Sabtu, 20 Juni 2020

Biaya kontrol kehamilan selama 9 bulan dan biaya melahirkan

Saat testpack sudah menunjukkan dua garis merah. Ada beberapa hal yang harus di persiapkan sejak dini agar tidak terteter saat menjalani kehamilan selama 9 bulan. Ada banyak biaya yang juga harus dipersiapkan saat kehamilan.

Tak hanya itu saja, kesehatan pun perlu dijaga agar tidak banyak pengeluaran yang keluar saat kehamilan. Yah walaupun setiap fisik ibu hamil berbeda-beda. Apalagi saat kehamilan mengalami fisik yang seringkali drop tiap saat.

Memang setiap bawaan bayi itu berbeda. Sayangnya selama kehamilan di trimester awal saya selalu mengalami kondisi yang kurang baik. Morning sickness selalu menyerang hampir tiap hari. Sehingga ada banyak pengeluaran yang tak terduga.

Beruntungnya saya dan suami sama-sama bekerja di kantor yang menyediakan fasilitas berupa asuransi yang dimana setiap kehamilan ada biaya yang akan dibayarkan oleh asuransi setiap kali akan kontrol kehamilan tiap bulannya dengan limit yang berbeda-beda.

Jadilah kami memutuskan untuk biaya kontrol kehamilan memakai asuransi dari kantor saya sedangkan saat melahirkan akan di cover oleh asuransi suami karena seluruh biaya melahirkan bisa tercover seratus persen dari kantor suami. Kalau kantor saya sih cuma tujuh puluh persen saja. Itupun dengan limit yang terbatas sekali.

Berikut biaya yang dikeluarkan selama kehamilan dari biaya kontrol awal kehamilan, kontrol rutin kehamilan tiap bulannya hingga komplikasi kehamilan selama sembilan bulan akan saya ulas di artikel ini.

Biaya yang saya keluarkan sudah pastinya akan berbeda yah. Jadi jangan jadikan biaya dibawah ini sebagai patokan karena setiap dokter memiliki tarif yang berbeda pula. Apalagi rumah sakit yang saya kunjungi pun juga tidak selalu sama.

TEST KEHAMILAN

Pertama yang saya lakukan adalah saat menyadari tanggal kehadiran datang bulan saya sudah telat 4 hari. Akhirnya saya pun memutuskan untuk membeli testpack. sempat bertanya ke salah satu teman terbaik saya, testpack merk apa yang harus saya beli karena saya pun tidak terlalu paham.

Akhirnya teman saya pun menyarankan untuk beli testpack merk onemed. Saya pun langsung mencari testpack tersebut, tapi sayangnya barang sudah habis. Akhirnya saya beli ketiga testpack dengan saran dari penjaga tokonya.

19 Nov 2019 Saya sekaligus membeli ketiga testpack dengan merk yang berbeda - beda. Biaya yang saya keluarkan yaitu Sensitif Rp. 52.000, Akurat Rp. 21.600 dan Value Rp. 20.600. Dari ketiga testpack tersebut saya menggunakan Value terlebih dahulu karena saran dari penjaga tokonya kalau merk Value bisa digunakan kapan saja. Tak perlu menunggu hingga menjelang pagi hari.

Untuk ulasan lebih lengkapnya baca : Test Kehmailan setelah haid telat 4 hari

KONTROL AWAL KEHAMILAN

Langkah selanjutnya yang saya lakukan yaitu memberitahu suami kalau saya positif hamil. Itupun saya harus nyusul suami yang sedang berada di kantor pajak sudirman. Untungnya letak kantor saya dengan kantor pajak tidak terlalu jauh. jadi masih bisa berjalan kaki untuk menuju ke kantor pajak.

Saat urusan suami telah selesai, saya pun mulai memberikan kejutan yang memang sangat dinantikan suami. Akhirnya kami memutuskan untuk sesegera mungkin kontrol ke rumah sakit agar mengetahui kondisi janin saya berada di dalam rahim atau di luar rahim. 

22 Nov 2019 (5 Weeks) tepat pukul 07.00 AM kami sudah bergegas menuju Rumah Sakit Brawijaya untuk kontrol kehamilan pertama. Kami sengaja jalan sepagi mungkin agar tidak terlalu lama ijin setengah harinya. Apalagi hari jumat kondisi jalan pasti jauh lebih macet.

