek samping setalh penyuntikan karena dokter akan memantau pasien setelah melakukan vaksin HPV.

Bagi wanita yang sudah pernah berhubungan seksual, ada baiknya setelah melakukan suntik Vaksin HPV harus melakukan pap smear secara rutin sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh dokter.

VAKSIN HEPATITIS B

Vaksin Hepatitis B sangat dianjurkan bagi calon pengantin yang dapat mencegah penularan Hepatitis B yang seringkali penularan terjadi dari ibu ke anak. Hepatitis yang kita ketahui selama ini yaitu Hepatitis A, B, C, D dan E.

Akan tetapi, ada tiga tipe yang paling sering dikenal yaitu Hepatitis A yang penularannya berasal dari makanan.

Hepatitis B biasanya penularannya dari ibu ke anak.

Hepatitis C dari jarum suntik yang digunakan para pengguna narkoba.

Hepatitis B menular lewat transfusi darah, hubungan seksual dan penggunaan barang pribadi secara bersamaan. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan dapat menyerang liver, penyakit kuning dan kanker hati. 

Vaksin Hepatitis B dilakukan sebanyak 3 kali dengan jeda waktu dari suntikan pertama selama satu bulan dan suntikan terakhir dengan jeda waktu selama 6 bulan.

Sebelum melakukan Vaksin Hepatitis B, kalian harus melakukan tes HBsAg dan HBs. 

HBsAg adalah kepanjangan dari Hepatitis B Surface Antigen. Jika hasil pemeriksaan HBsAg positif, itu tandanya terinfeksi virus Hepatitis B dan beresiko menularkan penyakit ini ke orang lain melalui darah atau cairan tubuh.

Sedangkan anti HBs kepanjangan dari Hepatitis B Surface Antibody. Tes anti HBs adalah serangkaian uji diagnosis Hepatitis B. Tes darah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari tes HBsAG untuk mengamati bagaimana dan seberapa baik sistem imun tubuh bekerja melawan Hepatitis B Virus.

Efek samping dari tes HBsAg dan HBs akan mengalami nyeri, memar kecil diarea bekas suntikan dan sakit kepala ringan. Efek ini akan membaik setelah beberapa hari.  Biaya yang dikeluarkan untuk suntikan Vaksin Hepatitis B sebesar Rp. 250.000.

Untuk Suntikan Vaksin Hepatitis B belum saya lakukan. Nantikan kelanjutannya setelah saya melakukan suntik vaksin ini ya guys.




Cheers,

27 May 2019

DISCLAIMER :
Tulisan ini murni dari pengalaman saya pribadi. Seluruh biaya yang dikeluarkan pun dari uang sendiri. Tidak ada paid promote, collaboration ataupun Sponsorship. 
Untuk Harga yang tercantum pada tahun 2019, jadi di tahun berikutnya pasti akan ada perubahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk ah komen daripada cuma sebarin Spam

Copyright 2012 Dian Juarsa. Diberdayakan oleh Blogger.