Kamis, 09 Februari 2017

Jangan sentuh batu di Gua Sunyaragi Cirebon

Cirebon...Dengar kata Cirebon saja yang saya tahu hanyalah kota yang berbatasan dengan kampung mama saya di kuningan. Memang sih jaraknya tidak jauh tapi yang pasti saya tidak tau menau kalau di Cirebon pun ada banyak tempat wisatanya, Apalagi tempat wisata yang bersejarah. 

Belum lagi ada banyak juga loh wisata kulinernya seperti empal gentong, sate kalong (daging kerbau bukan kelelawar yah!!), mie koclok, docang, tahu gejrot, nasi lengko dan banyak lagi. 

Oke...disini saya tidak membahas wisata kulinernya yah akan tetapi lebih ke sejarahnya Gua Sunyaragi. 

Selamat Datang di Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi memiliki luas 15 hektar dan dulunya gua ini dikelilingi danau yang bernama danau jati makanya Gua Sunyaragi juga disebut Taman Air Sunyaragi. Namun sekarang danau itu sudah tidak ada lagi akibat mengering dan sudah dijadikan jalan by pass Brigjen Darsono, Sungai Situngkul, Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Sunyaragi milik PLN, Persawahan dan juga sebagian pemukiman penduduk. 

Perkomplekan Gua Sunyaragi terdapat dua bagian yaitu pesanggrahan dan bangunan gua. Untuk bagian pesanggrahan dilengkapi dengan serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah dan dikelilingi taman lengkap dengan kolamnya. Sedangkan bangunan gua berbentuk gunungan yang dilengkapi dengan terowongan sebagai penghubung bawah tanah dan saluran air. 

Gua Sunyaragi ini adalah tempat dimana para Sultan Cirebon dan Keluarganya beristirahat dan juga bermeditasi. Untungnya sih saya tidak lahir dikeluarga kesultanan karena bentukan kamarnya saja sudah banyak sekatnya ditambah lagi banyak ruangan sempit dan pastinya bikin bingung untuk cari pintu keluar. Tar yang ada mau keluar ruangan aja harus nyasar dulu kemana-mana lagi hahahaa...



Ini bukan Bale Kambang yah

Gua Sunyaragi memiliki gaya arsitektur dari perpaduan antara gaya Indonesia klasik atau Hindu, gaya Cina atau Tiongkok kuno, gaya Timur Tengah atau Islam dan gaya Eropa. 

Untuk Gaya Indonesia Klasik atau Hindu kalian bisa lihat beberapa bangunan yang berbentuk joglo. Misalnya pada bangunan Bale Kambang, Mande Beling, Gedung Pesanggrahan dan beberapa patung seperti patung gajah dan patung manusia berkepala garuda yang dililit oleh ular yang memiliki makna bagi para pemimpin yang sudah berkuasa tidak boleh lupa akan tanggung jawabnya kepada rakyat. Tuh dengeriiiiiinnnnn penguasa Indonesia siapapun itu, jangan pernah lupa tanggung jawabnya yaaaa :D

Untuk memasuki kawasan Gua Peteng harus melewati jalan setapak
Inilah jalan setapak yang harus kami lalui menuju Gua Peteng 
Gazebo itu terletak diatas Gua Peteng
Anda memasuki kawasan Gua Peteng

View dari samping Gua Peteng
Gak sengaja memegang Batu Perawan Sunti

Kamu tau gak? Kalau maen ke tempat bersejarah memang ada baiknya ditemani guide agar tidak salah sentuh, pegang atau pun mengambil sesuatu dari sana. Saya yang notabene tidak tau menau tentang sejarah Goa Sunyarangi telah melakukan kesalahan fatal yaitu memegang Batu Perawan Sunti. 

Konon katanya untuk para gadis remaja seperti saya yang tidak sengaja menyentuh Batu Perawan Sunti akan kesulitan mendapatkan jodoh. Makanya berhati-hatilah kalau berkunjung ke tempat ini. Tapi semua itu tidak akan terjadi kalau saya memasuki Gua Kelanggengan. Sayangnya, Saya tau itu semua pun sudah telat. Setelah sampai Jakarta, teman saya ada yang memberi tau kalau Batu yang saya pegang itu ada mitos jeleknya. Balik lagi sih ke kepercayaan masing-masing. Saya yakin kalau jodoh itu sudah ada yang mengatur, tinggal dekati saja yang mengatur. Insya Allah jodoh akan datang diwaktu yang tepat dan juga siap #sokbijak hihihii..

Gua Sunyaragi dipenuhi Mahasiswa 
Baru juga mau masuk Gua harus dihadapi bebatuan tinggi
Photographer beraksi fotoin Kak Vika yang lagi ngelamunin nasib
Ruang yang bersekat ini adalah kamar kaputren
Mungkin diruangan ini lah Sultan bisa melihat prajurit sedang latihan


Jendela dari kamarnya Kaputren yang berarsitektur Belanda atau Eropa


Entah ini ruangan apa karena saya tidak masuk ke ruangan ini
Ternyata disini ada sanggar tari nya loh *maafkan kelakuan saya yang ikut-ikutan mereka*
Coba tebaaakkkk menyerupai patung apa hayooo


Bangunan Gua yang berada di Gua Sunyaragi ada 12 ruangan yang memiliki fungsi :
  1. Bangsal Jinem adalah Tempat sultan memberi wejangan dan melihat para prajurit berlatih
  2. Gua Pengawal adalah Tempat berkumpulnya pengawal sultan
  3. Mande Kemasan
  4. Gua Pandekemasang adalah Tempat senjata tajam
  5. Gua Simanyang adalah Tempat pos penjagaan
  6. Gua Langse adalah Tempat santainya para Sultan 
  7. Gua Peteng adalah Tempat nyepi untuk kekebalan tubuh
  8. Gua Arga Jumud adalah Tempat orang penting keraton
  9. Gua Padang Ati adalah Tempat bersemedi
  10. Gua Kelanggengan adalah Tempat semedi agar jabatannya tetap langgeng
  11. Gua Lawa adalah Tempat berkumpul para kelelawar
  12. Gua Pawon adalah Tempat penyimpanan makanan
Monumen Cina beserta kuburan Cina
Monumen Cina ini berisikan kuburan cina namun kuburan ini pun bukan kuburan orang cina loh melainkan sejenis monumen yang berfungsi sebagai tempat berdoa para keturunan pengiring-pengiring dan pengawal-pengawal putri Cina yang bernama Ong Tien Nio atau Ratu Rara Sumanding yang merupakan istri dari Sunan Gunung Jati. 

Jadi dulunya itu Gua Sunyaragi dihiasi berbagai ornamen keramik Cina dibagian luar. Namun keramik-keramik itu sudah lama hilang sehingga tidak diketahui bagaimana corak yang pasti



Setelah kelar berkeliling Gua Sunyaragi saatnya kami harus melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Tapi gak ada salahnya kan kita cicip makanan khas dari Cirebon yaitu Empal Gentong yang rasanya endeesss gedeeesss binggo. Mungkin sesekali saya bisa maen ke Cirebon buat mencoba semua makanan khas Cirebon.

Empal Gentong dan Sate Kambing. yummmiiiiieeee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk ah komen daripada cuma sebarin Spam

Copyright 2012 Dian Juarsa. Diberdayakan oleh Blogger.