Selasa, 10 Juli 2018

Situ Patenggang 2015

Jalan yang terus berlika liku membuat saya senang untuk memandangi pemandangan yang ada di Ciwidey. Selang beberapa menit kami pun memasuki wilayah perkebunan teh. Subhanallah....Kereeeeennnnnn banget pemandangan disana. Gak ada habisnya pemandangan kebun teh di Rancabali. Rasanya pingin turun aja dan foto dulu disana. Tapi apa daya, Tujuan kami harus ke yang jauh dulu baru setelah itu kami dapat ke Rancabali. Oke baiklaaahhhhh pak kapten...Saya mah nurut aja yang penting tar endingnya ke Rancabali aja.

Saat melintas saya abadikan moment di Perkebunan teh

Semacam bukit Teletubbies yah
Kerennya bikin speechless
Perkebunan teh Rancabali emang cantik

Dan akhirnya sampai juga kami di Situ Patenggang, Dengan biaya masuk Rp. 13.000/orang dan PNBP lokal Rp. 7.500. Nah karena pak supir dapat diskon gratis untuk satu orang, Jadi hitungan kami hanya untuk 2 orang saja.  Total keseluruhan Rp. 41.000 : 3 = Rp. 13.666. Dan untuk biaya angkutannya Rp. 7.000.


Taman Wisata Sutu Patenggang a.k.a Pateang-teangan


Baru juga turun sudah banyak sekali pedagang yang menjajakan jualannya dari berbagai macam boneka, baju, souvenir hingga makanan pun lengkap. Sampai akhirnya kami pun singgah di warung makan karena waktu telah menunjukkan pukul 12.00PM dan perut kami sudah keroncongan sedari tadi. Makanya harus diisi dulu nih perut, Biar cacingnya pada anteng. Seperti biasa sebelum makan kami masih tetap menanyakan harga makanan berapa. Karena belajar dari sebelumnya kalau kami pernah tertipu dengan warung makanan. Ternyata harga yang disebutkan ibu penjual sesuai dengan banner yang terpampang diwarungnya. Saya pesan nasi Gule Rp. 20.000 dan Es teh manis Rp. 4.000. rasanya enak dan dagingnya pun empuk, banyak lagi. Sehabis makan kami tidak langsung turun melainkan leha-leha dulu di warung si ibu. Karena tempat makan kami saat itu berupa bale, Jadi enak buat santai-santai. Sembari nunggu Setya sholat, Saya pun ketiduran disamping meja. Gimana tidak, Cuacanya yang adem, tidak hujan tapi agak mendung ditambah angin yang semiliwir sejuknya menyentuh kulit seperti dibelai-belai dan benar saja, saya pun teridur pulas selama setengah jam. Cukup lama untuk berleha-leha dibale. 

Wefie sebelum makan
Setya udah tepar aja, langsung tidur-tiduran
Gw pun masih aja tetep sibuk sama tongsis

Nasi Gule

nah inilah rincian harga makan kami
Pukul 12.30PM memasuki kawasan wisata Situ Patenggang yang dipenuhi rombongan ibu-ibu pengajian. Saat itu, Gelap sekali karena mendung, Memang sih gerimis tapi tidak hujan gede. Makanya kita masih bisa explore Situ Patenggang. Sesampainya disana saya merasa tidak ada yang indah disana. Hanya ada hamparan danau yang agak kehitaman airnya, Juga ada berbagai macam perahu yang dapat membantu pengunjung untuk menuju Batu cinta. Ada juga bale-bale untuk keluarga yang sekedar melepas lelah sesaat. Menurut saya, tempat ini lebih cocok untuk keluarga menghabiskan waktu sesaat.

Mike dengan Pulau Asmara
Salam dari kami bertiga
Suasana Situ Patenggang
Bale-bale inilah yang dipakai ibu-ibu pengajian
Danaunya lagi surut, jadi hanya terlihat seperti kubangan saja

Situ Patenggang berada diketinggian 1628mdpl dengan suhu dibawah 20 derajat celsius. Konon katanya, Situ Patenggang berawal dari kisah asmara dua insan prabu dan seorang dewi yang tinggal dipegunungan yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis sekian lama tak betemu karena Ki Santang harus pergi perang membuat rindu Dewi Rengganis menggebu-gebu. Namun ketika Ki Santang kembali dan berkunjung kerumah Dewi Rengganis tidak berada ditempat. Ki santang pun mencari Rengganis, Hingga kedua insan ini saling mencari yang dalam bahasa sundanya disebuat PATEANG-TEANGAN. Mereka akhirnya bertemu disatu tempat dengan ditandai sebuah batu besar yang kemudian disebut Batu Cinta. Dewi Rengganis juga meminta Ki Santang agar dibuatkan sebuah danau dan perahu untuk berlayar. Permintaan Dewi Rengganis pun dipenuhi hingga terbentuk Situ Patenggang dan perahu yang kemudian berubah menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati disebut Pulau Sasaka atau Pulau Asmara. Maka dari itu, adanya mitos yang tersebar bahwa bagi pasangan yang singgah di Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Asmara akan memiliki cinta yang abadi. Sumber
Seharusnya pemandangan bawah itu danau. Tapi sayang danaunya lai surut
Beginilah view Situ Patenggang dari ketinggian

Sejenak menikmati Situ Patenggang
Kalau baca kisah ceritanya Situ Patenggang sebenarnya sama aja sih seperti wanita jaman sekarang yang mungkin bisa jadi minta ke pacar atau suaminya sebuah mobil atau speedboat. Entahlah yaaa kenapa saya bisa menyambungkan cerita dahulu kala dengan jaman sekarang. Bayangkan saja, Dulu aja minta dibikinin danau dan perahu. Ibarat kata nih ya kalau dihubungkan dengan jaman sekarang. Sama saja seperti minta dibelikan sebuah pulau lengkp dengan speedboatnya. Hahahahahha.... #okeabaikan

Tidak lama kami main-main di Situ Patenggang dan sekarang saatnya meluncur ke Rancabali yang letaknya tidak terlalu jauh dari sini. Kami harus berjalan kaki untuk menuju gapura masuknya Situ Patenggang. Mungkin sama seperti Rancaupas sekitaran 300meter untuk menuju keluar. Tapi bedanya, Jalanan di Situ Patenggang menanjak banget. Jadi lumayan ngos-ngosan sih jalan disini. 