Akhirnya kami lah pasien pertama yang sudah berkunjung ke Rumah Sakit Brawijaya. Sayangnya dokter tak kunjung tiba, sudah lebih dari sejam kami menunggu kedatangan dokter. Sampai akhirnya, sempat disarankan untuk ganti dokter oleh susternya. Baru juga saya setuju dengan pendapat susternya. Eh datang juga dokternya dengan tergesa-gesa.

Awal kontrol kehamilan pertanyaan dokter seperti biasanya. Apa saja keluhannya dan sudah telat haid berapa hari. Akhirnya saya pun diperiksa dengan menggunakan USG Transvaginal. Alhamdulillah kondisi janin saya berada di dalam rahim yang artinya normal.

Biaya yang saya keluarkan di awal kontrol kehamilan sebesar Rp. 903.300. Mohon maaf saya tidak bisa menjabarkan biayanya untuk apa saja karena di rumah sakit ini tidak melampirkan perincian biayanya. Too bad :(

Untuk baca ulasannya bisa klik link : Pemeriksaan kehamilan Trimester Awal

KONTROL RUTIN KEHAMILAN

Berhubung saya merasa kurang cocok dengan dokternya karena dokternya kurang aktif dan bikin kondisi konsultasi terasa sangat canggung dan tidak santai. Akhirnya saya memutuskan untuk pindah rumah sakit.

Biar bagaimanapun saya butuh dokter yang bisa diajak konsultasi dengan santai dan tidak terasa awkward. Makanya suami pun bertanya kepada salah satu rekannya, saat istrinya hamil selalu kontrol dimana.

Akhirnya kami pun berpindah ke Rumah Sakit Pertamina. Saat kontrol disana memang sih antriannya lumayan lama juga tapi dokternya asik karena banyak memberikan informasi saat kehamilan pertama.

RUMAH SAKIT PERTAMINA


7 Dec 2019 (7 Weeks)Saya kontrol di Rumah Sakit Pertamina dengan dokter pilihan teman suami saya. Saat kontrol saya pun merasa nyaman dan tetap menggunakan jasa dokter tersebut. Kontrol pertama dengan dokter tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp. 622.322. Sayangnya di Rumah Sakit Pertamina kami tidak diberikan perincian biayanya.

23 Dec 2019 (9 Weeks) Saya pernah mengajak keponakan untuk kontrol kembali di Rumah Sakit Pertamina. Saat kontrol kondisi saya memang sedang drop karena sering muntah-muntah hampir tiap saat. Saya takut terjadi sesuatu saat kehamilan pertama saya.

Alhamdulillah saat kontrol USG janin saya dalam kondisi normal. Saya pun mendapatkan USG 3D Free dari dokternya karena keponakan saya terlihat sangat excited saat melihat dedek bayi. Pak dokter pun langsung kasih hasil USG 3D ke keponakan saya. Saya pikir biayanya jauh lebih mahal. Ternyata biaya yang dikeluarkan masih hampir sama sebelumnya sebesar Rp. 613.910. 

Sayangnya saat kedua kalinya kontrol, suami saya memberikan informasi kalau nanti saya melahirkan di Rumah Sakit Pertamina, seluruh biaya melahirkan tidak akan tercover oleh asuransi kantor. Jadilah dengan berat hati saya harus pindah ke rumah sakit lain. Hiks :'(

Bukannya apa-apa sih, untuk mendapatkan dokter yang cocok dengan kita tuh gak mudah. Makanya saya pun mulai bertanya informasi dengan teman yang pernah kontrol di Rumah Sakit Siloam Semanggi. Akhirnya salah satu teman menyarankan 2 nama dokter yang bagus disana.

 SILOAM INTERNATIONAL HOSPITAL


18 Jan 2020 (13 Weeks) Setelah menjalani rawat inap, akhirnya jadwal kontrol kehamilan selanjutnya saya lakukan pertama kali di Siloam International Hospital Semanggi.  Awalnya saya memilih dokter karena namanya yang unik. Hihihii...

Tapi sayangnya sudah hampir dua jam saya menunggu dokternya tak kunjung tiba karena ada operasi. Akhirnya saya minta ganti dokter saja deh. Gak nyangka dokter yang saya kunjungi, dokter ganteng. Hahahhaa...

Suami pun sampai nyeletuk "Pantes aja temen kamu bilang bagus. Dokternya ganteng". Saya pun tertawa terbahak-bahak. Ya meneketehe kalau ternyata dokternya gantengkan. 

