Jumat, 15 Maret 2019

Penutupan Kartu Kredit dipersulit Pihak Bank


Seringkali kita diiming-imingi Free Annual Fee Credit Card seumur hidup. Bahkan ada juga yang menawarkan limit besar untuk satu kartu kredit. Apalagi kalau rayuannya pake cashback atau souvenir. Ada banyak cara marketing kartu kredit menawarkan segala cara agar nasabahnya tertarik dengan segala macam penawarannya.

FREE ANNUAL FEE SEUMUR HIDUP

Jangan mudah tergiur dengan rayuan maut mereka karena  untuk free annual fee tidak semuanya benar. Ada kasus saya sendiri yang seringkali ditawarkan free annual fee seumur hidup. Kenyataannya tidak benar sodara-sodara!!!

Setahun pertama memang benar free annual fee tapi tahun berikutnya tetap dikenakan annual fee juga. 

Marah dan murka sudah pasti karena tidak sesuai perjanjian awal yang dimana kartu kredit saya seharusnya bebas biaya tahunan tapi malah ada biaya tersebut di lembar tagihan.

Akhirnya saya telpon ke customer service bank terkait untuk menjawab pertanyaan saya yang membuat saya tidak suka dengan pelayanan marketingnya karena memang tidak sesuai perjanjian awal.

Dari pihak customer service tidak bisa membantu apa-apa karena memang tidak ada rules mereka free annual fee. Karena kecewa dengan pelayanannya, akhirnya saya minta untuk menutup kartu kredit.

Akhirnya telpon saya pun ditransfer ke bagian penutupan kartu kredit. Disana saya menjelaskan kembali kronologisnya. 

Ternyata dari pihak customer sevice malah memberikan saran kalau setiap tahun bisa telpon ke bagian penutupan kartu kredit agar bisa di wave kembali yang artinya saya bisa mendapatkan free annual fee.

Tapi tetap saja aneh, masa setiap setahun sekali saya harus laporan ke bagian penutupan kartu kredit sih dan lucunya lagi setiap saya mau tutup kartu kedit pasti ada saja promo yang mereka berikan agar saya tidak jadi menutup kartu kedit.

Kecewa dan kesal campur aduk jadi satu. Maka dari itu, saya tetap bersih kukuh untuk menutup kartu kredit. Walaupun banyak rayuan yang saya dengarkan dari customer service.

BEBERAPA POINT YANG HARUS DILAKUKAN SAAT PENGADUAN

Ingat teman-teman...Jangan pernah lupa mencatat nomor rekam setiap kali ada pengaduan ke bagian customer service. Entah itu perihal wave annual fee, Penutupan kartu kredit atau pemblokiran kartu kredit. Ada 3 hal yang wajib kamu ingat :

1. Minta nomor rekam kepada CS sebanyak 12 angka seperti contoh : 18112911xxxx
2. Jangan lupa tanyakan siapa nama Customer Service nya
3. Catat pula tanggal, bulan, tahun dan waktu pengaduan

Setelah semuanya tercatat, saat menelpon kembali ke Customer Service pihak bank terkait. Kamu tinggal sebutkan saja nomor pengaduan yang sebelumnya pernah dilakukan. Tujuannya agar tidak perlu mengulang cerita degan hal yang sama.

Biasanya Customer Service memiliki catatan by system untuk pemberitahuan kronologis masalah yang dialami oleh nasabahnya.

PENUTUPAN CC DIPERSULIT

Sayangnya ada beberapa bank yang mempersulit proses penutupan kartu kredit. Padahal pembayaran saya tidak pernah bermasalah dan selalu tepat waktu. Saya tidak bisa sebutkan bank apa saja yang mempersulit penutupan kartu kredit.

Serba salah kalau berurusan dengan pihak bank untuk masalah kartu kredit. Pembayaran lancar, ditelponin mulu untuk penambahan kartu kredit atau KTA. Bahkan Pembayaran jelek pun juga di telponin mulu sama CSnya buat bayar tunggakan. Serba salah kaaannn!!!

Bayangkan saja, dalam sehari saya bisa di telpon hingga puluhan kali. Kalau telponnya gak diangkat, pihak bank bisa loh telpon berkali-kali sampai telponnya diangkat. Jadi sebisa mungkin saya selalu angkat telpon dari bank dan menolak dari cara halus hingga ngomel-ngomel karena desakan mereka yang seringkali annoying banget.

***

Kronologisnya :

Saat apply kartu kredit diberitahukan bahwa saya mendapatkan free annual fee. Maka dari itu, saya buatlah kartu kredit. Tapi tak disangka, ternyata saya mendapatkan kartu kredit 2 sekaligus dengan benefit yang berbeda. Nominal limitnya pun hingga puluhan juta rupiah.