Tanjakannya lumayan bikin ngos-ngosan
Bedanya Perkebunan teh Situ Patenggang dengan Rancabali yaitu :
Situ Patenggang tidak beaturan pucuknya panjang pendek sedangkan Rancabali lebih terlihat rapi dan berwarna sama
Jalanan menuju Pintu keluar memang agak berliku
Kamipun jalan kaki unuk sampai di Pintu Gapura Situ Patenggang
Setelah sampai didepan gapuranya, Kami masih harus menunggu angkutan umum yang berwarna kuning. Lama juga kami menunggu, Hingga akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki terlebih dahulu sampai bertemu dengan angkutan umum. Baru juga melangkahkan kaki sebentar, Saya sudah melihat kuning-kuning dibawah jalan. Langsung saat itu juga saya berhentikan mobil itu. Alhamdulillah dapat juga angkutannya. Kami tidak tahu berapa ongkos yang dikeluarkan, Makanya saya langsung saja tanya ke supir angkotnya "Pak berapa kalau ke Rancabali? | 6.000 neng | ini ya pak *sodorin 18.000/3orang* | Neng maksud saya itu 6.000 untuk bertiga. ini kelebihan yah uangnya saya kembalikan | Ooohhh dikira saya 6.000 perorang pak, Nuhun atuh ya pak | sami neng". Ya ampuuuunnn masih ada aja loh orang jujur dan baik hati. Segitu saya minta balikin 8.000 aja tapi si pak supirnya menolak dan mengembalikan semuanya. Semoga lancar selalu ya pak rejekinya. Amiiiinnnn...

Beginilah penampakan angkot Ciwidey - Situ Patenggang

Itinerary :
MINGGU, 29th 2015
  • 00.30     Bikin Api Unggun
  • 02.00     Tidur istirahat
  • 04.45     Udah dibangunin aja, Katanya mau lihat sunrise
  • 06.30     Sarapan di warung jajanan
  • 07.00     Main di Penangkaran Rusa
  • 08.30     Leyeh-leyeh di Hammock
  • 09.00     Packing
  • 09.30     Perjalanan menuju Kawah Putih
  • 10.00     Tiba di Kawah Putih lanjut Explore Kawah Putih
  • 12.00     Perjalanan menuju Situ Patenggang
  • 12.30     Makan Siang
  • 13.00     Explore Situ Patenggang
  • 14.10     Jalan keluar Gapura Situ Patenggang, Perjalanan menuju Rancabali
  • 14.20     Explore Rancabali
  • 15.00     Perjalanan menuju Terminal Ciwidey
  • 16.00     Tiba di Terminal Ciwidey, Lanjut ke Terminal Leuwi Panjang
  • 17.18     Tiba di Terminal Leuwi Panjang lanjut makan
  • 18.13     Masuk terminal dan cari bis, Lanjut otw ke Jakarta
  • 21.50     iba di Halte busway Lebak Bulus
  • 22.07     Baru dapet gojek dan otw ke Rumah
  • 22.38     Tiba dirumah 
Budget :
  1. Bis Primajasa PP Rp. 150.000
  2. Makan di Terminal LP Rp. 50.000
  3. Angkot ke Terminal Ciwidey Rp. 8.000
  4. Angkot ke Rancaupas Rp. 45.000
  5. HTM Rancaupas Rp. 20.000
  6. Jajan di Rancaupas plus toilet Rp. 61.500
  7. HTM Kawah Putih Rp. 33.000
  8. Strawbery Rp. 20.000
  9. Angkot Situ Patenggang Rp. 7.000
  10. HTM Situ Patenggang Rp. 14.000
  11. Makan siang Situ Patenggang Rp. 24.000
  12. Angkot ke Rancabali Rp. 2.000
  13. Angkot ke Terminal Ciwidey Rp. 15.000
  14. Colt mini ke Terminal LP Rp. 12.000
  15. Nasgor Terminal LP Rp. 19.000
  16. Gojek Ciledug - Ciputat & Lebak Bulus - Ciledug Rp. 40.000
  17. TOTAL : Rp. 520.500

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuk ah komen sambil rumpi lebih baik, daripada cuma sebarin Spam

FANPAGE FACEBOOK

Twitty

Contact Us


Haloha...Jika kalian menemukan kendala atau masalah dengan Blog Untold Story. Kalian bisa menghubungi kami dengan mengisi Contact Form dibawah ini. Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin bekerja sama dengan kami. Dengan segera mungkin kami akan cepat tanggap dan menyediakan waktu untuk anda. Kami juga menerima kritik dan saran yang membangun agar Blog Untold Story dapat berkembang lebih baik lagi. Terima Kasih 


Name :

Email: *

Message: *



Hubungi Kami :
Nama : Dian Juarsa
Email : dianpjuarsa@gmail.com
Phone : 0813 222 030 93