Tapi suami setuju juga sih bilang kalau dokter itu bagus karena penjelasannya sangat detail sekali. Makanya suami pun setuju untuk lanjut kontrol rutin dengan dokter tersebut. Biaya yang dikeluarkan saat kontrol kehamilan sebesar Rp. 750.799. Berikut perinciannya :
  • OPD Consultation Rp. 300.000
  • USG 2D Rp. 250.000
  • Osfit DHA 20 CAP Rp. 140.800
  • Admin Charge Rp. 60.000

22 Feb 2020 (18 Weeks) Seluruh vitamin dan obat saya sudah habis. Akhirnya jadwal rutin kontrol kehamilan pun tepat pada hari sabtu yang dimana kondisi rumah sakit selalu ramai. Usia kehamilan saya sudah menginjak di minggu ke 18 yang dimana seharusnya saya sudah bisa melihat jenis kelamin bayi saya.

Ternyata untuk kedua kalinya dokter mengatakan kalau anak saya berjenis kelamin perempuan. Karena saat pemeriksaan USG, bayi saya hanya memperlihatkan bagian pantat dan pahanya saja dan dokter mengatakan pada bagian tengahnya tidak terdapat dua buah zakar yang artinya kemungkinan perempuan.

Lagi lagi dokter bilangnya selalu kemungkinan, memang USG yang lebih jelas lagi nanti saat usia kandungan menginjak 5 bulan. Biaya yang dikeluarkan saat kontrol kehamilan sebesar Rp. 923.565. Berikut perinciannya :
  • OPD Consultation Rp. 300.000
  • USG 2D Rp. 250.000
  • Osfit DHA 30 CAP Rp. 211.200
  • Emineton 30 TAB Rp. 102.366
  • Admin Charge Rp. 60.000

21 Mar 2020 (23 Weeks) Saat virus corona semakin mencekam di Indonesia dan membuat sekolah, perkantoran dan area mall banyak yang harus tutup. Kantor saya pun tutup dari 23 Maret - 3 April 2020 dan seluruh karyawan diwajibkan work from home.

Sedihnya, saat work from home ada flek sedikit. Saya sih curiganya akibat sering naik turun tangga karena toilet berada di lantai bawah. Jadilah kecapean dan membuat saya dan keluarga sedikit panik. 

Untungnya sebentar lagi kontrol rutin kehamilan dan tidak perlu ditunda karena di Siloam Hospital untuk poli klinik dokter umum ditutup dan hanya melayani kunjungan pasien yang telah membuat appointment dengan dokter spesialis saja.

Alhamdulillah saat kontrol, pendarahan tidak berasal dari kantung rahim. Jadi pak dokter bilang janin kami aman dan tidak ada masalah apapun. 

Tapi sayangnya karena suasana rumah sakit sedikit chaos karena ada pasien ibu hamil yang ingin kontrol memiliki suhu tubuh diatas 37.5 derajat. Walhasil perawat pun agak sedikit kewalahan dengan peraturan terbarunya dari kebijakan rumah sakit. Ibu hamil wajib di screening terlebih dahulu sebelum kontrol ke dokter dan pasien sebelumnya juga mau melakukan tindakan kuret. Jadilah saat bagian saya untuk kontrol, dokternya jadi banyak ke skip.

Skipnya sih saat melakukan pembayaran, tidak ada vitamin yang diberikan. Sedangkan saya sudah minta vitamin karena sudah kehabisan stock vitamin dan hasil USG tidak di print sama dokternya. Saya juga tidak engeh dan baru engeh saat berada di apotik. Hiks!! Pantas saja harga USG berbeda dari sebelumnya.

Berikut perinciannya dari total Rp. 856.504 :
  • OPD Consultation Rp. 300.000
  • USG (NON PRINT) Rp. 200.000
  • Osfit DHA 30 cap Rp. 211.200
  • Emineton 25 Tab Rp. 85.305
  • Admin Charge Rp. 60.000

18 Apr 2020 (26 Weeks) Rasanya bahagia banget bisa kontrol kehamilan di saat pandemic corona gini karena akhirnya saya bisa keluar rumah. Walaupun hanya sebentar saja kontrolnya.

Saat kontrol kehamilan saya memberikan hasil cek lab test darah dan urin ke pak dokter. Hasilnya bagus semua, hanya saja pada bagian test urine menunjukkan hasil bakteri positif yang artinya saya terkena infeksi saluran kandung kemih.