Kedua kartu kredit sempat saya gunakan benefitnya, maklum lagi ada promo diskon gitu. Jadilah terpakai. Tapi setelah sudah tidak digunakan dan pembayarannya pun sudah selesai. Maka dari itu, saya pun berencana untuk menutup kartu kredit.

Saat saya sudah membuat pengaduan dan mencatat nomor rekam pengaduannya. Saya pikir sudah otomatis kartu kredit saya sudah di non aktif kan oleh pihak bank terkait dan memang tidak ada tagihan sama sekali setiap bulannya.

Kagetnya tiba-tiba tahun depan ada tagihan di kartu kredit saya sebesar Rp. 750.000 untuk biaya annual fee. Heran banget sih, kenapa juga harus ada biaya itu, sedangkan saya sudah pernah tutup kartu kredit saya.

Akhirnya telpon ke Customer Service bagian penutupan kartu kredit. Saya beritahukan nomor rekam pengaduannya dan memang benar adanya kalau saya sudah menutup kartu kedit saya.

Pihak Customer Service menjelaskan secara berkelit seakan-akan menutupi kesalahan mereka. Padahal sudah jelas benar, kalau saya sudah melakukan pengaduan untuk penutupan kartu kredit. Mereka beralasan bahwa pihak bank sudah menelpon saya namun tidak diangkat.

Alasan yang tidak masuk akal, dalam setahun gitu pihak bank telpon saya tapi tidak diangkat. Sedangkan saya tipe orang yang selalu mengangkat telpon. Walaupun tau telpon masuk itu dari pihak bank untuk penawaran.

Capek dengan proses yang tidak jelas. Akhirnya saya minta secepatnya untuk proses penutupan kartu kredit dan saya sudah tidak mau menunggu kembali. Bisa-bisanya saya masih harus disuruh menunggu hingga satu bulan.

Karena murka dengan prosesnya bertele-tele, akhirnya keluarlah amarah saya dengan nada suara yang lebih melengking dan selalu dengan kata sakti.

"Saya tidak pernah bermasalah dalam pembayaran, jadi saya mohon jangan dipersulit untuk penutupan kartu kredit saya atau saya bisa adukan masalah ini loh kalau pelayanan kalian sangat buruk".

Di waktu yang bersamaan akhirnya proses penutupan kartu kredit saya pun dapat diproses dan waktu yang dibutuhkan hingga 3 hari. Lebih baik lah daripada satu bulan. Akhirnya setelah 3 hari kemudian saya pun telpon kembali ke pihak bank terkait.

Padahal janjinya pihak customer service mereka yang akan menelpon saya. Tapi nyatanya tak ada satupun dari pihak bank terkait yang menelpon saya. Makanya saya aja yang telpon agar cepat di proses. 

Setelah saya telpon, baru lah proses penutupan kartu kredit saya dinyatakan telah di non aktifkan. Tak lama kemudian saya mendapatkan email dari pihak bank terkait bahwa kartu saya sudah ditutup.

Begitulah gak enaknya punya kartu kredit, segitu pembayarannya lancar tapi malah dipersulit untuk proses penutupan kartu kreditnya. makanya saya sudah tidak mau lagi berurusan dengan bank untuk masalah kartu kredit.

Kitanya yang harus lebih agresif, jangan mau diulur-ulur waktu seperti itu. Kalau masih juga belum di tutup selalu kasih deadline ke pihak Customer Service agar masalah kita di follow up dengan cepat. Jangan mau kemakan janji, tagih terus sampai mereka bosen dengan ocehan kita.

Itulah pengalaman pribadi saya yang dipersulit saat penutupan kartu kredit. Padahal pembayaran saya sangat bagus dan tidak pernah ada sekalipun kendala untuk masalah pembayaran karena memang saya takut dengan hutang. Makanya hutang itu prioritas untuk dibayarkan diawal saat saya terima gaji. 

Buat teman-teman yang berencana ingin memiliki kartu kredit. Ada baiknya dipikir kembali deh, jangan sampai mengalami hal yang sama seperti saya. Sudah dipersulit plus disuruh bayar pula dengan biaya yang tidak pernah saya gunakan sama sekali.

Semoga dengan sharing ini, bisa membuat kalian berpikir lagi. Apakah kartu kredit masih sangat dibutuhkan atau tidak. Ada baiknya lagi sih tidak usah punya kertu kedit sama sekali karena cuma bikin gatel aja, bawaannya pengen gesek mulu. Hhhahahaha..

Sekian curcol panjangnya karena tulisan ini bertujuan sebagai pengingat buat diri sendiri agar tidak melakukan kesalahan dalam pembuatan kartu kredit. Ada baiknya beli apa-apa langsung cash aja lah, Kalau tidak ada uang ya nabung aja dulu biar gak perlu pake cicilan atau berhutang #2019stopberhutang

Cheers,
15 Maret 2019





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk ah komen daripada cuma sebarin Spam

Copyright 2012 Dian Juarsa. Diberdayakan oleh Blogger.