Selasa, 10 Juli 2018

Curug Love Bogor - Mitosnya bisa bertemu jodoh loh disini


Siapa sih yang tidak tahu wisata di Bogor banyak curugnya. Mungkin ada ratusan jumlah curug yang bisa kamu kunjungi. Bahkan masih ada juga loh curug tersembunyi yang belum bisa kamu kunjungi karena medan tracknya yang masih alami.

Ada beberapa curug di Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang masih belum sempat saya kunjungi karena memang dalam sehari hanya bisa ke beberapa curug saja. Bukannya apa-apa saya tipe orang yang suka menikmati keindahan berlama-lama.

Setiap ke beberapa curug, saya itu wajib merasakan sensasi dingin gremetnya air curug. Karena memang dinginnya minta ampun dan bisa buat tubuh kamu menggigil. Walaupun begitu, tidak membuat saya kapok untuk cemplung ke air lagi. Hahaha...

Kunjungan saya kali ini ingin menikmati keindahan pesona alam dari Curug Love. Wooowww Curug Love berarti banyak lope lopenya dong disana. Hahahhaa...

***

LOKASI CURUG LOVE

Perjalanan menuju Curug Love dari Jakarta melewati tol Pondok Aren lalu keluar pintu Tol Sentul Selatan 1, ambil saja ke arah Jungleland lalu belok kanan kearah Gunung Pancar, terus saja mengikuti jalan yang ada sampai ketemu jembatan saat melewati turunan curam. Masih terus mengikuti jalan sekitar 1km, tepat disamping kanan ada banner bertuliskan "Curug Putri Kencana".

Masuk saja ke arah Komplek Wisata Kencana untuk parkir mobil disana. Biaya parkir untuk mobil Rp. 10.000. Kami menitipkan mobil tepat di depan rumah warga karena memang kondisi parkiran disana masih belum rapi dan masih banyak kendaraan lain yang menitipkan kendaraannya di rumah warga.

Untuk menuju Curug Love memang diharuskan memiliki stamina yang fit karena ternyata lokasi Curug Love masih terbilang sangat jauh dari parkiran dan sayangnya pengunjung pun tak bisa parkir kendaraan di dekat Curug Love karena lokasinya yang tidak memungkinkan. 

Curug Love bisa dibilang curug terjauh dari curug lainnya yang terletak di area komplek wisata kencana. Semua curug penuh dikunjungi pengunjung seperti Curug Leuwi Pariuk, Curug Leuwi Demang, Curug Putri Kencana, Curug Leuwi Baliung, Curug Leuwi Panjang dan Curug Love.

Kalian bisa pilih mau ke curug manakah untuk dikunjungi pertama. Memang dari 2 tahun yang lalu Curug Putri Kencana menjadi idola para pengunjung sehingga curug itu selalu di padati pengunjung tiap weekend. Apalagi dulu My Trip My Adventure pernah meliput curug itu. Jadilah makin membludak pengunjungnya.

TIKET MASUK KOMPLEK WISATA KENCANA

Kedatangan saya ke Curug Putri Kencana sudah ketiga kalinya jadi saya tau banget gimana kondisinya dulu yang dimana masih sangat sepi pengunjung yang mendatangi Komplek Wisata Kencana ini. Bahkan dulu tidak ada pungutan biayanya loh di depan.

Pungutan biayanya tepat saat akan memasuki Curug Putri Kencana. Tapi sekarang sudah ada biaya pintu masuk untuk pengunjung yang akan menghabiskan akhir pekannya bersama keluarga. Biaya tiket masuknya Rp. 15.000. 

Sayangnya bertahun-tahun sudah kondisi jalanannya pun tidak banyak kemajuan. Dulu kondisinya masih berlapis tanah merah dan sekarang pun masih tetap sama. Walaupun sudah ada beberapa spot yang sudah dirapikan dengan semen.

Parkiran motor di area dalam pun masih tetap ada. Saya pikir sudah dibenahi jadi lebih baik. Ternyata masih juga belum bebenah untuk tempa parkirnya juga. Menurut saya waktu yang cukup lama yah untuk membenahi kondisi jalan yang ada di Komplek Wisata Kencana.

Semoga saja pungutan biaya yang kita keluarkan benar adanya untuk perbaikan jalan yah. Supaya wisata di Bogor keamanannya semakin meningkat dan juga bisa membawa keluarga ikut serta mengunjungi curug yang indah ini.



TRACK MENUJU CURUG LOVE

Perjalanan kami dimulai dengan suka cita karena akhirnya bisa menghirup udara segar kembali. Setiap curug yang kamu lewati telah banyak pengunjung yang sudah asik bercanda, tertawa, lompat dan juga berfoto ria.

Bahkan ada spot baru bagi kamu yang suka banget sama selfie. Ada spot yang di sulap menjadi sebuah taman yang dihiasi oleh beberapa payung berwarna warni telang bergantungan. Jembatannya pun berwarna warni. Ada juga rumah-rumah unik yang bisa menghiasi fotomu dengan background yang unik.


Kami pun sempat kelelalahan karena Curug Love yang akan kami singgahi masih belum juga ada titik terangnya. Sempat terpikir "Apa jangan-jangan kita kesasar ya"

Karena memang tidak ada penunjuk arah sedikitpun, Sempat kami pun berpapasan dengan rombongan pengunjung sebanyak 5 orang yang juga terlihat kebingungan. Sepertinya mereka juga mau ke tujua yang sama seperti kami.