Dengan adanya test darah dan urine, maka ibu hamil bisa menanganinya sedini mungkin agar tidak lebih parah lagi penyakit tersebut terjangkit oleh ibu hamil.

Akhirnya saya diberikan obat tambahan yang bernama Monuril 3 gram sachet dengan biaya per sachetnya Rp. 250.250 dengan cara hanya di larutkan dalam air 220ml dan harus dihabiskan saat itu juga.

Untungnya hanya diberi satu sachet saja obatnya. Gak kebayang kalau sampai untuk sebulan. AMsyong dah sama biayanya yang muahaaallll!!!

Berikut perinciannya dari total Rp. 1.185.366 :
  • OPD Consultation Rp. 300.000
  • USG 2D (WITH PRINT) Rp. 250.000
  • Monuril 3 gram sachet Rp. 250.250
  • Osfit DHA 30 cap Rp. 222.750
  • Emineton 30 tab Rp. 102.366
  • Admin Charge Rp. 60.000

16 May 2020 (30 Weeks) Dari kemarin saya selalu merasa cemas karena kondisi covid 19 semakin membludak. Rasanya ingin cepat-cepat kontrol kehamilan, supaya bisa lihat kondisi Baby J di dalam perut aman-aman saja.

Ternyata saat kontrol kehamilan, benar saja kalau air ketuban saya sedikit. Walhasil dokter menyarankan untuk minum air putih lebih banyak lagi. Setidaknya sehari lebih dari 3 liter. Jika air ketuban tetap sedikit akan membahayakan kondisi janin di dalam perut.

Berat Badan Baby J pun sekarang sudah 1.6 kg. Sedangkan saya sekarang sudah mencapai 53.50kg. Alhamdulillahnya sih Baby J dalam kondisi sehat, hanya saja lebih diperbanyak lagi minum air putihnya.

Ada informasi yang mengejutkan dari Pak Dokter untuk ibu hamil yang sebentar lagi akan melahirkan. Saya dan suami diwajibkan untuk screening paru (istri) dan Rapid Test (Suami dan Istri). Alasannya adalah jika bumil positif covid 19, Pihak rumah sakit akan menolak ibu hamil untuk melakukan perawatan di rumah sakit tersebut.

Namun jika hasil positifnya hanya suami saja, Maka ibu hamil harus siap melahirkan tanpa pendamping siapapun. bahkan orang tua sekalipun tidak bisa mendampingi juga karena ketentuan rumah sakit yang diperbolehkan hanya suaminya saja.


Berikut perinciannya dari total Rp. 820.092 :
  • OPD Consultation Rp. 300.000
  • USG 2D (WITHOUT PRINT) Rp. 200.000
  • Osfit DHA 24 cap Rp. 178.200
  • Emineton 24 tab Rp. 81.893
  • Admin Charge Rp. 60.000

RUMAH SAKIT IBU ANAK ASIH


20 Juni 2020 (35 Weeks) Dengan berat hati saya dan suami memutuskan untuk pindah ke rumah sakit khusus ibu dan anak karena semakin hari pasien covid 19 semakin bertambah. Permasalahannya Rumah sakit sebelumnya itu rumah sakit umum. Jadi kami lebih memilih menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.



Yah walaupun sudah diinfokan kalau rumah sakit tersebut tidak menerima pasien covid 19 tapi kan disana merawat pasien dari berbagai macam penyakit ada.



Sedangkan kalau di rumah sakit ibu dan anak memang khusus untuk ibu dan anak saja. Jadi bisa lebih meminimalisir kekhawatiran kami lah. Maklumlah anak pertama dan kita juga ingin suatu hal yang lebih aman untuk anak kami.



Ternyata banyak dari teman saya yang memang pernah melahirkan disana. Mereka semua menyebutkan kalau dr Musa Soebiantoro, SpOG termasuk dari salah satu dokter yang sangat disukai.


