Selasa, 05 November 2019

Jogja Airport Resto : Yuk kuliner di dalam pesawat


Perjalanan honeymoon kami yang dimana tanpa perencanaan sama sekali membuat kami harus mencari destinasi manakah yang akan kami kunjungi. Kebetulan siang itu matahari Jogja sangat terik sekali. Sehingga untuk keluar mobil pun rasanya enggan.

Untuk mencari destinasi selanjutnya masih belum terpikirkan apapun. Akhirnya suami saya  mengarahkan gps nya yang entah akan kemana. Saya bertanya pun, dia hanya menjawab "Kita makan dulu yah, laper".

Waktu telah menunjukkan pukul 11.30 AM, sebentar lagi memang waktunya untuk makan siang. Saya cuma nurut saja dan sesekali membantu melihat gps.

LOKASI JOGJA AIRPORT RESTO

Perjalanan kami memasuki kontur jalan yang sempit dengan kondisi yang tidak mulus. Bahkan saat berpapasan dengan mobil lain di arah berlawanan, salah satu dari mobil harus berhenti sejenak agar mobil lainnya dapat melintas. Belum lagi, kemacetan pun terjadi hanya karena mobil berpapasan dengan mobil lain dari arah berlawanan.

Yah bisa dibilang tempat yang akan kami kunjungi tidak strategis. Penunjuk arah jalan memberikan pengarahan dengan kontur jalan yang sempit. Tepat disisi kanan kami terdapat sebuah kali yang cukup besar. Sedangkan di sisi kiri kami terdapat saluran air yang cukup lebar.

Akhirnya selang waktu beberapa menit kami keluar menuju jalan beraspal, namun tetap saja kontur jalannya tidak terlalu besar. Setidaknya jauh lebih baik kontur jalanannya.

Tepat saat kami berbelok ke kiri dan masih meneruskan perjalanan. Saya melihat dua buah pesawat Boeing 737-200 yang terparkir di dalam lahan seluas 2 hektar. Ternyata tempat itulah yang akan kami tuju yang bernama Jogja Airport Resto (JAR). Surpriseeeeee!!!!

Saya hanya tertawa kegirangan saat melihat tempat makan yang begitu unik. Hmmmm suami saya tuh memang bisa saja cari tempat yang lucu dan unik. Lokasi Jogja Airport Resto (JAR) di Kadiro I, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman. Yogyakarta 55571.



SPEND MINIMUM DI KABIN PESAWAT

Sesampainya di Jogja Airport Resto, sudah ada beberapa mobil yang terparkir. Ternyata disini ada beberapa spot yang dapat dikunjungi seperti lokasi untuk berkuda dan foto dengan mobil antik yang telah terparkir di dalam garasi.

Akan tetapi, ada biaya lagi jika hendak berkuda dan berfoto di kawasan mobil antik. Berhubung tujuan kami memang ingin makan siang. Jadilah kami lebih memilih untuk masuk ke dalam Jogja Airport Resto.

Sempat kaget karena saat akan memasuki pintu masuk terdapat X-ray yang sudah tidak berfungsi.

Layaknya di Bandara, terdapat pula Check-In Counter saat akan memesan makanan dan memilih tempat untuk makan. Sebelum memasuki area resto kami ditanya hendak makan di area Lounge, Outdoor atau Kabin Pesawat.

X-ray
Lounge Jogja Airport Resto

Sebelum kami memilih tempat untuk makan di kabin pesawat, kami diinfokan untuk memesan makanan minimal sebesar Rp. 250.000. Jika kurang dari harga itu, kami bisa makan di area lounge saja. Jadi tak bisa makan di area kabin pesawat.

Konsep Lounge di Jogja Airport Resto berkonsep vintage minimalis yang memiliki beberapa sofa dan kursi kayu sesuai pilihan pengunjung. 

Dikarenakan pesanan kami melebihi batas minimum pesanan. Jadi kami diantarkan oleh cabin crew menuju pesawat boeing yang telah terparkir di luar.

Saat keluar dari lounge kami bisa melihat 2 pesawat boeing yang bergambarkan minion. Gemesiiiinnnn!!!

Gak nyangka banget idenya sungguh luar biasa. Kedua pesawat ini dijadikan resto dan bagi pengunjung yang belum pernah merasakan naik pesawat. Bisa banget loh nambah pengalaman untuk datang kemari. Biar tau gitu rasanya duduk di kursi pesawat. Hihiii...


GARBARATA

PESAWAT BOEING 737 - 200

Pengunjung resto belum ada siapa-siapa, bisa dibilang kami berdua pengunjung pertama yang duduk di kabin pesawat karena memang seluruh kursi di kabin pesawat tidak ada siapapun. Kami pun sempat kaget saat masuk ke dalam pesawat, staff pelayan pun menggunakan pakaian pramugari.