Kami masih belum menemukan titik terang sama sekali, sempat bertanya dengan akang yang sedang mengatur nafasnya akibat kelelahan. Terlihat si akang ini sepertinya orang asli sini.

"Kang punten mun Curug Love teh palih mana nya" (Permisi, curug love di sebelah mana ya)
"Oh iyaaa teteh lurus aja yah jangan belok, nanti pertigaan ambil kanan tapi naik keatas yah, nanti teteh masih lurus lagi sampai ketemu pohon bambu"
"Jadi nanti saya lurus sampai ketemu pertigaan naik ke atas dan ambil kanan ya kang"
"Muhun teteh"
"Nuhun atuh yah kang"

Begitulah percakapan saya dengan si akang yang sedang kelelahan. Sepanjang perjalanan saya terus mengingat omongan si akang agar tidak lupa tujuan saya harus kemana. Sampai kami bertemu pertigaan memang ada sedikit tanjakan ke arah kanan.

Kamipun naik keatas dan masih mengikuti apa yang akang bilang masih terus mengikuti jalan sampai akhirnya ketemu pohon bambu. Setelah menemukan pohon bambu masih lurus terus hingga menemukan rumah gubuk yang dipenuhi dengan aneka jajanan.


Sempat ragu apakah kami akan terus melanjutkan perjalanan atau tidak. Kondisi jalan yang sama sekali tidak memungkinkan untuk membawa sanak family kemari karena memang masih banyak rumput liar yang menemani perjalanan kami.

Sesekali kami harus menyingkirkan ranting pohon yang menghalangi jalan kami. Jalan setapak pun kami lewati dengan rasa sedikit cemas karena takut kami akan nyasar. Daritadi berjalan kaki tidak ada pengunjung satupun yang lewat.

Rasa ragu pun terus menghantui kami 

"Lanjut gak nih? Apa balik aja kita?"
"Jangan dulu...Kan pohon bambunya belum ketemu"
"Tapi aku takut kita nyasar"

Yah saya ragu...sangat ragu karena memang tidak ada siapapun disana, hanya kami berdua yang masih bertanya-tanya apa kita lanjut atau tidak. Makanya kami sempat beristirahat sebentar.

Tidak lama datanglah serombongan orang yang akan menuju ke Curug Love. Salah satunya si akang yang saya tanya sebelumnya. Akhirnya kami berbarengan menuju Curug Love dan masih melewati pohon bambu yang rindang.


TIKET MASUK CURUG LOVE

Papan Selamat Datang di area Curu Love sudah terpampang di salah satu saung yang sepertinya baru saja di buat karena memang masih terlihat masih bersih. Tepat di depannya ada jembatan bambu juga dan beberapa pengunjung ada yang sedang foto-foto disana.

Biaya tiket masuk kembali di pungut dengan harga Rp. 5.000/orang. Memang di Kawasan Wisata Kencana di tiap curug masih ada pungutan biaya kembali sesuai banyaknya pengunjung ya sudah banyak berkunjung.


CURUG LOVE

Sempat terhenti sebelum kami sampai di Curug Love karena jalan setapak yang kami lalui tidak ada tanda-tanda kehidupan alias sepi sekali. Ternyata dari kejauhan kami melihat sebuah gubuk yang tertutup terpal berwarna biru. Akhirnya kami masih melanjutkan perjalanan menuju gubuk tersebut.

Disanalah letak Curug Love yang mitosnya bagi para jomblo bermain air disana bisa menemukan jodohnya secepat mungkin. Semua itu hanya mitos yah, belum tentu benar adanya.

Lelah sudah pasti karena trekking saja udah menghabiskan waktu selama sejam. Bagi yang staminanya fit sangat disarankan untuk mengunjungi Curug Love karena trek kemari pun penuh tantangan dengan jalan setapak yang masih dikelilingi rumput tinggi yang rindang.


Curug Love sudah dipenuhi pengunjung, apalagi sudah ada yang memasang hammock di sisi kanan menurun untuk santai sejenak. Sempat saya ingin menghampiri air terjun menu dari Curug Love namun tak berani karena pikiran yang selalu negatif takut kaki di hinggapi sesuatu.

Jadilah saya memilih untuk di bagian tengahnya saja. Kedalaman Curug Love terbilang sangat aman karena hanya mencapai dada dewasa saja. Banyak diantaranya yang bermain tepat dibawah air terjun mini sembari menikmati derasnya air yang turun, seperti jacuzzi alami.


Karena tubuh terasa begitu dingin, walhasil saya pun meminjam hammocknya sebentar untuk bersantai. Ternyata nyaman juga tiduran di hammock sembari mendengar rintikan air yang begitu deras dari air terjun mini disertai dengan angin yang terus menggoda mata untuk tetap terpejam.

Weiittsss jangan sampai ketiduran karenan pastinya bakalan masuk angin kalau kelamaan di dalam hammock dengan kondisi tubuh basah kuyup.

Puas bermain air di Curug Love, pemilik warung bernama Pak Adang menawarkan kami untuk mengunjungi curug tersembunyi yang bernama Curug Cikuda dan Curug Kapas. 

Mau tau kelanjutannya, Jangan kemana-mana yes. Lanjutkan tulisan saya selanjutnya

BUDGET

  • Tiket Masuk Wisata Kencana Rp. 15.000
  • Tiket Masuk Curug Love Rp. 5.000
  • Parkir Mobil Rp. 10.000
  • Parkir Motor Rp. 5.000 (FYI)

Cheers,

Dian Juarsa
10 July 2018












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk ah komen sambil rumpi lebih baik, daripada cuma sebarin Spam

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93