Tapi yah namanya juga dokter senior jadi biaya kontrolnya pun jauh lebih mahal. Biaya pertama yang saya keluarkan Rp. 1.153.800 yaitu :

  • Administrasi Rawat Jalan Rp. 70.000
  • USG 2D Rp. 200.000
  • Expertise USG 2D Rp. 100.000
  • Konsultasi dr Musa Soebiantoro Rp. 450.000
  • Buku Ibu dan Bayi Rp. 160.000
  • Biocal 95 15tablet  Rp. 102.960
  • Promavit Soft Cap 15tablet Rp. 70.785

Dari hasil pemeriksaan pertama saya di rumah sakit terdeteksi kalau janin saya terbilang terlalu besar dari berat badan janin di usia kandungannya. Berat Badan Baby J sudah mencapai hingga 2.7kg yang seharusnya berat badan segitu untuk janin di usia kandungan 37 weeks.

Maka dari itu, dr Musa ingin memastikan kembali dari hasil USG sebelumnya. Agar bisa terdeteksi apakah peehitungannya sesuai atau tidak. Memang salahnya saat kami pindah dokter, kami tidak membawa dokumen-dokumen sebelumnya.

27 Juni 2020 (36 Weeks) Berhubung sudah 9 bulan jadilah kontrol kehamilan seminggu sekali. Tapi antrian hari ini bener-beber parah banget karena sampe 4 jam kami menunggu antrian.

Setelah jam 4 sore akhirnya giliran kami konsultasi dengan pak dokter. Saya bawa hasil USG dan hasil lab yang dibutuhkan dokter. Ternyata pak dokter kaget liat hasil lab saya di bagian urin diangka 7. Padahal nirmalnya diangka 1 - 4. Walhasil saya dapat tindakan untuk diinfus yang berisi obat antibiotik.

Jika tidak diberi tindakan apapun takut terjadi sudden death pada bayi jika melahirkan secara normal.  Jadilah kami masih harus menunggu antrian lagi di IGD.


Biaya yang saya keluarkan Rp. 1.001.700 yaitu :

  • Administrasi Rawat Jalan Rp. 70.000
  • USG 2D Rp. 200.000
  • Expertise USG 2D Rp. 100.000
  • Konsultasi dr Musa Soebiantoro Rp. 450.000
  • Biocal 95 15tablet  Rp. 102.960
  • Prohelic Cap 10tablet Rp. 78.650


Biaya infus di IGD yang saya keluarkan Rp. 1.109.300 yaitu :

  • Observasi pasien di bed UGD < 3jam Rp. 150.000
  • Pasang Infus Rp. 100.000
  • Alkohol Swab isi 200 pcs (6) Rp. 2.566
  • D syringe 10cc Rp. 9.173
  • Infusion set nipro Rp. 23.700
  • Naraderm iv pu transparent Rp. 7.502
  • Nitril exam blue Rp. 13.812
  • Aurfio 20 terunto Rp. 52.003
  • Naci piggy back 100cc Rp. 31.116
  • Terfacet Rp. 719.340

4 July 2020 (37 Weeks) kontrol selanjutnya dokter bilang harus lebih waspada karena melahirkan tidak harys menunggu HPL. Ada juga yang melahirkan sebelum HPL.

Setelah USG dokternya bilang kalo berat badan Baby J seperti usia kandungan 40 minggu karena sudah terlalu besar. Tapi karena belum merasakan kontraksi jadi tidak dilakukan tindakan apapun.


Biaya yang saya keluarkan Rp. 898.700. yaitu :


  • Administrasi Rawat Jalan Rp. 70.000
  • USG 2D Rp. 200.000
  • Expertise USG 2D Rp. 100.000
  • Konsultasi dr. Musa Soebiantoro Rp. 450.000
  • Prohelic Caps 10 tablet Rp. 78.650

7 July 2020 (37 Weeks 5 Days) Tepat pukul 20.30 PM saya merasa perut kencang dan susah jalan. Berhubungbsuami khawatir, suami pun memaksa untuk hubungi dokter obgyn karena takut kontraksi. Ternyata benar saja kontraksi. Akhirnya secepatnya kami harus datang ke dr. Musa yangbsedang bertugas di RS Gandaria. Disana saya diperiksa CTG dulu apakah kondisi dedek bayi normal atau tidak.

Akhirnya dokter menyarankan untuk langsung tindakan karena kondisi pernapasan baby berkurang akibat kondisi plasenta menurun. Walhasil secepatnya kami harus ke RSIA Asih untuk melakukan perawatan disana.