Kami dilayanin selayaknya seperti di dalam pesawat. Kami bisa memilih tempat dimana pun yang diinginkan, kebetulan memang resto sedang kosong.

Setelah memilih tempat yang diinginkan, kami dikejutkan kembali dengan pramugari yang sedang melakukan instruksi seperti anjuran menggunakan seat belt, mematikan ponsel, serta demo keselamatan seperti cara menggunakan pelampung dan masker saat dalam keadaan darurat.



Selesai peragaan instruksi dari Pramugari, suara rekaman mesin pesawat telah terdengar. Yap kita diajak berfantasi selayaknya sedang naik pesawat yang akan siap lepas landas. Keren juga sih, tapi fantasi itu hanya sebentar saja.

Sayangnya saat menunggu makanan tiba, waktu untuk menunggu makanan cukup lama. Entah sengaja agar membuat pengunjung bisa puas berfoto-foto terlebih dahulu. Atau memang pelayannya yang kurang, sehingga makanan kami tak kunjung tiba.

Berkali-kali kami menanyakan makanan kami yang tak kunjung tiba. Tapi dijawabnya selalu sama "Maaf bu lagi di persiapkan". Dari sini sangat disayangkan saja, kenapa harus lama sedangkan tamu yang datang hanya saya dan satu lagi ada satu keluarga yang berjumlah 3 orang di belakang kursi kami.

Ada baiknya lebih ditingkatkan kembali, agar pengunjung tidak menunggu terlalu lama untuk kedatangan makanannya. Kalau kondisinya sangat ramai, kami bisa maklumi. Tapi kalau kondisinya tidak terlalu ramai. Itulah yang jadi pertanyaan kami.



COCKPIT PESAWAT BOEING 737 - 200

Saat makanan selesai, suami saya pun menawarkan untuk foto di dalam cockpit. Saya sempat bertanya apa iya bisa masuk ke dalam cockpitnya?

Ternyata pengunjung bisa berfoto di dalam cockpit dengan menggunakan topi pilot yang telah tersedia di dalamnya. Saya pun menerima tawaran suami. Sehingga suami saya pun turun kembali ke bawah untuk menanyakannya ke bagian check-in counter.

Nah bagi pengunjung yang ingin berswafoto di dalam cockppit atau garbarata diwajibkan membeli tiket masuk dulu sebesar Rp. 20.000. Kalian bisa berfoto sepuasnya saat kondisi lagi kosong. Namun beda halnya saat kondisi resto sedang ramai. Waktu untuk berfoto akan dibatasi waktunya.



Saat memasuki dalam cockpit hawanya sangat panas dan pengap, Tidak ada AC sehingga bikin gak betah berlama foto disana. Ternyata cockpit tuh sangat kecil dan banyak tombol-tombol yang harus dioperasikan oleh pilot dan co-pilot. 

Buat pengunjung yang memiliki anak, bisa banget ajak anaknya berswafoto di dalam cockpit, Setidaknya bisa membuat imajinasi anak berkembang. Sehingga mereka tau apa yang harus pilot lakukan saat akan menerbangkan pesawat. 




Bagi teman-teman yang ingin merasakan sensasi kulineran di dalam pesawat sungguhan. kalian bisa banget loh datang ke Jogja Airport Resto. Apalai bagi yang belum pernah merasakan naik pesawat. Bisa banget loh cobain main kesini.

Tak hanya berfoto di dalam pesawat dan cockpit saja. Ada banyak pula spot selfie yang bisa kamu lakukan selama mengunjungi Jogja Airport Resto. 

Sekian sudah pengalaman kami makan di dalam pesawat boeing 737 - 200. Semoga kalian bisa merasakan sensasinya makan di dalam pesawat.

Cheers,
5 Nov 2019

DISCLAIMER :
Tulisan ini murni dari pengalaman pribadi. Seluruh biaya yang dikeluarkan pun dari uang kami sendiri. Tidak ada paid promote, collaboration ataupun Sponsorship.


4 komentar:

  1. Makanan yang dipesan apa aja? Penasaran mau lihat makanannya ada apa aja, apa kayak makanan di pesawat gitu atau gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh yah ketinggalan foto makanannya. gw share sekarang yaaaa, kelewatan. Makanannya sama aja kaya di resto. Gak kaya di dalam pesawat

      Hapus
  2. Kereen.. Jd pngen ksini 😊😊😊

    BalasHapus

Yuk ah komen daripada cuma sebarin Spam

Copyright 2012 Dian Juarsa. Diberdayakan oleh Blogger.