Biaya CTG yang dilakukan di RS Gandaria yaitu :







*Akan terus di update lagi yah sampai kontrol 9 bulan*




KOMPLIKASI KEHAMILAN


RUMAH SAKIT PERTAMINA

5 Jan 2020 (11 Weeks) Kondisi kehamilan saya semakin memburuk. Sehari saya bisa muntah lebih dari dua puluh kali karena setiap makan apapun atau minum apapun pasti selalu muntah. Apalagi kalau tiap pulang ke rumah orang tua yang dimana saya harus menghabiskan waktu di jalan selama sejam. Pasti di kursi depan mobil ada banyak kantong plastik berjajar akibat muntah.

Sorenya tepat pukul 17.06 PM kondisi saya semakin drop. Apalagi baru juga makan satu sendok bubur langsung muntah air yang berwarna kuning dan menyebabkan mulut terasa pahit sekali. Kondisi badan semakin lemas dan akhirnya saya langsung dibawakan ke Rumah Sakit Pertamina.

Saya langsung dilarikan ke IGD RS Pertamina. Ternyata saya terkena Hyperemesis Gravidarum (Dehidasi). 

Untuk pertama kalinya selama hidup, saya harus dilarikan ke rumah sakit. Penanganan awal, saya diberikan infus yang berisikan cairan vitamin dan obat-obatan karena kondisi perut saya sangat kosong tapi muntah masih saja terus berlanjut.

Agar tidak membahayakan kondisi ibu dan janinnya. Akhirnya dokter pun memutuskan untuk rawat inap selama 4 hari 3 malam. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 4.749.412.

SILOAM INTERNATIONAL HOSPITAL

27 Jan 2020 (14 Weeks) Walaupun sudah rawat inap selama 4 hari tetap saja kondisi saya masih belum membaik 100 persen. Memang dokter bilang kondisi ibu hamil di trimester pertama itu ada juga yang mengalami morning sickness yang berlebihan.

Hal itu wajar kalau selama ini masih ada makanan yang bisa masuk walaupun sedikit. Berhubung saya sudah tidak kuat dengan kondisi tersebut. Apalagi takut terjadi kondisi yang lebih parah lagi kedepannya. Akhirnya dokter menyarankan saya untuk beristirahat selama 2 hari dan diberikan obat untuk penguat lambung agar tidak terjadi muntah yang begitu hebat.

Obat tersebut diberikan hanya untuk seminggu saja dan harus dihabiskan. Alhamdulillah kondisi mual dan muntah saya semakin membaik. Tepat di usia kandungan 16 minggu saya sudah tidak merasakan muntah lagi. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 1.911.853. Berikut perinciannya :
  • OPD Consultation Rp. 300.000
  • USG 2D Rp. 250.000
  • Glutrop 15 tab Rp. 381.150
  • Narfoz 8MG 15 tab Rp. 577.500
  • Pantozol 20MG 15 tab Rp. 343.203
  • Admin Charge Rp. 60.000

TEST LABORATORIUM PARAHITA

Sabtu, 21 Mar 2020 setelah kontrol kehamilan dengan dokter. Saya diberikan surat rujukan untuk test laboratorium dalam pengambilan urin dan darah. Namun, ada pemberitaan untuk stay at home dan dilarang keluar rumah beberapa hari. Jadilah test lab diundur pada bulan April.

Tepat di hari Sabtu, 11 April 2020 pukul 08.00 AM (25 Weeks) saya melakukan test lab di Parahita dengan membawa surat rujukan yang telah diberikan oleh dokter. Sebelumnya dokter pernah bilang bahwa test lab ini tidak harus di rumah sakit. Jadi bisa di lab manapun.

Akhirnya saya dan suami memilih untuk melakukan pengambilan test urin dan darah di Lab Parahita saja karena dekat dari rumah.

Saat akan memasuki Lab Parahita terlebih dahulu saya harus mengisi riwayat kesehatan dalam form yang telah disediakan oleh petugas. Seluruh petugas Lab Parahita mengenakan hazmat berwarna orange dan biru lengkap dengan face shield, masker dan sarung tangan.

Setelah itu barulah saya mengambil nomor antrian yang dimana saya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk dipanggil oleh petugasnya.

Tak sampai 10 menit pengambilan darah dilakukan. Lalu petugas memberikan botol kecil untuk saya isi dengan urin sampai penuh.

Test lab yang saya lakukan terdapat 16 rangkaian test dengan biaya Rp. 3.185.000


BIAYA PERSALINAN

COMING SOON!!!








Cheers,
18 April 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk ah komen daripada cuma sebarin Spam

Copyright 2012 Dian Juarsa. Diberdayakan oleh Blogger.